Madinapos.com, Panyabungan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berkolaborasi dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Lokakarya Pengembangan Karier Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Lokakarya yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Panyabungan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juli 2026.
Sebanyak 200 guru dari berbagai sekolah di wilayah Mandailing Natal hadir untuk mengikuti pelatihan ini.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Madina, Ucok Syaputra, menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan bentuk sinergi strategis antara pemerintah daerah dan pusat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
” Kegiatan ini telah resmi dibuka oleh Kepala Disdikbud Madina, dr. M. Faisal. Rencananya, acara akan ditutup oleh Kepala BBGTK Sumatera Utara, Dr. Yusuf,” ujar Ucok saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Ucok menekankan bahwa fokus utama pelatihan adalah pada peningkatan kompetensi bimbingan konseling (BK) serta pemahaman mendalam terhadap perkembangan perilaku peserta didik di tengah pesatnya teknologi. Menurutnya, perubahan karakter dan pola asuh anak saat ini menuntut para pendidik untuk lebih adaptif.
” Kondisi anak-anak sekarang tentu berbeda dengan 10 sampai 15 tahun yang lalu. Guru harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu memberikan pendampingan serta proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” tambahnya.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan di SMP Negeri 1 Linggabayu dengan melibatkan 100 peserta. Total narasumber yang dilibatkan dalam lokakarya kali ini mencapai delapan orang, yang merupakan gabungan dari tim BBGTK dan Disdikbud Madina.
Sebagai tindak lanjut, pihak Disdikbud Madina menargetkan para peserta lokakarya dapat menjadi “agen penggerak” di sekolah masing-masing. Mereka diharapkan mampu membagikan ilmu serta pengalaman yang didapat kepada rekan guru lainnya. Untuk memastikan efektivitas tersebut, pihak dinas akan melibatkan pengawas sekolah dalam memantau implementasi hasil pelatihan di lapangan.
” Kami ingin ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini tidak berhenti pada peserta saja, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh siswa di sekolah masing-masing,” pungkas Ucok.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, bersama Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution, dalam komitmen nyata meningkatkan mutu pendidikan daerah melalui penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. (Suaib Rizal).



