Madinapos.com – Panyabungan.
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Ir Elpiyanti Harahap ST bersama Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) bahas dampak banjir Sungai Batang Natal dan Batang Batahan yang dilaksanakan di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.
Dalam pembahasan yang mengangkat tema” isu sterategis dampak banjir” itu berlangsung selama dua hari mulai 19-21 September tahun 2024, Pemkab Madina mengajukan beberapa program prioritas terkait penanganan banjir yang diakibatkan dua induk sungai tersebut.
” Dalam forum tersebut, bersama TKPSDA kita membahas isu permasalahan di sungai Batang Natal diakibatkan alih fungsi lahan, tingkat erosi juga dengan adanya penambangan galian mineral logam (emas) dan non logam (galian mineral) yang menjamur hampir disepanjang aliran sungai Batang Natal serta besarnya luas lahan kritis yang tersebar di Kecamatan Batang Natal, Linggabayu dan Natal,” papar Elpiyanti, Jumat (20/9).
” Akibat dari itu, telah mengakibatkan tebing kritis rawan longsor dan banjir dan terjadi penyempitan badan sungai di beberapa titik akibat adanya praktek tambang ilegal tersebut sehingga mengakibatkan pencemaran sungai,” tambah Elpi.
Setelah pembahasan, lanjut Elpi, kita bersama TKPSDA mengambil langkah mengusul penanganannya ke Instansi terkait dengan memasang tanggul sungai Batang Natal 3,5 KM di Kampung Sawah, penanganan pantai kritis dan pemecah ombak di Natal, memasang penanganan tebing di Desa Lancat dan Ranto Sore serta Normalisasi Sungai.
” Semoga semua usulan yang kita paparkan untuk menangani dampak Banjir Sungai Batang Natal dan Batang Batahan tersebut bisa direalisasikan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera 2 kementerian PUPR dan Dinas PUPR Propinsi Sumatera Utara,” pungkasnya.(Sn)











