Madinapos.com, Panyabungan – Rencana aksi demonstrasi kelompok yang mengatasnamakan Cipayung Plus dan Poros Pelajar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dijadwalkan Kamis (11/06), menuai kritik keras. Musababnya, beredar materi visual berupa meme yang dinilai menghina martabat kepala daerah dengan menyamakannya dengan bentuk binatang.
Ketua Bidang Politik, Hukum, dan HAM Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Madina, Abdul Majid Nasution, mengecam tindakan tersebut. Ia menilai penggunaan visual yang merendahkan martabat personal sangat mencederai etika dan esensi demokrasi.
” Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional, namun harus dibarengi dengan tanggung jawab moral. Aksi seharusnya berbasis riset dan data, bukan menyerang personal dengan cara yang tidak beradab,” tegas Majid, Rabu (10/06).
Majid mengingatkan bahwa tindakan yang menjurus pada hate speech (ujaran kebencian) dan pencemaran nama baik dapat berimplikasi hukum. Ia menyayangkan hilangnya substansi tuntutan akibat tindakan provokatif yang justru memicu antipati publik.
Senada dengan Majid, Ketua DPC Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Madina, Andi Musohur Nasution, menyoroti pergeseran paradigma gerakan mahasiswa yang dinilai semakin menjauh dari nilai intelektualitas.
” Kritik yang baik seharusnya menyasar kebijakan, bukan membabi buta menyerang pribadi. Tindakan memanipulasi foto menjadi objek hinaan adalah bentuk dehumanisasi dan arogansi yang menodai marwah gerakan mahasiswa,” ujar Andi.
Andi juga mengingatkan bahwa penyebaran konten tersebut di media sosial berpotensi melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait penghinaan dan pencemaran nama baik.
Para tokoh pemuda di Madina mendesak agar para aktivis kembali mengedepankan cara-cara yang konstruktif, progresif, dan berbasis argumen tajam. Kualitas demokrasi, menurut mereka, sangat ditentukan oleh etika dalam berbeda pendapat.
” Sudah saatnya kita mengembalikan marwah kritik sebagai sarana yang mencerdaskan, bukan ajang cari sensasi yang miskin akal sehat dan minus moralitas,” tutup Andi. (Rls).
