Madinapos.com, Panyabungan – Satuan Tugas Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (Satgas PETI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menggencarkan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal yang kian meresahkan. Langkah tegas ini diambil guna menghentikan praktik penambangan mineral dan batubara tanpa izin yang terbukti melanggar hukum serta memicu kerusakan lingkungan parah.
Operasi peninjauan dan sosialisasi lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubsatgas Preventif Satgas PETI Madina, AKP Ahmad Bani S. Lingga, S.H., M.H., bersama Kapolsek Kotanopan serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Madina.
Tim gabungan menyisir sejumlah titik rawan di Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Tambangan, Kamis (13/8/2026).
Di balik agenda penertiban tersebut, tim mendapati fakta mengejutkan. Berdasarkan informasi valid dari warga sekitar, salah satu lokasi tambang ilegal yang menjadi target kunjungan petugas diduga kuat dikendalikan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai kepala sekolah di Kecamatan Kotanopan.
” Lokasi PETI itu diduga milik seorang berinisial KB, warga Muara Mais Kampung Kecamatan Tambangan, yang juga merupakan seorang kepala sekolah di Kecamatan Kotanopan,” ungkap warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sayangnya, kedatangan tim gabungan Satgas PETI tampaknya tidak berjalan mulus. Setibanya di lokasi petugas mendapati kawasan tersebut sudah dalam keadaan kosong. Tidak ada aktivitas penambangan maupun para pekerja yang beroperasi di tempat.
Kuat dugaan, rencana peninjauan dan sosialisasi ini telah bocor ke tangan para pelaku penambangan jauh sebelum petugas tiba di lokasi. Kondisi ini membuat para pekerja dan pemilik tambang memiliki waktu untuk melarikan diri dan menghentikan aktivitas sementara guna menghindari penindakan hukum.
Kendati demikian, Satgas PETI Madina menegaskan tidak akan surut langkah. Pihak berwenang memastikan akan terus memantau, mengembangkan temuan di lapangan, demi menegakkan supremasi hukum serta menyelamatkan kelestarian lingkungan hidup.
Terkait temuan dan dugaan tersebut, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah yang bersangkutan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan atau respons yang diberikan. (Suaib Rizal).


