Belasan Excavator Diduga Masih Beroperasi di Sungai Bubu, SATMA AMPI Madina Desak Kapolda dan Pangdam I/BB Turun Tangan

Madinapos.com, Panyabungan – Dugaan masih beroperasinya belasan alat berat jenis excavator di kawasan Sungai Bubu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi perhatian serius SATMA AMPI Madina.

Informasi mengenai aktivitas alat berat tersebut perlu segera dipastikan kebenarannya oleh aparat penegak hukum, terlebih jika kegiatan tersebut berkaitan dengan dugaan pertambangan tanpa izin. SATMA AMPI Madina meminta persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan harus mendapat penanganan secara serius.

Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, mendesak Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/Bukit Barisan untuk memberikan perhatian terhadap informasi tersebut serta memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kalau benar masih ada belasan excavator yang beroperasi di Sungai Bubu, tentu ini harus segera diperiksa. Aparat harus turun langsung untuk memastikan siapa pemilik alat berat, siapa yang mengoperasikan, serta apakah kegiatan tersebut memiliki legalitas atau tidak,” tegas Muhammad Saleh, Sabtu (26/9) malam.

Menurutnya, penanganan aktivitas pertambangan yang diduga ilegal tidak cukup hanya dengan melakukan razia atau penertiban sesaat. Aparat perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga apabila ditemukan pelanggaran, pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

“Jangan sampai penertiban hanya terlihat di permukaan. Setelah aparat meninggalkan lokasi, aktivitas kembali berjalan. Kalau memang terbukti melanggar, harus ada tindakan hukum yang jelas dan tuntas,” ujarnya.
SATMA AMPI Madina juga meminta aparat melakukan pendataan terhadap seluruh alat berat yang berada di kawasan tersebut.

Pemeriksaan, kata Muhammad Saleh, penting dilakukan untuk mengetahui legalitas alat berat, pemilik, pengelola, maupun pihak yang diduga memberikan izin atau memfasilitasi kegiatan apabila memang ditemukan adanya pelanggaran.

Selain aspek penegakan hukum, SATMA AMPI Madina menilai dugaan aktivitas pertambangan menggunakan alat berat juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Karena itu, pemeriksaan di lapangan diharapkan dilakukan secara menyeluruh, transparan dan berdasarkan fakta.

“Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Tetapi informasi yang berkembang harus dijawab dengan pemeriksaan di lapangan. Kalau ternyata legal, sampaikan kepada publik bahwa kegiatan tersebut memiliki izin. Kalau ditemukan pelanggaran, jangan ragu untuk menindak sesuai hukum,” kata Muhammad Saleh.

Ia menegaskan bahwa SATMA AMPI Madina mendukung aparat penegak hukum dalam melakukan pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal serta meminta agar penegakan hukum dilakukan secara konsisten dan tidak tebang pilih.

“Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB kami harapkan memberikan perhatian serius. Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya karena alat berat diduga masih beroperasi, sementara penertiban sebelumnya seolah tidak memberikan efek. Kami ingin ada kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan yang nyata,” tegasnya.

SATMA AMPI Madina juga membuka ruang bagi aparat untuk memberikan klarifikasi kepada publik mengenai kondisi sebenarnya di Sungai Bubu, termasuk hasil pemeriksaan maupun langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran. (Suaib Rizal).