Madinapos.com, Panyabungan – Dalam rangka peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT serta mengharap ridho dan ampunannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) gelar salat Istigosah zikir dan doa bertempat di Pandopo rumah dinas bupati, Selasa (16/12) malam.
Rangkaian ibadah diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan salat istighosah. Dipimpin oleh Ketua MUI Madina Ustadz Nasir, lantunan zikir mulai menggema. Suara-suara parau memohon ampunan (istighfar) memecah keheningan malam Panyabungan.
Salat istigosah ini turut dihadiri oleh Bupati Mandailing H Saipullah Nasution, sejumlah pimpinan OPD, Alim ulama, pimpinan dan jajaran Partai Politik serta tokoh masyarakat bumi gordang sambilan.

Kadis Kominfo Madina Rahmat Hidayat mengatakan Kegiatan ini bukan sekadar ritual seremonial. Ini jeritan hati kolektif dari masyarakat Bumi Gordang Sambilan yang beberapa pekan terakhir didera cobaan berat. Ingatan tentang bencana hidrometeorologi masih segar dalam memori. Banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung yang menghantam 20 kecamatan secara serentak, menyisakan jejak lumpur dan duka bagi warga.
” Kita berkumpul di sini untuk mengetuk pintu langit,” kata Rahmat.
Ibadah ini kata Rahmat, menjadi wujud muhasabah (introspeksi diri) pemerintah dan masyarakat Madina. Doa-doa yang dipanjatkan secara spesifik memohon agar Allah SWT mengangkat segala bala dan menjauhkan kabupaten ini dari mara bahaya lanjutan.
Di tengah cuaca Desember yang masih tak menentu, gema “Amin” yang serempak dari Pendopo Bupati menjadi simbol harapan. Harapan agar air bah tak lagi menyapa, agar tanah tak lagi longsor, dan agar masyarakat Madina bisa kembali bangkit menata kehidupan dengan rasa aman di bawah lindungan-Nya.
Malam semakin larut di Panyabungan, namun semangat untuk bangkit dan berserah diri justru semakin nyala. (Hamzah).



