Sekdaprovsu Minta Syaibah Hani Chandra Tidak Kesampingkan Pendidikan

Madinapos. com – Medan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir H R Sabrina MSi meminta Syaibah Hani Chandra tidak mengesampingkan pendidikannya. Karena pendidikan merupakan hal yang penting untuk menunjang masa depan yang lebih baik.

Syaibah Hani Chandra adalah peraih Juara 1 lomba Bulutangkis Tunggal Putri pada Olimpiade Olahraga Siswa SMA Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 24 – 27 Agustus 2018 di Kota Medan. Rencananya, putri dari pasangan Edi Chandra Pulungan dan Cut Hamizar Dawani ini akan mewakili Sumut mengikuti Jakarta Open 2018 dan OSN 2018 di Yogyakarta.

“Sekolah atau belajar bisa dilakukan di sela-sela latihan. Yang penting bisa terus melanjutkan pendidikan sambil berprestasi,” kata Sekdaprovsu Sabrina ketika menerima kunjungan Syaibah Hani Chandra bersama ibunya Cut Hamizar Dawani dan pelatihnya Andhika Ferry, di ruang kerja Sekdaprovsu, Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (27/8).

Menurut Sekdaprovsu, Syaibah tidak perlu khawatir tentang pendidikan maupun pekerjaan. Karena, saat ini banyak yang menghargai orang-orang berprestasi. “Kalau melamar di manapun jangan lupa menyertakan prestasi, baik itu di pekerjaan ataupun saat akan mendaftar di universitas, semua prestasi dihargai di mana saja,” kata Sabrina.

Sabrina juga menyampaikan, Sumut akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional tahun 2024. Untuk itu, diharapkan pemuda-pemuda yang berpretasi saat ini dipersiapkan menghadapi PON tersebut. “Tahun 2024 nanti mungkin Syaibah bisa mewakili daerah ini di PON 2024. Sebagai tuan rumah, Sumatera Utara harus juara umum, seperti yang kita harapkan di Asian Games, tidak hanya sukses jadi tuan rumah, melainkan juga sukses meraih emas,” katanya.

Karena itu, Sabrina mengharapkan adanya pembinaan kepada atlet seperti Syaibah. Atlet berprestasi seperti ini harus tercatat dan dibina, serta dipersiapkan untuk ajang olahraga ke depan, apalagi mereka akan mewakili Sumatera Utara.

Terkait rencana keikutsertaan Syaibah di Jakarta Open 2018 dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat SMA 2018 yang diadakan di Yogyakarta, Sabrina sangat mendukung dan memberi motivasi agar para atlet bisa bertanding dengan sungguh-sungguh. “Barangkali dengan juara di Jakarta Open, Syaibah bisa melanjutkan jalannya di tingkat internasional, saya mendukung Syaibah dan atlet-atlet Sumatera Utara yang lain untuk itu,” katanya.

Sabrina juga mengaku bangga dengan berbagai prestasi yang telah diraih Syaibah. Apalagi, siswi SMA Karya Handayani Sei Kanan tersebut juga berasal dari Labuhan Batu Selatan. “Selamat kepada Syaibah, saya bangga dengan Syaibah, apalagi dia berasal dari Labuhan Batu Selatan, sama dengan saya,” katanya.

Sebelumnya, Syaibah menyampaikan maksud kunjungannya ke Sekdaprovsu, yakni untuk memberitahukan bahwa ada atlet dari Labuhan Batu Selatan yang berhasil menjuarai lomba bulutangkis tunggal putri di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Sekaligus meminta dukungan masyarakat di daerah ini untuk bertanding di Jakarta Open 2018 dan OSN 2018 di Yogyakarta.

“Saya berharap pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara mendukung saya di ajang olahraga itu, mudah-mudahan atlet Sumut semakin banyak berpretasi,” katanya.**

Sumber : humas.sumutprov.go.id
Editor : alqaf

Suci Ananda Bangga Jadi Pembawa Baki Paskibra HUT RI Ke-73  Kota Padangsidimpuan 

Madinapos.com – Padangsidimpuan.

Suci Ananda Hasibuan (17) Siswi kelas XI Sekolah MAN 2 Kota Padangsidimpuan ini sangat membanggakan, pasalnya dari 60 Anggota Paskibra ia salah satu yang terpilih menjadi pembawa baki pasukan pengibar bendera merah putih dalam memperingati detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 Tahun 2018, yang dilaksanakan di stadion HM Nurdin Nasution Kota Padangsidimpuan, Jum’at (17/08).

Kepada Wartawan Madina Pos, Suci Ananda mengungkapkan rasa terharu dan senang bahwa ia satu-satunya yang terpilih menjadi pembawa Baki Paskibra di saat moment yang penting itu.

“Awalnya saya tidak merasa percaya bahwa saya terpilih, namun ketika pelatih menunjuk saya menjadi baki pada upacara kemerdekaan ini, disitulah baru saya tau. Saya sangat banggga karena semenjak saya terpilih menjadi anggota paskibra, saya sangat berharap bisa terpilih menjadi pembawa baki, dan Alhamdulillah tercapai juga, dan saya sangat bangga bisa melaluinya dengan baik serta bisa membanggakan orang tua saya,” ungkap Suci usai melaksanakan upacara.

Ketika hendak membawa Baki tersebut, lanjutnya, ia merasakan ada ketegangan yang luar biasa, namun karena berlatih keras dan penuh percaya diri karena semua mata tertuju padanya, Ia pun mengatakan bahwa dirinya tidak ingin membuat kecewa banyak orang dengan semangat yang ia miliki, akhirnya Ia bisa menyelesaikan tugasnya sebagai pembawa baki paskibra dan bendera merah putih pun bisa berkibar.

“Menjadi pasukan paskibra adalah pengalaman paling berharga seumur hidup, karena kesempatan ini hanya satu kali, dan tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan berharga ini,” ucapnya.

Suci Ananda ini merupakan anak paling bungsu dari dua bersaudara anak dari Pasangan Parminto Hasibuan dengan Hana Patmawati. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya di Hutaimbaru Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Ayahnya adalah seorang Wiraswastawan dan Ibunya bekerja sebagai bidan di salah satu Puskesmas di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Suci juga menyampaikan bahwa Ia sangat bercita-cita menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan),“Ya, cita-cita saya kalau sudah tamat ingin menjadi Polwan apabila yang diatas mengijinkannya,” pinta Suci.

Kedua orang tua Suci turut menyaksikan bagaimana Suci berperan sebagai pembawa baki Paskibra dan mereka sangat bangga bahwa anak mereka bisa melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai pembawa Baki Paskibra. (R-Andy)

Pj.Walikota Padangsidimpuan Harapkan Konferensi Koordinator Cabang XXI PMII Sumatera Utara Berjalan Lancar

Madinapos.com-Padangsidimpuan.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara menggelar Upacara Pembukaan Konferensi Koordinator Cabang XXI di Aula Hotel Sitamiang, Jumat(10/08/2018).

Konferensi Koordinator Cabang XXI mengangkat tema “Revolusi Pergerakan Meneguhkan Karakter dan Jati Diri Organisasi,Menegakkan Kedaulatan Bangsa”.Konferensi Koordinator Cabang XXI PMII Sumatera ini berlangsung mulai Jumat hingga Minggu (10-12/08/2018).

Diawal pembukaan acara,Ketua PKC PMII Sumut Bobby Niedal Dalimunthe memaparkan tentang tema yang diangkat pada Konferensi Koordinator Cabang  XXI ini,yaitu terkait tentang revolusi dimana dikatakannya revolusi ini merupakan perubahan pergerakan.

“Dimana pada zaman dulu sebelum adanya kecanggihan teknologi,untuk menyampaikan suatu tuntutan atau aspirasi, kita harus menjadi parlemen jalanan, namun dengan kecanggihan sekarang,melalui media sosial kita bisa menyampaikan suatu tuntutan atau aspirasi”katanya.

Melihat begitu mudahnya untuk menyampaikan suatu tuntutan atau aspirasi tanpa adanya konfirmasi atau diskusi menurut Bobby jadi membawa dampak negatif. Apalagi menurutnya, kebanyakan kader-kader PMII yang memasang foto profil di medsosnya memakai baju PMII ikut terlarut dalam menyikapi atau membahas isu-isu nasional.

Untuk itu,dia menekankan kepada  kader PMII untuk tidak ikut sampai terlarut dan jangan mengeluarkan statement dengan membawana nama organisasi PMII, tentang membahas isu-isu nasional di media sosialnya masing-masing, sebelum ada konfirmasi dan diskusi lebih dulu.

Terkait tentang karakter Bobby berharap, agar seluruh kader PMII ditengah masyarakat harus berkarakter sesuai dengan jati diri organisasi PMII. Untuk menegakkan kedaulatan bangsa dia berharap kepada kader-kader PMII untuk menggali potensi dalam diri masing-masing agar bisa berkontribusi kepada daerahnya masing-masing untuk tujuan memperbaiki serta membangun daerahnya.

Sementara itu Pj.Wali Kota Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan dalam kata arahan dan bimbingannya Pj.Walikota Padangsidimpuan mengucapkan, rasa terimakasih yang sebesar-besarnya karena pada Konferensi Koordinator Cabang XXI PMII se Sumatera Utara, Kota Padangsidimpuan dipilih sebagai tempat pelaksanaan Konferensi tersebut.

Pj.Walikota Padangsidimpuan berharap Konferensi Koordinator Cabang XXI PMII Sumatera Utara ini berjalan dengan baik,tertib dan aman.

Pada kesempatan tersebut pembukaan Konferensi dibuka oleh PB.PMII yang di wakili Zein Syarkawi.”Dengan mengucapkan Bismillah Konferensi Koordinator Cabang ke XXI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia resmi dibuka”tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kapolres Kota Padangsidimpuan yang mewakili,Kapolres Tapanuli Selatan yang mewakili,Kakan Kesbangpol Kota Padangsidimpuan,Kadis Kominfo Kota Padangsidimpuan Islahuddin Nasution,Majelis Pembina Cabang PMII Padangsidimpuan-Tapsel Ratonggi Hasibuan,Ketua NU Kota Padangsidimpuan H. Misbahuddin Nasution,Majelis Pembina Daerah PMII Sumut yang diwakili Timbul Lubis,PC.PMII se Sumatera Utara.(R.Idham)

Mobiler Kurang, Sebagian Murid SDN 231 Simpang Banyak Belajar Tanpa Meja Dan Kursi

Madinapos. com – Ulu Pungkut.

SD Negeri 231 Simpang Banyak Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal  Sumatera Utara ini kekurangan ruangan kelas dan mobiler meja dan kursi sehingga murid belajar satu ruangan dibagi dua tanpa sekat dan yang lain harus rela belajar beralas tikar plastik.

Berawal dari postingan fb salah seorang netizen,  jurnalis Madina Pos mengunjungi Sekolah SD Negeri 231 Simpang Banyak ini.Perkampungan yang terletak di perbukitan dengan mayoritas penduduk petani, daerah ini dikenal kaya dengan produksi hasil kopi berkualitas. Murid di sekolah dengan 93 Siswa ini terlihat tetap ceria dan semangat untuk belajar walau dengan kondisi kekurangan fasilitas seperti ini.

Disekolah ini ruangan kelas ada 4, untuk ruang belajar siswa 3 kelas dan 1 untuk kantor. Dengan kondisi ini pihak sekolah mensiasati setiap ruang diisi dua kelas yang berbeda, yakni kelas 1 dan 4, kelas 3 dan 6 serta kelas 2 dan 5 satu ruangan dipakai bersamaan.  Karena kekurangan mobiler murid kelas 4 harus belajar diatas tikar plastik.

Jubeir Lubis Kepala SD Negeri 231 Simpang Banyak mengakui kondisi ini, “memang mobiler kami tidak mencukupi kursi dan meja banyak yang rusak, bahkan lemari juga kurang, serta ruang perpustakaan  juga tidak ada, terkait siswa kelas empat yang belajar tanpa kursi dan meja, saya sudah buat kebijakan dengan memesan kursi dan meja belajar ke tukang kayu, mungkin dua minggu ini sudah bisa kita pergunakan”,  ungkapnya di Ulu Pungkut Rabu (25/7/2018).

Rasoki Kepala Desa Simpang Banyak Julu juga mengakui kondisi ini, ” selama dua tahun terakhir ini kita telah melakukan berbagai upaya meminta dinas terkait dan mengajukan proposal untuk mengganti kursi dan meja yang telah rusak, pihak sekolah juga telah berupaya untuk memperbaiki sekolah yang ada di desa kita “ujar kades

Lubis orang tua siswa berharap, pihak dinas ataupun dari pemerintah kabupaten segera membantu sekolah ini mencukupi mobilernya berupa kursi dan meja serta perpustakaan yang layak agar anak-anak dapat belajarnya dengan nyaman dan aman.  (Syahren).

Pemilihan Mahasiswa Raya, ‘BRILIAN’ Maju Menjadi Calon BEM PT UMTS

Madinapos.com – Madina.

Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) menggelar Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) untuk Periode 2018 -2019 hari ini Rabu, (25/7/2018) di Kampus UMTS Padangsidimpuan. Tampil sebagai Pasangan Calon No. 2 ‘BRILIAN’ Mahasiswa Asal Madina dan Tapsel ini mengedepankan visi persaudaraan dalam gerakan kemahasiswaan.

Hendri Meliawan (Calon Ketua BEMPT UMTS) putra kelahiran Desa Tapus Mandailing Natal wilayah Pantai Barat 14 Mei 1997 ini memiliki banyak prestasi kemahasiswaan di kampusnya, diantaranya Ketum PK IMM fakultas pertanian UMTS 2016-2017, Ketua bidang Hikmah PC IMM Tapsel 2017-2018, Perkaderan : Darul Arqam Madya, Yogyakarta 2016, Sekretaris Umum HMPBM 2017-2018.

Berpasangan dengan Oki Kurniawan Harahap  (Calon Wakil Ketua BEMPT UMTS) putra Hutalambung Angkola Barat dan Ketua Gemapro ( Gerakan Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi )

Pasangan Calon Hendri Meliawan dan Oki Kurniawan (BRILIAN) mengusung Visi Menjadi lembaga poros yang efektif dalam menunjang peningkatan kualitas Sumber Daya Mahasiswa (SDM) serta aktif sebagai wadah aspirasi bagi mahasiswa UMTS dan juga masyarakat.

Disertai Misi, Membangun kondisi Internal yang Sinergis-Produktif antar lembaga kemahasiswaan kampus dengan mengedepankan persaudaraan, sehingga mampu bekerja sama dalam menunjang kemajuan UMTS, Mendukung terciptanya suasana kampus yang lekat akan budaya kemahasiswaan, Menguatkan fungsi sebagai wadah aspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat secara solutif, Mendorong penumbuh kembangan minat, bakat, keilmuan, kreativitas serta karakter Mahasiswa UMTS, Menjadi mitra strategis pemerintahan demi terwujudnya program pro rakyat dan Menguatkan fungsi sebagai kontrol sosial. (Adnan)

Ruang Belajar ‘Pola 3 In 1’ SD 380 Desa Kun Kun, Kades Berharap Perhatian Pemerintah

Madinapos.com – Natal.

Jurnalis Madina Pos yang mengunjungi SD Negeri 380 Desa Kun Kun Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Senin (16/7/2018) lalu menemukan hal yang unik dan membuat miris, bagaimana mungkin murid SD ini konsentrasi untuk belajar jika satu ruangan belajar dipakai tiga guru bersamaan dengan tiga kelas berbeda layaknya pola 3 in 1.

Syahlan, Plt. Kepala Desa Kun Kun menyampaikan keprihatinannya atas kondisi dan sangat berharap pemerintah kabupaten segera membantu SD Negeri 380 ini,” harapan kita adanya penambahan ruang kelas baru agar proses belajar anak kita bisa lebih baik, disamping itu dibutuhkannya perbaikan dan penimbunan halaman sekolah yang sering tergenang air”, ungkapnya ketika dihubungi lewat seluler Jum’at (19/7) pagi.

Kades juga meminta agar Kepala Sekolah lebih proaktif membangun komunikasi dengan komite sekolah dan tokoh masyarakat,”kita ajak berperan aktip dan bekerja sama dengan pemerintah desa, komite sekolah dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi bersama permasalahan ini”, lanjutnya.

Guru yang mengajar di SD 380 Kun Kun ini mengakui kondisi ini, “memang demikian adanya, satu ruangan kita bagi tiga, jadi kelas 1,2 dan 3 gabung menjadi 1 ruangan kelas, hal ini sudah berlangsung lama”, ujar guru yang enggan disebutkan namanya tersebut

“Tentunya kondisi seperti ini sangat mengganggu proses belajar mengajar, kosentrasi murid sudah pasti terbagi tiga karna ada tiga orang guru yang berdiri di depan mereka memberikan materi pelajaran berbeda, tanpa ada penyekat ruangan”, jelasnya.

Dari pantauan Madina Pos di lapangan, satu ruangan di sekolah ini di gunakan untuk proses belajar untuk siswa kelas 1, 2 dan 3 sementara anak kelas 4 dan 5 di gabung jadi satu kelas, untuk anak kelas 6 di gabung dengan ruang guru sekaligus kantor. Kita sangat berharap SD Negeri 380 Desa Kun Kun ini segera mendapatkan perhatian pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal. (Adnan)

Tanggapi Keluhan Warga, Satpol PP Madina Jaring Siswa Bolos Sekolah

Madinapos.com – Madina.

Minggu pertama sekolah, puluhan siswa SMP dan SMA sederajat tampak terjaring razia yang di gelar Satpol PP Madina, mereka digiring petugas kedalam truk pengangkut personil, karena siswa tersebut kedapatan keluyuran atau membolos sekolah disaat jam pelajaran masih berlangsung.

Hal unik yang menjadi perhatian warga seketika dan mendapat acungan jempol ini terjadi di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Rabu (18/7) siang, sekitar 12 siswa tingkat SMP dan SMA terjaring petugas dan diangkut kedalam truk.

Kepala SMA Negeri 1 Siabu Masdewarni Hasibuan menjawab pertanyaan media ini melalui aplikasi w.a mengatakan bahwa siswa yang terjaring itu bukan berasal dari sekolahnya,” setelah mendengar kabar itu maka saya langsung cek keberadaan siswa di sekolah, alhamdullillah siswa tidak ada yang bolos sekolah”, ungkapnya.

“Jika sampai ada siswa yang bolos dan terjaring Satpol PP, maka akan saya cukur (red.rambut) dia “, ungkap Kepala Sekolah yang menerapkan tingkat kontrol cukup ketat kepada siswa siswi yang belajar di SMA Negeri Siabu ini.

Ternyata razia anak sekolah yang bolos belajar ini digelar serentak di seluruh kota di Madina, setidaknya keseluruhan siswa yang berhasil dikumpulkan petugas Satpol PP Madina dari berbagai tempat nongkrong seperti warnet ada 33 siswa dan dikumpulkan di halaman kantornya untuk mendengarkan nasehat.

Kasatpol PP Madina Ahmad Duroni mengatakan pihaknya banyak menerima keluhan dan keprihatinan masyarakat tentang anak sekolah bolos belajar dan pergi ke warnet atu tempat nongkrong, merokok dijalan,” untuk itu kita berupaya membantu menyadarkannya mendata siswa yang mangkir dari sekolah dan hal ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten Madina”, ungkapnya.

Selain melakukan pembinaan pihak Satpol PP Madina juga memanggil orang tua anak untuk berkonsultasi, ini juga dilakukan untuk menghindari mereka dari penyalahgunaan narkoba yang banyak menjerat generasi muda saat ini. ( R.13 dan Syahren)

3 On For 3 Ends, Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender JRKI Sumut

Madinapos.com – Medan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender Bagi SDM Radio Komunitas di Provinsi Sumatera Utara, mendukung kampanye 3 On For 3 Ends.

Acara yang diselenggarakan di Hotel Four Point Medan tersebut dihadiri  30  peserta yang berasal dari 11 Radio Komunitas yang berada di beberapa kabupaten Sumatera Utara, Karang Taruna Medan dan utusan dari Perkumpulan Pandu Desa. Acara dibuka Ibu Sri Wahyuni  Sekretaris Deputi Partisifasi Masyarakat Kementerian PP PA.

“Kementerian PP PA saat ini juga sedang gencar mengkampanyekan 3 And, yakni Akhiri Kekerasan terhadap perempuan, Akhiri perdagangan perempuan dan ketersediaan akses ekonomi bagi perempuan”, ungkapnya.

Hidayat selaku ketua panitia penyelenggara dari JRKI Sumatera Utara mengatakan bahwa telah mengundang rekan-rekan dari radio komunitas untuk hadir dari beberapa daerah di Sumatera Utara mengikuti pelatihan ini,” ada dari Karang Taruna, aktivis media dan aktivis pandu desa tentunya pelatihan ini cukup penting bagi bagi rekan rekan pegiat radio komunitas ini, pentingnya keahlian mengemas berita dan menyampaikannya kepada publik serta berterima dengan baik” ungkap Dayat, Kamis (12/7/2018)

Sinam M Sutarno, salah seorag pembicara dari JRKI Pusat yang berkantor di Solo ini mengatakan bahwa radio komunitas itu dari dan oleh komunitas,”sangat sederhana, awalnya semua bergerak dari kesederhanaan, hanya ada tiang dan mikropon namun pada akhirnya radio itu berdiri dan bisa didengar masyarakat”, ungkapnya.

“banyak hal tentunya dari pembicaraan seharian kita yang tidak boleh disampaikan di radio dan di dengar orang banyak, itu etika sebagai penyiar yang harus ada pada kita agar media ini terus bertahan dan diterima komunitasnya”, katanya.

Dalam waktu dekat akan ada pertemuan radio komunitas dunia AMARC di Jogja,” jadi radio komunitas ini banyak di negara lain,  AMARC itu organisasi radio komunitas tingkat dunia. Jadi menurut AMARC, radio komunitas itu akan menyiarkan berita yang memang di butuhkan oleh komunitas itu sendiri, jadi di radio komunitas itu 10 persen radio dan 90 persen komunitas, jadi radio ini bisa bercerita apa saja kebutuhan komunitasnya, “, ungkapnya.

“kita juga bekerjasama dengan Kementrian PP PA untuk mendukung kampanye 3 On For 3 Ends,” kita siarkan melalui On Air di Radio, On line Media dan On Land temu pendengar untuk mengkampanyekan anti kekerasan terhadap perempuan, anti perdagangan perempuan dan akses ekonomi terhadap perempuan “, pungkas Sinam. (alqaf)

KKL STAIN Madina di Muara Batang Angkola Tanam Serai Wangi dan Lavender

Madinapos.com – Siabu.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina adakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sejak 17 Mei hingga 14 Juli di Desa Muara Batang Angkola Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Tanam Bakti Obat Alami dengan penanaman Serai Wangi dan Lavender sebagai Obat Alami bermacam penyakit, sekaligus tanaman pembasmi nyamuk.

Sukri A. Harahap, salah seorang mahasiswa KKL STAIN Madina yang juga Aktivis HMI Madina ini menyampaikan terimakasihnya kepada Kepala Desa, Koramil Siabu, Puskesmas dan seluruh masyarakat yang telah menerima dan membantu mereka selama KKL di Desa Muara Batang Angkola,”terimakasih, karena telah menerima kami dengan berlapang dada, juga telah membantu kami selama KKL di Desa ini”, ungkapnya, Jum’at (6/7/2018).

Dijelaskannya, Mahasiswa KKL STAIN Madina selama di Desa Muara Batang Angkola juga melakukan kegiatan penanaman sejenis tanaman obat alami yakni serai wangi dan lavender,” ini semacam obat alami untuk beberapa penyakit, sekaligus tanaman penangkal nyamuk”, jelas Sukri.

Sementara itu, Kepala Desa Muara Angkola H.Aswanuddin Hasibuan menyatakan apresiasinya atas seluruh kegiatan mahasiswa STAIN Madina di desa mereka,”belum pernah ada kegiatan KKL di Desa ini, sehingga kami merasa sangat senang dan bersyukur atas penempatan mereka disini dan apa yang telah dilakukan merupakan sebuah terobosan yang bermanfaat bagi warga, selain tanam bakti, mahasiswa ini juga telah menfasilitasi  sunat masal gratis bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas pada 19 anak kami sekaligus pembagian kain sarung yang dilaksanakan sebulan lalu”, jelas Kades.

dr. Saleh Usman Parinduri sebagai Kepala Puskesmas Siabu menerangkan bahwa Kegiatan KKL ini merupakan kegiatan yg positif, yang salah satunya dapat membangun semangat kerjasama di kecamatan Siabu khususnya di desa Muara Batang Angkola. “Contoh yang nyata kita telah melaksanakan penanaman bunga yang tidak disukai nyamuk yaitu Lavender dan Serai Wangi sebagai Obat Alami bersama dengan Saudara kita yang melaksanakn KKL, Masyarakat, Puskesmas, Kantor Camat dan TNI. Kedepannya muda mudahan kegiatan ini berlanjut terus, Alhamdulillah”, ungkapnya.

Sopian Pulungan, tokoh masyarakat desa mengatakan perasaan senang dan bangganya kepada seluruh Mahasiswa KKL STAIN Madina terutama kekompakan dengan warga disini,”saya merasakan ada nuansa baru selama mereka bergaul di desa kami, semoga ana-anak kami mengikuti jejak mereka untuk kuliah dan saya juga ikut mendo’akan semoga dipermudah segala urusan mereka nantinya sekembalinya ketempat mereka kuliah,amin”, ungkapnya.(Syahren).

Sekdaprovsu Harapkan PPDB Online Gunakan Teknologi Lebih Canggih Lagi

Madinapos.com – Medan.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di tingkat Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) diharapkan menggunakan teknologi informasi yang lebih canggih lagi. Sehingga lebih transparan dan tepat sasaran, sesuai dengan domisili siswa.

“PPDB Online saat ini sudah baik, tapi ke depan harus ditingkatkan lebih baik lagi, dengan menggunakan teknologi informasi yang lebih canggih,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir R Sabrina MSi ketika meninjau pelaksanaan PPDB Online di SMAN 1 Medan, Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (25/6). Turut hadir Kadis Pendidikan Provsu Arsyad Lubis, Kepala Sekolah SMAN 1 Medan Suhairi, serta sejumlah guru SMAN 1 Medan.

Sabrina mengapresiasi pelaksanaan PPDB Online di SMAN 1 Medan. Dengan penerapan teknologi informasi yang canggih dalam penerimaan siswa baru tersebut, para siswa tidak lagi berbondong-bondong mendatangi sekolah untuk mendaftar. “Calon siswa baru tidak harus ke sekolah untuk mendaftar, dengan sistem online mereka bisa mendaftar dari rumah. Meski saat ini masih banyak siswa yang datang ke sekolah bersama orang tuanya,” ujar Sabrina.

Dengan menerapkan PPDB Online, kata Sabrina, penerimaan siswa baru menjadi lebih transparan dan dapat dilihat langsung hasilnya oleh masyarakat umum. Hal itu sesuai dengan saran-saran dari sejumlah instansi atau lembaga, diantaranya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombusman.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis mengatakan domisili merupakan nilai/bobot tertinggi untuk diterima yakni 60 persen dan 40 persen dilihat dari nilai. “Hal ini dilakukan untuk peluangan masyarakat yang di sekitar sekolah tersebut mendapatkan pendidikan tanpa harus mencari sekolah lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 1 Medan Suhairi. Disebutkannya, hari pertama pelaksanaan PPDB online di SMAN 1 Medan, sudah ada 100 calon siswa baru yang mendaftar dan tahun ini rencananya akan menerima 430 orang untuk 12 kelas.**

Sumber : humas.sumutprov.go.id**
Editor : alqaf