Madinapos.com, Panyabungan – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, menegaskan bahwa kepercayaan merupakan modal paling berharga dalam merajut soliditas sebuah organisasi. Menurutnya, niat baik saja tidak memadai tanpa landasan kepercayaan yang kokoh di antara pengurus dan anggotanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Atika saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Kabupaten Mandailing Natal yang digelar di aula Ladang Sari Kecamatan Panyabungan, Sabtu (17/10) pagi.
Dalam arahannya, Atika mengingatkan kepengurusan baru agar menghindari dualisme kepemimpinan serta fenomena “ketua bayangan” demi mencegah gesekan internal yang hanya akan menguras energi organisasi. Di samping itu, ia juga memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah di mana Pemkab Madina memprioritaskan penguatan sektor pertanian sebagai pilar utama program ketahanan pangan pada tahun 2027.
Atika mengajak para alumni IPB yang memiliki keahlian di bidang pertanian untuk memberikan kontribusi nyata serta mengawal program ketahanan pangan di Mandailing Natal.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas DPC HA IPB Mandailing Natal yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Madina, Ali Nafiah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan jajaran pengurus atas terselenggaranya Muscab ini.

Ia menekankan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin untuk memilih nakhoda baru, melainkan momentum penting untuk merefleksikan gerakan, menyatukan gagasan, dan memperkuat arah perjuangan alumni IPB ke depan menuju Kedaulatan Pangan dan Energi Kabupaten Mandailing Natal.
Ia juga mengingatkan para alumni agar memikul tanggung jawab moral, intelektual, dan sosial yang besar bagi tanah “Gordang Sambilan” yang kaya akan potensi pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, hingga energi terbarukan.
“NPotensi ini tidak akan bermakna tanpa adanya sentuhan sains, teknologi, keuletan, dan konsistensi dari para intelektualnya. Dewan Pengawas senantiasa mendorong agar HA IPB tidak terjebak dalam romantisme masa lalu atau sekadar menjadi wadah seremonial kumpul-kumpul,” tegas Ali Nafiah. (Suaib Rizal).




