Tingkatkan Kemandirian Pangan, Pemkab Madina Laksanakan Studi Tiru Peternakan Ayam Petelur ke Payakumbuh

Madinapos.com, Payakumbuh – Dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan serta memperkuat sektor peternakan daerah, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan kunjungan studi tiru ke Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, bersama sejumlah Pimpinan OPD dan sejumlah penggiat ternak ini, dilakukan untuk meninjau operasional peternakan ayam petelur berskala besar.

Langkah ini diambil sebagai respons atas ketergantungan pasokan telur wilayah Mandailing Natal yang selama ini masih banyak didatangkan dari daerah luar, termasuk dari Payakumbuh.

Selama peninjauan, para peserta mendalami berbagai aspek teknis yang krusial, terutama terkait manajemen pakan dan program vaksinasi sebagai kunci keberhasilan budi daya ternak.
“Harapan kami, Madina segera memiliki sentra telur sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan luar. Melalui kunjungan ini, kami ingin mengadopsi skala usaha peternakan yang lebih efisien dan modern untuk diterapkan dan dikembangkan di Mandailing Natal,” ujar Wabup Atika di sela-sela kunjungan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhandra Ritonga, menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. “Kami siap membawa ilmu yang didapatkan di studi tiru ini untuk dipraktikkan di Mandailing Natal, karena menurut kami ini sangat bagus untuk meningkatkan produktivitas ternak,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pertanian telah menyusun program strategis yang akan mulai dianggarkan pada tahun 2027. Fokus utama program ini adalah pengembangan peternakan ayam petelur layer dan itik petelur sebagai produk unggulan daerah.

Program ini ditargetkan mampu memenuhi setidaknya 20% kebutuhan telur di Mandailing Natal untuk mendukung program makan bergizi gratis bagi masyarakat.

Antusiasme positif datang dari salah satu peserta studi tiru, Muhammad Yasid, asal Desa Lumban Pasir. “Saya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan pengetahuan mendalam mengenai manajemen pakan. Saya merasa yakin dan siap untuk memulai beternak ayam petelur di Madina,” ungkapnya.

Untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berkomitmen mempermudah akses permodalan bagi para peternak melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan, keberhasilan program ini tidak hanya mampu menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan bergizi yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Mandailing Natal. (Suaib Rizal).