Madinapos.com, Panyabungan -Â Sabtu pagi di pelataran Masjid Agung Nur Alan Nur, Aek Godang, suasana tampak berbeda dari biasanya. Ribuan warga dengan pakaian serba putih mulai memadati saf-saf masjid sejak fajar menyingsing. Di antara deretan jemaah, hadir Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, yang pagi itu, (21/3/26) memilih melebur bersama masyarakat untuk merayakan hari kemenangan.
Idulfitri kali ini bukan sekadar ritual tahunan berganti pakaian baru. Bagi Bupati Saipullah, momentum ini adalah titik balik untuk memperkuat fondasi sosial di Bumi Gordang Sambilan.
Pesan dari Mimbar Masjid Agung
Sebelum takbir pertama salat Id dikumandangkan oleh Al-Hafiz A. Rivaldo, Bupati Saipullah berdiri di hadapan jemaah. Suaranya tenang namun sarat akan harapan. Ia menekankan bahwa esensi dari Idulfitri adalah “pulang” kepada kesucian dan semangat kebersamaan.


“Pada hari yang fitri ini, marilah kita saling memaafkan. Namun lebih dari itu, mari kita jadikan momentum ini untuk merapatkan barisan. Ke depan, mari kita sama-sama membangun daerah yang kita cintai ini agar cita-cita Madina Maju dan Madina Madani bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang kita rasakan bersama,” tuturnya dengan penuh ketulusan.
Bagi Saipullah, pembangunan fisik daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya rekonsiliasi hati antarwarga. Ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas nama pemerintah daerah, sebuah gestur kerendahan hati seorang pemimpin di hari nan suci.
Perayaan Tanpa Euforia, Penuh Empati
Di tengah sukacita kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, Bupati juga memberikan pengingat yang menyentuh sisi kemanusiaan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap membumi dan menjaga kondusivitas.
“Rayakan hari kemenangan ini dengan penuh semangat, tapi tolong hindari euforia yang berlebihan. Ingatlah, di sekitar kita mungkin masih ada saudara-saudara kita yang belum bisa merayakannya dengan penuh suka cita. Mari kita jaga ketertiban bersama,” pesannya.
Kehangatan dalam Kebersamaan
Suasana kekeluargaan semakin terasa dengan hadirnya Ketua TP PKK Madina, Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, beserta unsur Forkopimda dan para kepala OPD. Setelah mendengarkan khotbah dari Ketua MUI Muhammad Natsir, rangkaian ibadah ditutup dengan jabat tangan yang hangat antarjemaah.
Tak berhenti di masjid, semangat “Membangun Madina” ini diteruskan melalui acara open house dan halalbihalal di rumah dinas bupati. Di sana, sekat antara pejabat dan rakyat seolah luruh, digantikan oleh dialog-dialog ringan dan tawa yang tulus—sebuah awal yang baik untuk melangkah bersama membangun Mandailing Natal yang lebih gemilang. (Hamzah).
