Madinapos.com, Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, bergerak cepat meninjau langsung permukiman warga yang diterjang banjir bandang dan luapan sungai di Desa Manyabar serta Desa Gunung Manaon, Kecamatan Panyabungan, Jumat (30/10/2026).
Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan lapangan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala BPBD, Kasatpol PP, Danramil 13 Panyabungan, Kapolsek Panyabungan, serta Camat Panyabungan bersama unsur Forkopimcam.
Bupati Saipullah mengungkapkan, musibah banjir bermula dari tingginya intensitas hujan di kawasan hulu sejak malam hari. Derasnya debit air turut membawa material kayu gelondongan berukuran besar yang menyumbat kolong jembatan hingga memaksa arus sungai meluap ke perumahan warga. Situasi kian parah akibat tanggul penahan sungai yang jebol diterjang arus.
“Ada dua persoalan utama: pertama, kayu kiriman air bah menutup kolong jembatan sehingga air meluap ke kiri dan kanan. Kedua, tanggul sungai jebol sehingga aliran air menerobos langsung masuk ke perkampungan warga,” tegas Bupati di lokasi banjir, Jumat .
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD), luapan air dilaporkan merendam sedikitnya lima desa. Merespons kondisi darurat tersebut, Pemkab Madina langsung mengeksekusi empat langkah penanganan taktis di lapangan:

Pengerahan Alat Berat: Dua unit ekskavator diterjunkan untuk menutup tanggul yang jebol menggunakan bronjong darurat penahan arus. Pengerjaan ditargetkan tuntas hari ini demi mencegah banjir susulan.
Evakuasi Kayu Gelondongan: Tim gabungan BPBD dibekali gergaji mesin (chainsaw) memotong dan mengevakuasi tumpukan kayu yang menyumbat aliran air di bawah jembatan.
Sterilisasi Lumpur Fasilitas Publik: Armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan membersihkan endapan lumpur pekat di sarana ibadah dan fasilitas umum agar segera bisa difungsikan kembali.
Penyediaan Dapur Umum: Posko dapur umum lapangan resmi beroperasi untuk menyuplai kebutuhan pangan ratusan warga yang dapurnya terendam lumpur.
Mengingat cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang diprediksi masih tinggi di wilayah Madina, Saipullah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi para orang tua agar mengawasi anak-anak agar tidak bermain di dekat pusaran arus banjir. (Hamzah).

