Madinapos.com, Panyabungan –Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk pembangunan kembali Mess Pemda di Kecamatan Natal. Langkah ini didorong oleh Komisi III DPRD Madina agar fasilitas tersebut dapat segera difungsikan kembali demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dorongan percepatan pembangunan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Madina, Teguh W. Hasahatan, saat memimpin Rapat Kerja bersama Dinas PUPR dan Dinas Perkim Kabupaten Madina. Agenda utama rapat tersebut adalah pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Pl Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Fokus Bahasan KUA-PPAS TA 2027
Dalam rapat kerja tersebut, masing-masing dinas memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk tahun 2027. Komisi III DPRD Madina mendalami paparan tersebut guna memastikan seluruh program yang diusulkan selaras dengan tema pembangunan Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2027.
Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa keberadaan Mess Natal sangat dinantikan masyarakat, terutama setelah bangunan tersebut mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon mahoni beberapa tahun lalu.
” Terkait kerusakan Mess Pemda Natal yang tertimpa pohon mahoni beberapa tahun lalu, pemerintah melalui Dinas PUPR sudah menganggarkan Rp4 miliar untuk biaya pembangunan kembali Mess Natal,” ujar Teguh W. Hasahatan.
” Harapan kita, dengan berfungsinya kembali Mess Natal ini, nantinya dapat menambah PAD bagi Kabupaten Mandailing Natal,” tambahnya.
Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madina, Sahnan Pasaribu, turut membenarkan rencana alokasi anggaran tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan pembangunan kembali Mess Natal telah dimasukkan ke dalam draf Rencana KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.
” Kegiatan pembangunan Mess tersebut masuk dalam rencana KUA-PPAS TA 2027. Mudah-mudahan dapat terealisasi dengan baik,” ungkap Sahnan.
Dengan masuknya proyek pembangunan ini ke dalam perencanaan anggaran 2027, diharapkan infrastruktur vital di wilayah pantai barat Mandailing Natal itu bisa segera pulih, mendongkrak sektor pariwisata lokal, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. (Suaib Rizal).


