Madinapos.com, Tangerang – Memasuki hari ketiga atau hari terakhir penyelenggaraan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, stan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) justru semakin ramai dan menua kunjungan yang diproyeksikan membuka gerbang investasi asing.
Keramaian yang tak surut sejak pembukaan pameran ini mencapai puncaknya dengan kehadiran Direktur Eksekutif APKASI Sarman Simanjorang dan delegasi dari PT SGC, Thailand, yang diwakili Silvi pada Sabtu (29/8/2026).
Pemandangan di anjungan Madina tampak hidup, mencerminkan tingginya minat terhadap potensi Bumi Gordang Sambilan.
Silvi dari PT SGC terlihat berdiri antusias di depan pajangan komoditas unggulan daerah yang dipresentasikan dalam arsitektur khas Mandailing dengan logo Pemkab Madina yang gagah. Silvi tampak berbincang sambil memegang satu kemasan Kopi Mandailing di satu tangan dan sampel produk lainnya di tangan yang lain. Penampilan kasual dengan blus denim kotak-kotak tidak menyurutkan ketertarikannya untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi pertanian Madina. Di sisinya, seorang pejabat dari delegasi Pemkab Madina dengan batik motif Mandailing terlihat sigap memberikan penjelasan mendetail mengenai kualitas, keaslian, dan rantai pasok produk dari wilayah Tapanuli bagian selatan ini.
Di sekeliling mereka, pengunjung lain juga terus berdatangan, sehingga menciptakan suasana transaksi dan business matching yang dinamis.
Stan yang dirancang dengan ornamen batik dan gambar pimpinan daerah ini benar-benar menjadi magnet perhatian, tidak sekadar menjadi etalase pameran produk lokal, tetapi bertransformasi menjadi panggung strategis dalam menarik investasi berskala global.
Ketertarikan PT SGC, Thailand, pada kopi Mandailing ini menjadi tanda positif bagi upaya Pemkab Madina menembus pasar internasional, sebagaimana visi pameran yang bertajuk “Jelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas”.
“Kami sangat terkesan dengan aroma dan citarasa unik Kopi Mandailing. Ini produk premium yang memiliki potensi pasar yang sangat besar di Thailand dan kawasan regional Asia,” ujar Silvi, perwakilan dari PT SGC (Thailand), usai mencicipi sampel kopi di stan tersebut.
Sementara Direktur Eksekutif APKASI Sarman Simanjorang, yang mendampingi kunjungan itu, mengapresiasi cara Pemkab Madina mempromosikan daerahnya. Menurut dia, Madina telah menjadikan stan pameran sebagai panggung untuk memperkuat perdagangan antar-daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Pemkab Madina sangat proaktif dalam menjemput bola investasi. Ini contoh baik bagi daerah lain untuk tidak hanya memamerkan produk UMKM, tetapi juga mempresentasikan proyek-proyek strategis daerah mereka kepada para pengambil kebijakan dan pelaku usaha di forum AOE ini,” kata Sarman.
Optimisme para pejabat Madina, yang dipimpin langsung Bupati H. Saipullah Nasution, tampaknya mulai menemui titik terang. Kehadiran Silvi dari PT SGC ini mengonfirmasi target pameran untuk mendorong kelas produk lokal masuk ke dalam rantai pasok internasional, terutama komoditas seperti kopi dan minyak nilam yang memang menjadi daya tarik utama anjungan. (Suaib Rizal).


