Hadapi Potensi Bencana, Petugas Lapas Panyabungan Dibekali Teknik Pemadaman Api dan Evakuasi

Madinapos.com, Panyabungan –Komitmen dalam menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan fasilitas pemasyarakatan terus diperkuat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Panyabungan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (28/8).

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Panyabungan, Bahtiar Sitepu, menjelaskan bahwa pelatihan ini memegang peranan krusial untuk meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta keterampilan seluruh jajaran petugas.

Langkah ini disiapkan secara khusus guna mengantisipasi berbagai potensi bencana, mulai dari bahaya kebakaran, gempa bumi, hingga situasi darurat lainnya yang dapat terjadi sewaktu-waktu di dalam lingkungan Lapas.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas mampu memahami langkah-langkah pencegahan, penanganan awal, serta evakuasi secara cepat dan tepat sehingga dapat meminimalkan risiko dan dampak apabila terjadi bencana,” ujar Bahtiar saat memberikan keterangannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Mandailing Natal, Candra William, menyambut baik sinergi tersebut dengan mengerahkan sejumlah personel terlatih langsung ke lokasi.

” Dalam sesi praktik di lapangan, para petugas Lapas tidak hanya menerima pembekalan materi teoretis, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan teknik pemadaman api secara aman, penanganan dini situasi darurat, hingga prosedur evakuasi yang sesuai dengan standar keselamatan,” katanya.

Di samping pelatihan teknis di lapangan, Candra juga mengingatkan pentingnya penerapan manajemen kebakaran di lingkungan Lapas. Ia menyarankan agar pihak Lapas melengkapi sistem proteksi kebakaran aktif, yang meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), detektor asap, panas, dan api, alarm kebakaran, hingga sistem hidran.

Menurutnya, kelengkapan tersebut sangat vital untuk mendeteksi, memberikan peringatan dini, mengendalikan, serta memadamkan kebakaran secara cepat. Langkah ini diharapkan mampu melindungi jiwa warga binaan, petugas, pengunjung, maupun bangunan, sekaligus meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material akibat kebakaran.

” Pelatihan gabungan ini diharapkan mampu membentuk kesiapsiagaan mental serta kecakapan teknis para petugas Lapas Panyabungan dalam merespons cepat setiap potensi darurat demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan terkendali,” pungkasnya. (Suaib Rizal).