Madinapos.com, Natal – Warga Kecamatan Natal menggelar acara silaturahmi bersama Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dan Mantan Bupati Dahlan Hasan Nasution di Penginapan Melati Syariah, Kecamatan Natal, Minggu (6/9/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi warga untuk menyampaikan aspirasi langsung, sekaligus mendengarkan pemaparan arah kebijakan dan program pembangunan daerah dari jajaran Pemerintah Kabupaten Madina.
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah mengapresiasi sambutan hangat warga Kecamatan Natal. Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan di Kabupaten Madina tidak dapat tercapai hanya mengandalkan eksekutif, melainkan membutuhkan kolaborasi erat seluruh elemen masyarakat serta sinergi dengan pemerintah pusat.
” Tidak akan mampu Bupati dan Wakil Bupati membangun Madina tanpa kerja sama dengan masyarakat, hubungan ke pusat, dan konsep yang jelas untuk memajukan daerah,” ujar Saipullah di hadapan warga.
Ia juga menyoroti adanya keterbatasan kewenangan daerah akibat kebijakan pemangkasan dari pusat, yang menuntut adanya komunikasi dan relasi strategis agar pembangunan di daerah dapat berjalan lebih cepat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Saipullah memaparkan dua program prioritas infrastruktur untuk mendongkrak perekonomian wilayah Pantai Barat Madina, seperti Pembangunan infrastruktur jalan raya menuju Pelabuhan Palimbungan dipastikan mulai dikerjakan pada tahun depan dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar. Kehadiran akses ini diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi pelabuhan sebagai pusat logistik alternatif selain jalur darat.
Pemkab Madina telah mengajukan usulan agar jaringan rel kereta api yang sebelumnya dibangun di Kabupaten Labuhan Batu dapat diperpanjang hingga masuk ke wilayah Mandailing Natal.
Sementara itu, Mantan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang turut hadir memberikan pandangannya terkait potensi daerah dan tantangan sosial. Ia memberikan perhatian khusus terhadap ancaman narkoba yang menyasar kalangan remaja, serta pentingnya penyediaan ruang publik yang produktif.
Dahlan mengungkapkan bahwa semasa kepemimpinannya, sejumlah fasilitas pariwisata dan sarana olahraga telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Keberadaan fasilitas publik ini diyakini mampu menarik kunjungan dan menggerakkan roda perekonomian lewat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia juga mendorong agar identitas dan budaya Pantai Barat dapat dihidupkan kembali hingga kancah internasional, serta meminta agar kawasan Pantai Natal lebih diaktifkan guna mendukung peningkatan aktivitas perdagangan warga.
Dari sudut pandang akademis, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si., menilai Mandailing Natal memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Menurutnya, kunci kemajuan daerah terletak pada kombinasi antara kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang tepat.
” Kemajuan suatu daerah itu disebabkan oleh sumber daya manusia dan didukung dengan sumber daya alam. Jika dikelola dengan baik, maka di situlah kemajuan suatu daerah itu,” pungkasnya. (Suaib Rizal).


