Madinapos.com, Natal – Rencana Polres Mandailing Natal (Madina) untuk melakukan penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Lingga Bayu dalam waktu dekat mendapat apresiasi penuh dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua Kelompok Nelayan Hamparan Rezeki, Adnan Amrin.
Adnan menyambut baik langkah tegas kepolisian tersebut. Menurutnya, keberadaan PETI di wilayah Lingga Bayu sudah sangat meresahkan dan berdampak buruk bagi ekosistem lingkungan serta mata pencaharian nelayan setempat.
Namun, di balik apresiasi tersebut, Adnan menekankan agar penertiban kali ini tidak sekadar bersifat seremonial atau sekadar sosialisasi belaka. Ia mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas dengan menangkap para pelaku lapangan hingga para penyandang dana atau “tauke” dan penadah emas di balik aktivitas ilegal tersebut.
” Kami mengapresiasi langkah Bapak Kapolres. Namun, saya meminta agar polisi tidak hanya melakukan sosialisasi. Sosialisasi yang dicanangkan selama ini sudah tidak mempan bagi mereka, karena sebelumnya berkali-kali sudah dilakukan di aula kantor kecamatan maupun langsung di lokasi PETI, tetapi faktanya aktivitas ilegal itu tetap berjalan,” ujar Adnan, Minggu (19/7/2026).
Adnan menegaskan, kunci utama untuk menghentikan aktivitas PETI adalah penegakan hukum yang nyata. Ia meyakini pihak kepolisian, khususnya Polsek Lingga Bayu, mungkin telah mengantongi nama-nama aktor intelektual maupun pelaku juga penadah di lapangan.
” Harapan kami, pihak kepolisian segera menangkap para pelaku, penadah dan taukenya. Harus ada tindakan hukum yang konkret untuk membuat efek jera bagi pelaku lainnya. Data-data pelaku saya rasa sudah di tangan pihak Polsek Lingga Bayu, jadi tinggal melaksanakan eksekusi penangkapan saja,” tegasnya.
Ia berharap ketegasan aparat penegak hukum ini dapat mengembalikan kondisi lingkungan yang rusak akibat limbah pertambangan, sehingga nelayan dan masyarakat di sepanjang aliran sungai di Kecamatan Lingga Bayu dapat kembali beraktivitas dengan tenang tanpa rasa khawatir akan pencemaran. (Suaib Rizal).


