Dari Sipolu-polu ke Ruang Gym: Kisah Reza Melawan Obesitas dan Ajakannya Agar Gen Z Rutin Berolahraga

Madinapos.com, Panyabungan –Kehidupan setelah berhenti bekerja (resign) sering kali membawa seseorang pada rutinitas yang monoton. Menunggu panggilan kerja baru sembari rebahan terkadang menjadi pilihan yang paling mudah diambil. Namun, jalan berbeda dipilih oleh Reza (25), seorang perempuan asal Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.

Di tengah minimnya wadah kegiatan positif bagi anak muda di daerahnya, Reza memilih untuk mendatangi pusat kebugaran (gym). Langkah kecil yang berawal dari sekadar mengusir kejenuhan tersebut kini berubah menjadi sebuah komitmen besar untuk hidup sehat.

Berawal dari “Gabut” yang Berbuah Manfaat

Perkenalan Reza dengan dunia fitness sebenarnya sudah dimulai sejak tiga tahun lalu. Perjalanannya sempat terjeda selama enam bulan karena ia harus merantau dan bekerja di Provinsi Riau. Namun, setelah kembali ke kampung halaman, ia tidak membiarkan semangatnya padam dan langsung melanjutkan rutinitasnya di gym.
“Kemarin sempat resign kerja.

Selagi mencari info loker dan peluang, saya lihat di sini belum banyak kegiatan positif yang tersalurkan untuk anak-anak muda. Kebetulan tren nge-gym lagi marak, jadi saya pikir, why not? Saya coba aja,” cerita Reza.

Awalnya, Reza mengaku hanya ingin mengisi waktu luang agar tidak bosan di rumah. Namun setelah ditekuni, ia merasakan perubahan luar biasa pada tubuhnya, terutama dalam perjuangannya menghadapi kondisi obesitas.

“Manfaatnya terasa sekali di badan. Tubuh jadi lebih enak, bergerak lebih fit, lebih lincah, dan yang paling penting tidur jadi jauh lebih nyenyak setelah rutin latihan,” tambahnya.

Fokus Sehat dan Kebugaran Fisik

Bagi Reza, target utamanya di pusat kebugaran bukanlah penurunan berat badan yang instan, melainkan kebugaran jangka panjang. Ia sadar betul bahwa latihan beban di gym memberikan efisiensi pembakaran lemak yang lebih cepat dibandingkan olahraga santai seperti jalan kaki.

Di antara berbagai menu latihan, Reza sangat menyukai latihan otot punggung (back) dan kaki. Sebagai seseorang dengan tubuh obesitas, memperkuat otot kaki menjadi kunci penting baginya agar mampu menopang tubuh dengan lebih kuat dan lincah dalam beraktivitas sehari-hari.

“Progres utamanya yang penting badan tidak mudah lelah. Intinya kita kejar sehatnya dulu,” tegasnya.

Ajakan Reza untuk Gen Z: Ayo Move On dari Tempat Tidur!

Merasakan langsung manfaat nyata dari olahraga, Reza kini menantang teman-teman sebayanya—khususnya sesama Gen Z yang masih sering terjebak dalam budaya malas bergerak (mager) atau sekadar rebahan—untuk mulai merubah kebiasaan.

Ia mengingatkan bahwa waktu muda terlalu berharga jika hanya habis untuk menatap layar ponsel tanpa melakukan aktivitas fisik.

“Cari pelampiasan yang positif untuk kegabutanmu. Rebahan dan scroll media sosial terus-menerus itu tidak akan bisa mencukupi kebutuhan hidup dan kesehatanmu. Ayo move on dari tempat tidurmu, ayo kita olahraga dan mulai nge-gym! Karena olahraga itu jauh lebih penting dari hal-hal lainnya (is more than for other things),” pungkas Reza mengajak.

Melalui ceritanya, Reza membuktikan bahwa melangkah ke gym bukan sekadar tren gaya-gayaan, melainkan sebuah kebutuhan nyata untuk menjaga tubuh tetap sehat, bugar, dan produktif. (Hamzah).