Madinapos.com, Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina) H Saipullah Nasution bersama rombongan meninjau persiapan ruang pelayanan cuci darah (Hemodialisa) di gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Rabu (17/12).
Bupati mengatakan, kunjungan ini sangat penting untuk memastikan dan melakukan penilaian terakhir sebelum fasilitas ini resmi dioperasikan secara penuh.” Saya ingin memastikan bahwa seluruh kesiapan baik secara teknis maupun administratif untuk memenuhi standar yang dipersyaratkan. Apalagi kita mau menjadikan rumah sakit ini sebagai rumah sakit rujukan diwilayah Tabagsel, sehingga standar pelayanannya harus benar-benar terjaga,” katanya.
Dengan penambahan ini, artinya RSUD Panyabungan telah memiliki 12 mesin dan tempat tidur (bet) untuk pelayanan cuci darah yang telah tersedia. Meski begitu, Bupati menjelaskan bahwasanya ada tantangan yang dihadapi untuk memfungsikannya di lokasi baru ini.
” Memang ada beberapa tantangan yang kita hadapi, termasuk adanya perbedaan persepsi dengan pihak BPJS terkait batas waktu persiapan yang sebelumnya diberikan selama tiga bulan. Keterlambatan ini terjadi karena kita harus memastikan seluruh instalasi kabel dan standar teknis lainnya benar-benar sempurna agar aman bagi pasien,” ujar Bupati.

Diakhir Bupati berharap kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan mengingat situasi Sumatera Utara yang saat ini dalam status tanggap darurat bencana, sehingga layanan ini menjadi sangat mendesak.
” Saudara-saudara kita yang membutuhkan cuci darah tidak bisa dialihkan ke tempat lain karena fasilitas di daerah lain pun sedang penuh. Oleh karena itu, kami memohon kebijakan dari Menteri Kesehatan agar RSUD Panyabungan dapat segera melayani pasien Hemodialisa,” pungkasnya.
Sementara, Direktur RSUD Panyabungan dr Rusli Pulungan mengungkapkan SDM untuk pelayanan ini akan dikirimkan untuk mengikuti pelatihan khusus di Medan selama 6 bulan ini. Hal ini sesuai dengan regulasi terbaru Kementerian Kesehatan yang mewajibkan rasio satu tenaga kesehatan untuk satu shift layanan.
” Dengan penambahan tenaga ini, kita optimis dalam 6 bulan ke depan, seluruh 12 mesin cuci darah dapat beroperasi maksimal untuk melayani 24 pasien dalam dua shift setiap harinya. (Suaib Rizal).



