Bapenda Madina Jemput Bola Genjot PAD, Targetkan PBB Akhir Tahun diatas 95 Persen

Madinapos.com, Panyabungan –Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menggenjot realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjelang akhir tahun 2026. Salah satu strategi utama yang diandalkan adalah menerapkan pola “jemput bola” dengan mengerahkan tim dari kelurahan untuk turun langsung ke lapangan.

Langkah ini diambil guna memanfaatkan sisa waktu dua bulan terakhir agar target keseluruhan PAD dapat tercapai di kisaran 95% hingga 100% diakhir tahun.

Berdasarkan catatan Bapenda hingga akhir Oktober lalu, realisasi PAD Madina yang mencakup sektor pajak hotel, restoran, PBB, PBRT, pajak air tanah, dan galian C telah menyentuh angka Rp140 miliar atau berada di kisaran 81% dari total target PBPBD sebesar Rp176 miliar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bapenda Kabupaten Mandailing Natal, Ahmad Yasir Lubis, SP, MM, saat memimpin sosialisasi capaian peningkatan pajak di Aula Kantor Camat Panyabungan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh camat beserta jajaran serta para lurah setempat, Jum’at (6/11) pagi.

Dalam pemaparannya, Ahmad Yasir mematok target khusus bagi Kecamatan Panyabungan untuk mampu mendulang perolehan sebesar Rp500 juta hingga Rp800 juta selama periode November hingga Desember.

” Melalui jemput bola ini, capaian PBB skala kabupaten yang sebelumnya tertahan di angka 60% diharapkan mampu terdongkrak naik hingga 80%,” kata Yasir.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa instansinya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa kendala klasik yang dihadapi meliputi kemampuan ekonomi masyarakat, rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak, serta keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah luasnya wilayah geografis Kabupaten Mandailing Natal.

” Tantangan serupa juga datang dari sektor korporasi dan perusahaan yang memegang potensi pajak besar, namun belum sepenuhnya memiliki kesadaran selaras dalam memenuhi kewajiban fiskal terlebih di tengah tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat setiap tahunnya,” tambah Yasir.

Di sisi digitalisasi, ia menyebutkan Bapenda juga terbuka mengevaluasi penerapan aplikasi Sistem Pajak Bumi dan Bangunan Online (SIBUNGO) yang diluncurkan sejak Agustus lalu. Aplikasi ini diakui masih berada dalam tahap uji coba dan belum beroperasi secara maksimal.

” Pada tahap awal tahun pertama, penggunaannya difokuskan terbatas di lingkungan Pemkab Mandailing Natal sebelum nantinya diperluas secara bertahap kepada masyarakat luas pada semester pertama tahun depan,” jelasnya.

Diakhir, Yasir mengatakan, Aplikasi SIBUNGO sendiri dirancang terintegrasi langsung dengan server Bapenda dan Bank Sumut. Guna memastikan efektivitasnya, evaluasi menyeluruh terhadap sistem ini dijadwalkan pada Desember mendatang, yang kemudian dilanjutkan dengan perluasan akses hingga ke tingkat desa pada Januari, serta dibarengi dengan persiapan administrasi admin dan bimbingan teknis lanjutan bagi para petugas di lapangan. (Suaib Rizal).