Madinapos.com, NTT – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat serta jajaran pegawai yang terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi, mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, di Rutan Kelas IIB Ruteng pada Kamis (3/9/2026).
Bantuan yang dihimpun dari donasi seluruh jajaran Kemenimipas tersebut meliputi 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, serta obat-obatan dan multivitamin. Selain itu, tambahan bantuan turut disalurkan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenimipas dan Persatuan Ibu-ibu Pemasyarakatan (PIPAS).
Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat umum yang terdampak, jajaran pegawai Rutan Kelas IIB Ruteng, Warga Binaan Pemasyarakatan beserta keluarganya, serta pihak terdampak di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo.
” Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terkoordinasi. Kami ingin memastikan jajaran, Warga Binaan, dan masyarakat yang terdampak bencana tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” ujar Mashudi.
Selain menyerahkan bantuan, Mashudi bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT (Kanwil Ditjenpas NTT) meninjau langsung kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Berdasarkan hasil penilaian awal tim Direktorat Sarana, Prasarana, dan Pelayanan Pemasyarakatan (SSPP) yang diturunkan sebelumnya, sejumlah bagian bangunan Rutan Ruteng mengalami kerusakan berat dan memerlukan pembangunan kembali. Mashudi telah menginstruksikan Direktorat SSPP untuk segera menindaklanjuti kebutuhan sarana dan prasarana tersebut melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Di samping perbaikan infrastruktur, Mashudi memastikan bahwa pemenuhan hak-hak Warga Binaan tetap berjalan sesuai standar pelayanan dan peraturan perundang-undangan, termasuk proses pemberian remisi.
Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Decky Nurmansyah, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan kerusakan di Rutan Ruteng agar pelayanan pemasyarakatan tetap berjalan optimal.
” Kondisi Rutan Ruteng membutuhkan dukungan dan tindak lanjut, terutama pada bagian bangunan yang terdampak gempa. Kami akan terus berkoordinasi dan menyampaikan kondisi di lapangan agar penanganannya dapat segera dilakukan,” kata Decky.
Dalam rangkaian kunjungan kerja yang sama, Mashudi juga meninjau lahan milik Kemenimipas seluas sekitar 3,3 hektare di Labuan Bajo. Lahan tersebut saat ini tengah dalam proses penyesuaian administrasi dan status pertanahan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada Kemenimipas. Ia meminta agar pengawalan terhadap proses administrasi aset ini terus dilakukan hingga tuntas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Rls/hallonews.id).


