Saipullah-Atika Hadiri Pelantikan Kadin Madina periode 2026-2030, Dorong Sinergi dan Investasi Daerah

Madinapos.com, Panyabungan – Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri pelantikan pengurus dan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Madina Periode 2026-2030 di Ballroom Aula Ladang Sari, Kecamatan Panyabungan, Kamis (3/09/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Saipullah mengucapkan selamat kepada Bahran Saleh Daulay yang kembali terpilih sebagai Ketua Kadin Madina beserta jajaran pengurus.

“Selamat kepada Ketua Kadin Madina dan seluruh pengurus. Mudah-mudahan amanah dan tugas yang diberikan dapat dijalankan dengan baik,” ujar Saipullah.

Bupati mengajak Kadin menjadikan pelantikan ini sebagai momentum untuk bergerak maju dan menunjukkan alokasi diri.

“Jalin kerja sama dengan pemerintah. Mari kita undang investor ke daerah ini. Mari kita bersatu untuk memajukan Madina,” tegasnya.

Saipullah menyebut potensi daerah harus dikelola dengan baik. Ia meminta Kadin membuat program yang menjanjikan dan disinergikan dengan program pemerintah, serta mengajak investor dari luar daerah untuk menggali potensi yang ada di Madina.

Di kesempatan yang sama, Bupati juga menyinggung PT Sorik Mas Mining yang hingga saat ini belum memberikan kontribusi kepada daerah. “Saya sudah bersurat kepada Gubernur Sumut untuk mencabut izinnya,” katanya.

Ketua Kadin Madina Bahran Saleh Daulay mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin Kadin Madina periode kedua.

Ia menegaskan pengurus baru akan diarahkan pada 3 pilar utama kerja organisasi.

1. Sinergi dengan Pemerintah
“Kita siap berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Madina untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang pro-bisnis dan menyerap tenaga kerja lokal,” kata Bahran.
Menurutnya, kolaborasi penting agar setiap kebijakan pemerintah juga berpihak pada iklim usaha dan penciptaan lapangan kerja di Madina.

2. Iklim Investasi Sehat
Kadin akan mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat.
“Kita akan membuka ruang bagi investasi yang berkualitas, ramah lingkungan, serta melibatkan potensi dan tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Bahran menekankan investasi yang masuk ke Madina harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, bukan hanya mengeksploitasi sumber daya.

3. Penguatan UMKM Lokal
Pilar ketiga adalah penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kita akan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas, go-digital, dan mampu memperluas pasar,” tegas Bahran.

Penguatan UMKM dinilai menjadi kunci ketahanan ekonomi daerah dalam menghadapi inflasi dan tantangan ekonomi global.

Bahran berharap dengan tiga pilar ini, Kadin Madina dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madina. (Suaib Rizal).