Cahaya Baru di Desa Patialo: Liputan Garuda TV Soroti Transformasi Listrik dan Apresiasi untuk Presiden Prabowo

Madinapos.com, Mandailing Natal Program unggulan Garuda TV “Untukmu Indonesia” merilis episode terbaru bertajuk “Suluh Peradaban Lembah Mandailing”. Tayangan ini menyoroti potret kehidupan, semangat gotong royong, hingga transformasi besar masyarakat di Desa Patialo, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kontras Suasana: Dari Kegelapan Menuju Terang Benderang.

Liputan khusus Garuda TV tersebut merekam perubahan drastis pada dinamika kehidupan warga Desa Patialo
setelah sekian lama menantikan hadirnya energi listrik.

Suasana Sebelum Ada Listrik:

Desa Patialo kerap diselimuti kegelapan begitu matahari terbenam. Warga hanya mengandalkan lampu pelita (teplok) atau mesin genset bernilai operasional mahal untuk penerangan terbatas. Kondisi ini membuat aktivitas warga terhenti lebih cepat, anak-anak kesulitan belajar di malam hari, dan roda perekonomian desa berjalan lambat.

Suasana Sesudah Ada Listrik:

Masuknya aliran listrik mengubah wajah desa secara drastis. Rumah-rumah warga dan jalanan desa kini terang benderang. Kehadiran listrik menghidupkan kembali suasana malam—anak-anak dapat belajar dengan nyaman, usaha mikro warga tumbuh hingga malam hari, serta akses informasi dan komunikasi masyarakat semakin terbuka luas.

Kehadiran Pemkab dan Apresiasi kepada Presiden Prabowo.

Momen bersejarah ini dihadiri langsung oleh Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mandailing Natal yang turun ke lapangan untuk menyaksikan langsung kebahagiaan warga Desa Patialo Kamis (23/07/2026) lalu.

Dalam tayangan tersebut, Pemkab Mandailing Natal beserta warga setempat menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto. Ucapan terima kasih ini disampaikan atas usulan dan perhatian pemerintah pusat yang berhasil mendorong masuknya jaringan listrik ke Desa Patialo, Kecamatan Kotanopan.

Listrik tersebut kini menjadi “suluh peradaban” nyata yang membangkitkan asa dan perekonomian warga di wilayah pelosok. (Hamzah).