Madinapos.com, Tambangan – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, meninjau langsung lokasi Lubuk Larangan Anak Yatim di Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, setelah mendapat laporan terkait fenomena kematian ribuan ikan secara mendadak.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan dan kadis kominfo Kabupaten Mandailing Natal, jajaran Forkopimcam, Kepala Desa, serta tokoh masyarakat setempat.pada minggu, ( 20/9/26 ).
Setibanya di lokasi, Bupati Saipullah melihat langsung kondisi puluhan bangkai ikan merah (jurung) yang telah dikumpulkan warga di tepi sungai, serta memantau kondisi aliran air sungai yang menjadi kawasan wisata adat dan kekayaan budaya masyarakat Tambangan tersebut.
Bupati Saipullah Nasution menyampaikan bahwa kematian massal ikan jurung tersebut diketahui sudah berlangsung sejak Selasa pekan lalu. Langkah cepat dan penanganan teknis pun langsung dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan.

“Sejak tadi pagi, Dinas Perikanan sudah mulai memberikan obat sebagai langkah pencegahan awal agar kematian ikan tidak terus bertambah,” ujar Saipullah saat memberikan keterangan di lokasi.
Selain pemberian obat, Pemkab Madina juga mengambil sampel ikan dan air sungai untuk diperiksa secara komprehensif di laboratorium di Kota Medan guna memastikan penyebab pasti kematian ikan-ikan tersebut.
Dari peninjauan fisik di lingkungan sekitar, ditemukan adanya saluran parit atau bondar buangan limbah rumah tangga serta dugaan kebocoran septic tank milik pemukiman warga yang mengalir langsung ke badan sungai. Hal ini diduga turut berkontribusi terhadap pencemaran kualitas air sungai.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemkab Madina juga merencanakan pembuatan bronjong penguat guna menambah debit dan genangan air lubuk, sehingga ekosistem air sungai dapat kembali terjaga dengan baik. (Hamzah).

