Pedagang Los Pasar Baru Panyabungan Keluhkan Tumpukan Sampah dan Tembok Belakang yang Rawan Maling

Madinapos.com, Panyabungan – Sejumlah pedagang yang menempati los di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, mulai mengeluhkan kondisi infrastruktur dan kebersihan di lingkungan pasar. Selain masalah tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma tak sedap, kondisi tembok pembatas di bagian belakang pasar dinilai rawan memicu aksi kriminalitas seperti pencurian.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (6/6/2026), tumpukan sampah plastik, sisa sayuran, dan limbah pedagang tampak menggunung di beberapa titik area parkir serta jalan masuk pasar. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menebarkan bau busuk yang dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada kesehatan pedagang maupun pengunjung.

Muktar Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa masalah sampah ini sudah cukup menggangu pembeli yang datang, mudah-mudahan ada penanganan yang maksimal, dari dinas terkait.

“Setiap hari sampah terus menumpuk di sini. Selain baunya menyengat, lalat juga banyak. Kami khawatir pembeli jadi malas datang ke los kami karena tidak nyaman dengan baunya,” ujarnya, Sabtu (6/6).

“Tembok Belakang Rendah, Rawan Disatroni Pencuri”

Tak hanya persoalan sampah, para pedagang juga mengkhawatirkan masalah keamanan barang dagangan mereka. Kondisi area belakang pasar dinilai sangat terbuka lantaran tembok pembatas yang ada tergolong rendah dan hanya dilapisi kawat berduri yang mulai berkarat.

Di beberapa bagian, terdapat tumpukan jerami dan material tanah yang meninggi, sehingga memudahkan orang asing untuk melompati pagar dan menyelinap ke dalam area los pedagang, terutama pada malam hari saat aktivitas pasar sepi.

“Tembok belakang itu sangat rawan. Kalau malam, suasananya sepi dan posisinya langsung berbatasan dengan jalan tanah. Kami selalu was-was meninggalkan barang dagangan di los karena takut kemalingan,” tambah pedagang lainnya.

“Respon Kepala Dinas Perdagangan”

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Kadis Perindag) Kabupaten Mandailing Natal Parlin lubis, yang turun langsung meninjau lokasi los Pasar Baru menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Saya telah berkoordinasi secara intensif dengan Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meminta penempatan satu unit armroll (bak sampah besar) di kawasan Pasar Baru sebagai Tempat Penampungan Sementara sebelum sampah diangkut dan tadi malam saya juga sudah meminta kepada petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup agar sampah di Pasar Baru diangkut secara rutin”ujar Kadis Perindag saat diwawancarai di lokasi.
Terkait masalah keamanan, ia menambahkan bahwa pihak Dinas Perdagangan sedang berupaya mendorong dinas terkait agar pembangunan infrastruktur pengaman segera direalisasikan.

“Mengenai tembok pembatas, kami berharap dinas terkait dapat segera melakukan pembangunan atau peninggian fisik bangunan. Ini menjadi prioritas kami demi menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pedagang yang beraktivitas di sini. Selain itu masalah air bersih juga menjadi perhatian kami, yang mana bak penampungan air sudah 2 kali bocor sehingga volume air berkurang. Apabila mesin air kita nyalakan secara terus menerus maka sangat rawan terjadi kerusakan dan kami sudah melakukan penggantian mesin sebanyak 2 kali. Infrastruk di pasar baru ini tidak ada yang murah, sementara Dinas tidak ada dana maintenance sehinga kami perlu berfikir tujuh keliling untuk mengatasi segala kendala operasional pasar” pungkasnya.

Para pedagang berharap komitmen dari Dinas Perdagangan serta sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup ini dapat segera terealisasi di lapangan, sehingga masalah penumpukan sampah dan ancaman keamanan di area belakang pasar dapat tuntas dalam waktu dekat. (Hamzah).