Dulu Sepi Kini Berseri: Los Pasar Baru Panyabungan Mulai Ramai, Omset Pedagang Meningkat

Madinapos.com, Panyabungan – Wajah Pasar Baru Panyabungan kini berubah total. Area los di dalam pasar yang dulunya cenderung sepi dan mati suri, saat ini terpantau ramai dipadati oleh para pedagang yang sebelumnya berjualan di area belakang tembok.

Peralihan tempat berjualan ini terbukti membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Salah satunya diakui oleh pemilik Warkop “Menyala”. Semenjak los Pasar Baru ini mulai ramai ditempati, omset penjualannya meningkat drastis hingga tiga kali lipat. Atas perubahan positif ini, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang telah memfasilitasi penataan pasar.

Kenyamanan ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi juga oleh masyarakat selaku konsumen. Salah seorang pembeli yang diwawancarai di lokasi mengungkapkan rasa nyamannya saat berbelanja sekarang. Menurutnya, kondisi pasar saat ini jauh lebih tertata rapi dibandingkan tempat yang lama di belakang tembok, yang dinilai sangat semrawut dan becek.

Dalam peninjauan langsung ke lokasi pada Sabtu (6/6/2026), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Mandailing Natal, Parlin Lubis, hadir didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) serta sejumlah perwakilan pedagang kaki lima (PKL).

Parlin Lubis menegaskan bahwa sejak instruksi perpindahan dimulai pada tanggal 1 lalu, progres keterisian los oleh pedagang sudah menunjukkan angka yang sangat signifikan.

“Alhamdulillah, jika kita persentasekan, saat ini pedagang yang masuk dan mulai menempati los di dalam Pasar Baru ini sudah mencapai 90 persen. Adapun sekitar 10 persen sisanya yang belum sepenuhnya menggelar dagangan, bukan karena menolak, melainkan karena mereka masih dalam proses berbenah, membersihkan lapak, dan memperbaiki instalasi tempat jualan masing-masing agar lebih nyaman saat melayani pembeli nantinya,” jelas Parlin Lubis.

Parlin juga menguraikan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap beberapa kekurangan fasilitas yang ada di lokasi baru. Berdasarkan hasil dialog langsung dengan pengurus pedagang di lapangan, Dinas Perindag telah memetakan dua poin krusial yang akan segera diintervensi:

Pemerintah melihat perlu adanya langkah mitigasi segera berupa penambahan pembangunan fisik tembok pembatas dan pemasangan kawat duri di area strategis guna mencegah penjarahan atau kehilangan barang milik pedagang saat pasar tutup.

Dinas Perindag sudah berkoordinasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menempatkan satu unit ambrol (bak penampungan sampah sementara ukuran besar) di area pasar.

“Perlu dipahami bahwa penanganan tata ruang pasar ini tidak bisa bertumpu pada Dinas Perdagangan sendiri. Kami memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, sehingga pola penanganannya harus kolaboratif melibatkan dinas-dinas terkait,” tambah Parlin.

Menutup penjelasannya, Parlin Lubis menegaskan bahwa Dinas Perindag akan rutin turun ke lapangan untuk mengawal masa transisi ini.

Seluruh aspirasi, keluhan teknis, dan kebutuhan mendesak para pedagang akan dirangkum dalam laporan komprehensif yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah dan Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah).
Langkah cepat ini diambil agar alokasi anggaran pembenahan fasilitas Pasar Baru Panyabungan dapat diprioritaskan pada tahun anggaran berjalan. (Hamzah).