Klarifikasi Jalan Rusak dan Kecelakaan Warga, Kades Lubuk Bondar Panjang: Kami Tidak Pernah Tutup Mata

Madinapos.com, Batang Natal – Kepala Desa (Kades) Lubuk Bondar Panjang, Irwansyah Lubis, akhirnya angkat bicara merespons viralnya pemberitaan mengenai kerusakan infrastruktur jalan serta insiden kecelakaan yang menimpa belasan warganya di Kecamatan Batang Natal.

Menanggapi berbagai asumsi miring yang berkembang di media sosial, Irwansyah menegaskan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Lubuk Bondar Panjang tidak pernah mengabaikan kondisi fasilitas umum di wilayahnya. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi sekaligus meluruskan duduk perkara yang sebenarnya.

Irwansyah menjelaskan, perbaikan infrastruktur jalan sebenarnya telah menjadi agenda rutin yang diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Namun, realisasi di lapangan terbentur oleh keterbatasan alokasi Anggaran Dana Desa (ADD).

” Anggaran kita sangat terbatas dan harus dibagi untuk sektor prioritas lain sesuai regulasi pemerintah pusat, seperti BLT, ketahanan pangan, penanganan stunting, hingga penyediaan sarana listrik bagi warga yang sebelumnya belum terjangkau PLN,” ujar Irwansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2026) pagi.

Ia menambahkan, kendala geografis berupa kontur tanah yang labil dan medan yang berat membuat biaya perbaikan jalan menjadi sangat tinggi, melampaui kemampuan fiskal desa. Meski begitu, Pemdes telah mengalokasikan perbaikan ruas jalan sepanjang 100 meter dalam APBDes Tahun 2026.

Terkait insiden kecelakaan mobil pick-up rombongan pelayat, Irwansyah menyampaikan duka cita mendalam. Pihaknya mengaku telah bergerak cepat melakukan evakuasi serta menanggung biaya pengobatan korban di bidan di Muara Soma hingga menjeguk ke rumah Sakit serta Koordinasi intensif terus dibangun dengan Kades Hatupangan juga pihak kecamatan guna mencari solusi terbaik bagi para korban.

Sebagai upaya mitigasi jangka pendek, Irwansyah mengungkapkan bahwa masyarakat telah melaksanakan gotong royong massal mulai Rabu (3/6/2026) untuk memperbaiki titik jalan yang paling membahayakan.

Menyadari keterbatasan kewenangan di tingkat desa, Irwansyah sangat mengharapkan intervensi dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Ia memohon dukungan konkret dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta DPRD setempat agar perbaikan jalan dapat ditingkatkan melalui alokasi APBD Kabupaten.

” Kami berharap ada sinergi dan kolaborasi nyata agar permasalahan jalan ini bisa dituntaskan secara permanen. Anggaran desa saja tidak akan cukup untuk menuntaskan medan seberat ini,” tegasnya.

Menutup klarifikasinya, Irwansyah mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan empati dan solidaritas. Ia berharap publik tidak terjebak dalam saling menyalahkan, melainkan fokus pada kemanusiaan.

” Mari kita gunakan hati nurani untuk membangun ukhuwah (persaudaraan). Jika belum bisa membantu secara materi, doa yang tulus sangat diharapkan untuk kesembuhan saudara-saudara kita yang menjadi korban,” pungkasnya. (Suaib Rizal).