Madinapos.com, Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina) H Saipullah Nasution menghadiri pembukaan Lubuk Larangan di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (28/3) pagi.
Acara yang menjadi kearifan lokal masyarakat setempat ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh ratusan warga yang antusias untuk memanen ikan.
Bupati Madina kepada media ini menekankan bahwa Lubuk Larangan bukan sekadar ajang menangkap ikan bersama, melainkan simbol keberhasilan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem sungai.
Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mencemari sungai dengan sampah plastik maupun limbah rumah tangga.
” Tradisi Lubuk Larangan adalah warisan leluhur yang harus dipertahankan karena mengandung nilai gotong royong dan disiplin dalam menjaga alam, untuk itu kita mengingatkan warga agar tetap menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan tidak merusak habitat ikan di masa depan,” ajak bupati.

” Karena sungai adalah urat nadi kehidupan. Dengan adanya Lubuk Larangan, kita diajarkan untuk bersabar dan memberi ruang bagi alam untuk pulih. Saya berharap kesadaran ini terus tumbuh, bukan hanya saat pembukaan lubuk saja, tapi setiap hari,” tambahnya.
Bupati juga mengapresiasi pihak panitia penyelenggara lubuk larangan ini, dimana dana dari tiket dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.
” Kita dari Pemkab Madina mengapresiasi panitia, dari informasi nya dana yang terkumpul dari tiket ini akan diperuntukkan untuk tanah wakaf dan keperluan masyarakat banyak, khususnya warga Dalan Lidang Lubuk Sibegu,” katanya.
Diakhir bupati berharap kepada masyarakat agar terus melestarikan tradisi Lubuk Larangan ini, karena sangat berdampak terhadap UMKM masyarakat sekitar. (Suaib Rizal).
