Pegiat Seni Usul Pentas Musik Mingguan Digelar di Taman Kota Panyabungan

Madinapos.com, Panyabungan – Pegiat seni di Mandailing Natal (Madina) mengusulkan pemanfaatan Taman Kota Panyabungan sebagai panggung pentas musik mingguan untuk mendorong perputra roda ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitarnya.

Selama ini, ruang terbuka hijau sering hanya dilihat sebagai tempat rekreasi visual. Namun, melalui sudut pandang pemanfaatan ekonomi kreatif, aktivasi panggung seni berkala dinilai dapat mengubah taman kota menjadi pusat perputaran uang yang menjanjikan bagi pedagang lokal.

Pegiat seni di Madina, Hamzah Fansuri, menilai pasca gelaran Festival Rondang Bulan, para remaja kehilangan panggung untuk menyalurkan bakat mereka. Kondisi ini sebenarnya menjadi peluang besar jika pemerintah mau mengintegrasikan kegiatan seni dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

“Harusnya hal-hal seperti ini kita dukung penuh. Bakat anak-anak kita banyak, tapi wadahnya yang kurang,” ujar Hamzah.

Menurut Hamzah, jika pentas musik ini digelar konsisten minimal sekali dalam sepekan, daya tarik penonton akan menciptakan pasar buatan yang menguntungkan bagi para pedagang kaki lima dan pelaku UMKM kuliner di area taman.

Hubungan timbal-balik antara seniman yang membutuhkan panggung dan pedagang yang membutuhkan keramaian pembeli menjadi kunci usulan ini.

“Bahkan ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan juga untuk daerah. Salah satunya peningkatan UMKM lokal yang ada di sekitaran taman. Masyarakat pun punya hiburan rutin jika mengunjungi taman kota, minimal dibuat satu kali seminggu,” tambahnya.

Melalui langkah ini, Pemkab Madina melalui dinas terkait diharapkan tidak lagi melihat seni dan UMKM sebagai dua sektor yang terpisah.

Dengan pengelolaan panggung berkala yang konsisten, Taman Kota Panyabungan berpotensi menjadi pusat ekonomi kreatif baru yang mandiri di Kabupaten Madina. (Hamzah).