Madinapos.com – Panyabungan.
Menindaklanjuti perintah Menteri Dalam Negeri, melalui Dirjen Kependudukan Sipil yang merupakan rekomendasi Rapat Koordinasi Nasional, Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melakukan Perekaman E-KTP bagi penyandang disabilitas ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang beralamat di Kompleks Stain Kecamatan Panyabungan.
Kadis Disdukcapil Madina Ridwan Nasution kepada media ini mengatakan ini hasil Rakornas Se Indonesian meminta agar Dukcapil Daerah jemput bola mengurus Adminduk Peyandang Disabilitas seperti perekaman E-KTP, Akte Kelahiran dan Kartu Indentias Anak (KIA).
Ia juga mengatakan seperti diketahui banyak penyandang disabilitas Sekolah SLB yang hingga sekarang belum memiliki Adminduk,” hasil koordinasi kita dengan Kepala Sekolah SLB, siswa/siswi SLB mulai dari umur 16 sampe 26 tahun banyak yang belum memiliki Adminduk, maka hari ini kita menjadwalkan melakukan perekaman di sekolah hari ini”, katanya Sabtu (26/3)
” Hari ini dari data yang telah diberikan kepala sekolah, sebanyak 41 orang siswa diatas 17 tahun akan kita lakukan perekaman E-KTP dan hari ini langsung siap, kemudian untuk usia 15 dan 16 tahun ada sebanyak 26 orang kita akan cetak dikantor dijadwalkan paling lama slesai hari Senin ini (28/3), langsung kita serahkan pada kasek biar dibagikan langsung pada siswa,” katanya
Sebagai penutup Ridwan Nasution menekankan pada masyarakat jompo atau sakit, yang belum memiliki E- KTP ataupun Adminduk lainnya tidak bisa hadir ke kantor Disdukcapil untuk melaporkannya segera ke kantor, karena kita siapa Jemput Bola walaupun hanya satu orang
Dari pantauan Awak media, Petugas dari Dukcapil Madina terlihat sabar memandu siswa/siswi SLB yang hendak akan melakukan perekaman.
Sementara Nikmah salah satu orang tua siswa yang ikut melakukan perekaman mengucapkan terimakasih pada Disdukcapil Madina yang telah turun langsung melakukan perekaman eKtp pada anaknya,” bersyukur, saya tidak lagi repot membawa anak ke kantor, kalau disini ada yang membantu anak yang sudah dikenali dan faham cara penanganannya”, tutupnya. (Suaib)











