Menu

Mode Gelap

Wisata

Ekowisata Desa Pastap Julu Terus Menggeliat


					Ekowisata Desa Pastap Julu Terus Menggeliat Perbesar

Madinapos.com – Pastap Julu

Ekowisata Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal semakin hari semakin dikenal. Keindahan alam desa dan beragam macam wisata yang ada di desa ini, membuat desa ini menarik minat pengunjung baik lokal bahkan manca negara.

Di desa ini ada sejumlah objek wisata yang ditawarkan kepada pengunjung, diantaranya Tubing, Camping Crown, wisata air terjun, panjat tebing dan lintas alam, bahkan wisata terbaru ada arung jeram dan wisata sawah.

Pembukaan Desa ini menjadi desa wisata berawal dari rendahnya pendapatan perekonomian warga desa yang dikelilingi oleh hutan lindung dan Taman Nasional Batang Gadis, warga masyarakat tidak sebebas dari desa desa lain yang ada di Mandailing Natal.

Kepala Desa Pastap Julu Alimusa Manto Lubis pada Madinapos mengaku, beranjak dari situ, sebagai solusi meningkatkan perekonomian warga, terpikirlah untuk mengelola keindahan alam dengan pola menjual jasa, bagi wisatawan yang berkunjung akan di suguhkan beragam kegiatan yang dipandu oleh pemandu lokal (warga setempat).

Dijelaskan Manto Lubis, program ini selain didukung oleh desa juga didukung penuh oleh Dinas Prawisata Propinsi dan TNBG ” kalau pemerintah daerah hanya tutup mata pada program saya padahal prosepeknya sangat bagus ” keluh Manto

Baru baru ini, pengunjung dari Autralia bahkan  menginap di desa selama seminggu hanya untuk menikmati wisata Desa Pastap. Mereka mencoba semua jenis wisata di lokasi, termasuk arum jeram dan agro wisata memanen hasil pohon aren dan buah cacao/ coklat.

Dikatakan Kades Pastap Julu, setiap paket, akan ada pemandu dari warga desa, inilah tambahan pendapatan warga selain dari bertani dan berkebun dan setiap paket ada pemasukan ke kas desa.

Sejak ditetapkannya Desa pastap Julu menjadi Desa eko Wisata, perkapita pendapatan masyarakat desa meningkat, yang biasanya dikisaran Rp.150 ribu saja  per minggunya, saat ini sudah dikisaran Rp. 500 ribu Rupiah per minggunya.

Meski sektor wisata Desa ini sudah menggeliat, namun infrastruktur jalan menuju desa masih butuh perhatian dari Pemerintah, atas kondisi tersebut, Alimusa Manto Lubis mengharapkan perhatian dari Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Kementerian Parawisata sehingga nanti Desa Mandiri di Sumatera Utara tercipta dan bisa menghasilkan PAD.

Redaksi : Nap

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Lopo Kopi Jambatan Merah, Tujuan Turis Kancah Internasional Nikmati Kuliner Khas Mandailing Natal

25 September 2022 - 08:48

Kadis Pariwisata Madina : Cukup Alasan Menjadikan Desa Kayu Laut Sebagai Kampung Kuliner

24 September 2022 - 17:19

Peringati Hari Pariwisata Sedunia 2022, YPPM Madina Perkenalkan Kue Bika Bakar Kayu Laut

24 September 2022 - 10:58

Putri Ekowisata Indonesia Sumut Kunjungi Pantai Pulo Karo, Mandailing Natal

12 September 2022 - 11:04

Meriahkan HUT-RI Ke 77 Tahun 2022, Kecamatan Natal Gelar Pemilihan Buyung & Upik

5 Agustus 2022 - 18:39

LPPM USU Dan Kadis Pariwisata Madina Kunjungi Ekowisata Kebun Stroberi Desa Hutanamale

16 Juli 2022 - 22:44

Trending di Wisata