Saipullah jadi Pemateri Kuliah Tamu di Akbid Armina Centre Panyabungan

Madinapos.com, Panyabungan – Ketua umum DPP Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) dohot anakboruna, H. Saipullah Nasution, SH, MM menjadi pemateri pada kegiatan kuliah tamu di Akademi Kebidanan (Akbid) Armina Centre Panyabungan, Madina, Sabtu (19/10/2024).

Saipullah yang juga sebagai Ketua Umum Ikanas itu terlihat mahir memberikan materi kuliah. Dia membawa materi kuliah berjudul: pelayanan kesehatan berbasis integritas dan profesionalisme.

Mulanya, Saipullah didampingi beberapa relawan disambut Direktur Akbid Armina Centre Panyabungan, Aryunita, SST, M.Kes dan Ketua Yayasan, dr. Safruddin Nasution.

Melihat poster visi-misi Akbid Armina Centre Panyabungan, Saipullah menyebut materi yang dia sampaikan hampir sama. Akbid Armina memiliki visi: menjadikan tenaga bidan profesional, mandiri dan adaftif terhadap perubahan dan daya saing di wilayah Sumatera Utara.

Saipullah membedah judul materi yang dia sampaikan. Pertama, Sutan Kumala Perhimpunan Naposo itu menjelaskan tentang pengantar pelayanan publik dalam kesehatan.

” Pelayanan publik adalah semua aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah atau lembaga publik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan layanan seperti pendidikan, transportasi, dan kesehatan,” katanya.

Saipullah juga menyebut peran tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Dia mengatakan pentingnya memberikan pelayanan berkualitas dengan pendekatan yang berfokus pada pasien.

Selanjutnya Saipullah menjelaskan tentang integritas dalam pelayanan kesehatan. Defenisi integritas yang dimaksud adalah menjunjung tinggi kejujuran, tranparansi, dan etika dalam setiap tindakan.

” Contoh nyata, memprioritaskan kepentingan pasien di atas kepentingan pribadi, menghindari korupsi atau gratifikasi dan menjaga rahasia pasien (rahasia medis),” ungkapnya.

Sedangkan makna profesionalisme dalam pelayanan kesehatan, kata Saipullah, adalah menjalankan tugas sesuai keahlian, pengetahuan yang baik dan sikap yang tepat.

” Contoh nyata, arti profesionalisme itu adalah tepat waktu dalam bekerja, memberikan informasi yang jelas kepada pasien, dan menghormati pilihan pasien,” terang Saipullah.

Saipullah menyimpulkan, kolaborasi integritas dan profesionalisme adalah dua elemen kunci yang berperan vital dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

” Dengan membangun kepercayaan antara pasien dan tenaga medis, serta mematuhi standar etika dan kompetensi, keduanya menciptakan lingkungan yang aman dan efektif bagi pasien,” tutupnya.

Berdasarkan laporan pembawa acara, Akbid Armina Centre berdiri sejak tahun 2007. Akademi ini sudah meluluskan 1.000 alumni yang sudah tersebar di seluruh wilayah Madina, bahkan bekerja di luar daerah.

Kuliah tamu diakhiri dengan sesi tanya-jawab antara pemateri dengan mahasiswa. Pihak Akbid Armina Centre Panyabungan memberikan piagam penghargaan kepada Saipullah Nasution sebagai rasa bangga dan apresiasi atas ilmu yang disampaikan. (SRN).

Cabup Madina Saipullah Hadiri Pengajian Akbar di Kecamatan Siabu

Madinapos.com, Siabu – Calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution menghadiri undangan pengajian akbar di Kelurahan Siabu, Madina, Sabtu (19/10/2024).

Saipullah Nasution tiba di pengajian akbar per tiga bulan sekali itu pukul 08.20 WIB. Paslon bupati Madina berpasangan dengan Atika Azmi Utammi ini didampingi sejumlah pengurus partai politik pengusung, yakni PKS, NasDem, Demokrat, dan Hanura.

Saipullah Nasution dan rombongan disambut riang gembira oleh ratusan jamaah pengajian. Ustadz H. Ali Nasir Lubis menjadi tuan guru atau penceramah.

Dalam sambutannya, Saipullah Nasution memperkenalkan diri. Saipullah menyebut dirinya bukan orang baru di Kabupaten Madina, melainkan lahir dan sekolah sampai tamat SD di Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur.

” Karena ingin mengubah nasib, maka selepas SD saya merantau sambil kuliah. Alhamdulillah, berkat usaha keras, saya diterima bekerja di Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan selama 38 tahun lebih,” kata Saipullah.

Saipullah juga menyatakan keinginan dan dorongan yang kuat untuk menggunakan ilmu dan pengalamannya demi memajukan Kabupaten Madina, tanah kelahirannya.

” Rakyat Madina sejatinya bisa menggapai kemakmuran mengingat sumber daya alam yang melimpah, dari sektor pertanian, perkebunan hingga pertambangan. Semua itu butuh penanganan yang serius, kontinyu dan keikhlasan,” terangnya.

Mendengar tausyiah Ustadz Ali Nasir, Saipullah bergelar Sutan Kumala Parhimpunan Naposo ini mengakui peran kaum ibu lebih dominan dalam menciptakan kualitas anak, seperti pendidikan yang baik bagi anak-anaknya.

“90 persen pendidikan anak itu berada di tangan kaum ibu, karena kaum ayah banyak waktu mencari nafkah. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,” kata Saipullah.

Di lain sisi, Saipullah berharap jamaah pengajian dapat menyerap ilmu yang disampaikan H. Ali Nasir. Pasalnya, ilmu yang disampaikan bermanfaat diterapkan di lingkungan keluarga.

” Tujuan menghadiri pengajian itu sangat banyak. Selain memperkokoh ukuwah dan silaturahmi, juga untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan pengetahuan tentang agama Islam,” ujarnya. (SRN).

Selain Infrastruktur Fisik, Paslon SAHATA Juga Fokus Membangun SDM Madina

Madinapos.com, Panyabungan – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution–Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik jika terpilih pada Pilkada Madina 2024.

Paslon SAHATA juga berkomitmen membangun sumber daya manusia untuk melanjutkan keberhasilan pemerintahan Sukhairi-Atika di bidang pembangunan manusia yang indeksnya terus naik dari tahuh ke tahun.

Komitmen Paslon SAHATA untuk memprioritaskan pembangunan manusia itu tertuang pada poin ketiga visi-misi, yakni: peningkatan dan pembangunan karakter dan sumber daya manusia yang berakhlak dan berkompeten sehingga adaptif terhadap perkembangan dunia yang sangat dinamis.

Paslon SAHATA menyadari bahwa pembangunan manusia termasuk indikator yang menentukan peringkat atau level pembangunan suatu daerah.

” Indeks Pembangunan Manusia itu merupakan data strategis. Selain sebagai ukuran kinerja pemerintah, Indeks Pembangunan Manusia itu juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU),” kata Saipullah, baru-baru ini.

Saipullah mengatakan pembangunan fisik harus berbarengan dengan pembangunan SDM. “Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membangun SDM yang berintegritas, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.

Saipullah juga menegaskan jika terpilih memimpin Madina, pihaknya akan melanjutkan dan menyempurnakan keberhasilan Pemkab Madian saat ini dalam meningkatkan IPM ke level ‘sangat tinggi’

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 25 Maret 2024, selama pemerintahan Sukhairi-Atika, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Madina terus naik. Pada tahun 2023 saja, IPM Mdina mencapai 72,65 atau meningkat 0,48 poin (0,67 persen) dibandingkan tahun 2022. Dengan kata lain, selama 2020–2023, IPM Madina rata-rata meningkat sebesar 0,82 persen per tahun.

BPS merilis, peningkatan IPM Madina tahun 2023 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2023 di Madina memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,72 tahun. Harapan hidup ini meningkat 0,37 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

” Pembangunan manusia di Kabupaten Mandailing Natal terus mengalami kemajuan. Sejak tahun 2020, status pembangunan manusia Kabupaten Mandailing Natal telah berada di level ‘tinggi’. Selama 2020–2023, IPM Kabupaten Mandailing Natal rata-rata meningkat sebesar 0,82 persen per tahun, dari 70,89 pada tahun 2020 menjadi 72,65 pada tahun 2023,” tulis BPS di laman. (SRN).

Hari Pertama di Muara Batang Gadis, Atika Santuni 155 Anak Yatim dan Piatu

Madinapos.com, Muara Batang Gadis – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Atika Azmi Utammi Nasution blusukan di Kecamatan Muara Batang Gadis. Rencananya, dalam 10 hari kedepan dia akan berkunjung ke banyak desa untuk menyantuni anak yatim dan piatu.

Atika bersama rombongan bertolak dari Panyabungan pada Jumat (18/10/2024) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka tiba di Tabuyung sekitar pukul 06.30 WIB.

Sekitar pukul 11.00 WIB, calon wakil bupati itu bergerak menuju Batu Mundom, salah satu desa paling ujung di Muara Batang Gadis. Desa ini terkenal dengan keindahan Pulau Ilik.

Di desa ini, Atika menyerahkan santunan kepada 42 anak yatim dan piatu. Dalam kesempatan itu, dia meminta agar anak-anak tersebut mendoakan kesehatan dan kesuksesan bagi dirinya.

” Dalam Pilkada tidak boleh mengabaikan jalur langit. Sesuai ajaran agama yang saya anut, doa anak-anak kita ini menembus batas dan langsung sampai kepada Allah SWT,” kata wakil bupati Madina yang sedang cuti ini.

Dia menjelaskan, penyantunan anak yatim dan piatu ini bukan karena sudah masuk tahapan Pilkada. “Sebelumnya saya rutin menyalurkan gaji sebagai wakil bupati kepada anak yatim, piatu, dan jompo. Juga kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Atika mengungkapkan, saat ini lebih dari 2.500 anak yatim di Bumi Gordang Sambilan.” Kalau digabungkan dengan anak piatu, jumlahnya bisa lebih banyak,” lanjutnya.

Usai dari Desa Batumundom, Atika mengunjungi Desa Sikapas, Desa Singkuang II, dan Desa Singkuang I secara berurutan. Untuk hari pertama ini, total 155 anak yatim dan piatu yang menerima santunan dari calon wakil bupati yang berpasangan dengan Saipullah Nasution itu. (SRN).

Pilih SAHATA, Tokoh Masyarakat Yakin Saipullah Lanjutkan Pembangunan Pantai Barat

Madinapos, Natal – Tokoh masyarakat di wilayah pantai barat Mandailing Natal (Madina) menilai Saipullah Nasution sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di kabupaten paling selatan Sumatera Utara ini. Mereka yakin Saipullah sebagai birokrat yang bakal mampu melanjutkan pembangunan Madina, khususnya di wilayah pantai barat.

” Pak Saipullah itu birokrat senior di pemerintahan pusat. Pernah menduduki jabatan strategis selama bertugas 38 tahun di Kementerian Keuangan,”ungkap Asrizal, tokoh masyarakat di Kecamatan Natal.

Asrizal mengatakan berbekal segudang pengalaman di jajaran pemerintah pusat, calon bupati yang berpasangan dengan wakil bupati petahana, Atika Azmi Utammi Nasution, ini bakal mampu membawa kemajuan yang pesat di Bumi Gordang Sambilan ini.

” Pak Saipullah itu sudah terbukti sukses berkarier di Kementerian Keuangan. Kami yakin Pak Saipullah itu orang yang visioner dan betul-betul memahami tata kelola pemerintahan,” tuturnya.

” Itulah alasan kami menjatuhkan pilihan pada pasangan Saipullah-Atika (SAHATA) untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Madina,” ungkapnya.

Selain Saipullah, Asrizal menilai Atika sebagai wakil bupati petahana sukses menggiring anggaran untuk percepatan pembangunan di wilayah pantai barat.

Untuk diketahui, pada tahun 2023, Pemkab Madina mengucurkan alokasi dana Inpres Rp100 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pantai barat. Anggaran itu belum termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana multiyear yang digunakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lima tahun kedepan.

Pada tahun 2023, ada 10 ruas jalan di wilayah pantai barat yang dibangun oleh Pemkab Madina. Sepuluh ruas jalan itu mulai dari Simpang Jalan Negara-Batu Mundom, Nagajuang-Hutarimbaru, Bukit Mas-Kubangan Tompek, Jalan Dalam Kita Natal, Jalan Keliling Pasar Singkuang, Jalan Keliling Pasar Batahan, Jalan Lingkar Simpang Gambir, Jalan Panggautan Sikarakara 2, dan Tangsi Bawas-Kampung Sipirok. (SRN).

Paslon SAHATA Prioritaskan Pembangunan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Madinapos.com, Panyabungan – Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) berkomitmen melanjutkan keberhasilan Pemkab Madina dalam pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan.

Pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan ini menjadi program prioritas seperti tertuang dalam poin pertama misi yang diusung Paslon SAHATA jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati pada Pilkada Madina 2024.

Paslon SAHATA menjadikan pembangunan ekonomi berbarengan dengan pembangunan infrastruktur, sehingga memudahkan mobilisasi dan meningkatkan sinergitas dengan dunia usaha. Dengan demikian, perputaran ekonomi makin cepat bertumbuh.

Program tersebut melanjutkan dan menyempurnakan keberhasilan pemerintahan Sukhairi-Atika dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Madina dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 25 Maret 2024, perekonomian Madina tahun 2022 tumbuh 4,34 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2021 dengan pertumbuhan sebesar 3,20 persen.

Berdasarkan pendekatan produksi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 7,29 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 6,68 persen, serta lapangan usaha jasa lainnya sebesar 6,47 persen.

Ada tiga lapangan usaha yang berperan dominan terhadap PDRB Madina pada 2022, yakni lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 46,72 persen; lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,84 persen; serta lapangan usaha kontruksi sebesar 12,15 persen. (SRN).

Cabup Saipullah Saksi Akad Nikah Putri Pertama H Wardan dan Masrida Daulay di Tabuyung

Madinapos.com, Muara Batang Gadis – Muara Batang Gadis – Calon Bupati (Cabup) Mandailing Natal (Madina) nomor urut 02 H Saipullah Nasution menjadi saksi di Akad Nikah Sofia Wardani dan Anif Sucipta yang merupakan Putri dari salah satu tokoh masyarakat Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis H Wardan Batubara dan Masrida Daulay, Kamis (17/10) malam.

Kedatangan Cabup dengan Jargon SAHATA beserta rombongan kelokasi acara sempat membuat heboh serta mengundang perhatian dari seluruh tamu undangan yang hadir, tanpa menunggu lama, pihak keluarga dari kedua mempelai, kerabat juga masyarakat langsung menyambut Bg Ipul sapaan Akrabnya dengan hangat penuh kekeluargaan.

Pada kesempatan itu, orangtua dari mempelai wanita Wardan Batubara didampingi istri Masrida Daulay dalam keterangannya sengaja mengundang Bg Ipul menjadi saksi di acara akad nikah Putri nya, karena ia bersama Cabup SAHATA ini masih mempunyai hubungan kekeluargaan yang dekat juga bersahabat sejak lama.

” Terimakasih kepada Pak Saipullah dan rombongan, disela – sela kesibukannya berkampanye masih menyempatkan diri menghadiri akad nikah Putri Pertama saya,” ucapnya.

Begitu juga dengan Saipullah, ia mengaku cukup terharu dan bangga ikut serta dilibatkan dalam acara yang begitu sakral oleh sahabatnya itu yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Pantai Barat dan Desa Tabuyung.

” Menjadi saksi diacara Akad nikah Putri H Wardan ini suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya sebagai seorang sahabat,” kata Ketua Umum Ikanas tersebut.

” Kepada kedua mempelai semoga berbahagia, menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah dan diridhoi Allah SWT,” pungkasnya. (Sapril Daulay).

Cawabup Atika Pulang Kampung Sambil Santuni Anak Anak Yatim di Kotanopan

Madinapos.com, Kotanopan – Calon Wakil Bupati (Cawabup) nomor urut 02 Atika Azmi Utammi Nasution pulang kampung sembari manyantuni anak yatim piatu di Desa Singengu dan Desa Tombang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Rabu (16/10/2024).

Dalam penyantunan ini, titik pertama yang dikunjungi Desa Singengu yang juga merupakan tempat bermainnya dimasa kecil, Selain itu, keluarganya juga berasal dari sini.

” Di sini ada rumah nenek dan rumah Tulang. Saya juga sering makan pecal dan gorengan di desa ini,” katanya.

Atika mengungkapkan, dia juga sering menghabiskan libur lebaran di Desa Singengu. Bahkan semasa kanak-kanak dia acap mandi air leding. Biasanya selepas pulang sekolah dia main ke desa tersebut.

Namanya pulang kampung, Atika tak kuasa tidak menceritakan sedikit banyak masa kecilnya. Itu pula yang dia lakukan di titik ke dua penyantunan, Desa Tombang Bustak. Di desa ini bahkan ada beberapa kawan akrab wakil bupati Madina yang sedang cuti itu.

Desa Tombang Bustak boleh disebut sebagai jelajahan Atika di masa kecil. Di sini dia kerap memainkan permainan tradisional seperti petak umpet dan sebagainya. Tak hanya itu, Atika dan kawan-kawannya juga sering main ke sawah sebagaimana anak-anak pada masa itu.

Novianti, salah satu kawan sebaya Atika, menceritakan putri tokoh masyarakat H. Khoiruddin Nasution sosok yang rendah hati dan tak pilih-pilih kawan. “Semua dikawaninya,” kata Novi yang diamini beberapa ibu-ibu di lokasi.

Atika juga disebut sebagai sosok yang luwes. Mudah akrab dan menyenangkan. Dalam pergaulan, lulusan SMA Negeri 1 Kotanopan itu tak menunjukkan dirinya sebagai anak orang kaya.

Warga lain yang mengaku anaknya berkawan akrab dengan Atika mengungkapkan, meskipun lahir dari keluarga kaya, Atika tak merasa risih mendatangi rumah kawan-kawannya. ” Dia sering datang ke rumah. Anak-anak saat itu belum pakai motor. Jalan kaki dia dari rumahnya ke sini,” katanya.

Ibu-ibu yang lain pun mengamini. Bagi mereka, Atika sama sekali tidak berubah sebelum dan setelah terpilih menjadi wakil bupati. “Masih sering datang ke sini. Bergaul,” sebut mereka.

Keakraban Atika dengan warga terlihat saat acara penyantunan selesai. Dia menjumpai beberapa orang. Tak hanya menyapa, calon wakil bupati yang berpasangan dengan Saipullah Nasution itu terlihat bercengkerama dan bercerita. (SRN).

Atika Ajak PDP Muhammadiyah Bersama Pemerintah Membangun Madina

Madinapos.com, Panyabungan – Tokoh milenial Mandailing Natal (Madina) Atik Azmi Utammi Nasution mengajak Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) bersama bergandengan tangan dengan pemerintah membangun Kabupaten Madina.

Hal itu ia ungkapkan dalam pidatonya saat menghadiri pelantikan PDPM periode amaliyah 2023-2027 di Aula Ladangsari, Gunungtua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Selasa (15/10/2024).” Mari bergerak bersama membangun melihat potensi yang ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ajak Atika.

Di depan para pengurus, Atika Azmi mengucapkan selamat atas pelantikan PDPM Madina Periode 2023-2027. Atika mengatakan pelantikan ini jangan hanya sebatas seremonial, tetapi sebagai pemuda harus punya andil yang jelas.” Jadilah pemuda yang bermanfaat untuk orang di sekitar. Bagaimana pemuda Muhammadiyah bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Atika.

Organisasi Muhammadiyah, kata Atika, kekuatannya begitu solid. Hal itu terlihat dari aset yang dimiliki seperti sekolah dari tingkatan PAUD hingga universitas. ” Ini sebuah kekuatan yang layak dicontoh dan begitu solid,” pungkasnya.

Cawabup SAHATA nomor urut 02 ini begitu akrab dengan pengurus PDPM Madina, sesekali terlihat ia tidak segan – segan berdiskusi dan bertukar pikiran dengan semua. (SRN).

Di Mata Mereka, SAHATA Perpaduan Orangtua Bijak dan Anak Muda Cerdas

Madinapos.com, Panyabungan –Perempuan itu unik. Mereka cenderung bangga jika ada perempuan yang mewakilinya di pemerintahan, apalagi posisinya berada di pucuk. Itu pula alasan sejumlah kaum ibu di Kecamatan Panyabungan memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA).

Mereka mengaku bangga dan mendukung keberadaan Atika Azmi Utammi sebagai calon wakil bupati yang berpasangan dengan Saipullah Nasution.

” Kami memilih SAHATA nomor urut 02 di Pilkada nanti, karena keberadaan Atika Azmi sebagai calon wakil bupati mewakili kaum perempuan,” kata Epridayanti di Panyabungan, Rabu (16/10/2024).

Pada masa kekinian, menurut dia, kaum perempuan juga harus banyak berbuat demi kemaslahatan masyarakat. Masih maju sebagai calon wakil bupati Madina, kata dia, menunjukkan keinginan perempuan yang diwakili Atika untuk mengabdi pada kabupaten ini.

Apalagi, menurut Eprida, Atika berpasangan dengan Saipullah Nasution, tokoh asal Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, yang sudah puluhan tahun berpengalaman di pemerintah pusat.

” Paslon ini memang paket komplit yang saling melengkapi. Ada keterwakilan laki-laki dan perempuan. Perpaduan orangtua yang bijak dan anak muda yang cerdas dan pekerja keras,” tuturnya. (SRN).