Atika Sidak di Beberapa Instansi Layanan Publik di Madina

Madinapos.com, Panyabungan – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution melakukan speksi mendadak (sidak) di sejumlah instasi di Madina, Selasa (4/2/2025).

Beberapa instansi itu bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam hal layanan pemerintah daerah, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, DPMPTSP, dan Puskesmas Panyabungan Jae.

Oplus_131072

Atika menyebut, sidak ini bagian dari pengawasan guna memastikan para pegawai memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Predikat Zona Hijau Kualitas tertinggi (Predikat A) atas Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Ombudsman harus dipertahankan dan dijadikan motivasi untuk melakukan yang lebih baik.

Untuk hal-hal yang perlu dievaluasi harus pula menjadi perhatian bersama sehingga ke depan bisa diperbaiki demi kenyamanan masyarakat.

” Pelayanan publik yang baik akan terus menjadi prioritas kami,” ujarnya di laman fage facebook, Selasa.

Sebab, lanjutnya, pemerintah sejatinya hadir untuk memudahkan masyarakat memenuhi haknya, baik itu kesehatan, pendidikan, izin usaha, maupun administrasi kependudukan. (SRN).

Wabup Madina Imbau Warga Waspadai Peredaran Narkoba pada Momen Pergantian Tahun

Madinapos.com, Panyabungan – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengimbau semua elemen masyarakat membantu kepolisian untuk meningkatkan pengawasan peredaran narkoba yang disinyalir meningkat menjelang momen pergantian tahun.

Wabup Atika menyampaikan imbauan itu menyusul peristiwa penggerebekan pesta sabu di salah satu rumah di Komplek Perumahan GMC, Desa Hutabaringin, Kecamatan Panyabungan, Madina, Selasa (31/12/2024) dini hari.

” Kami mengimbau masyarakat proaktif membantu Kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba, terutama pada momen pergantian tahun ini,” kata Atika melalui sambungan telepon, Selasa (31/12/2024).

Atika juga mengimbau masyarakat agar tidak merayakan momen pergantian tahun dengan euphoria atau perbuatan yang sia-sia, terutama dengan mabuk-mabukan dan mengonsumsi narkoba.

Sebaliknya, wakil bupati peraih dua rekor MURI ini mengimbau masyarakat agar mengisi momen pergantian tahun ini dengan kegiatan positif yang mencerminkan kemuliaan akhlak, muhasabah atau intropeksi diri, menyadari kelemahan, kekurangan, dan mengevaluasi ketaqwaan.
” Mari kita isi momen pergantian tahun ini dengan bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita diberi keselamatan dan terhindar dari bencana,” tuturnya.

Seperti diberitakan, sehari menjelang malam pergantian tahun, warga menggerebek satu perempuan dan tiga laki-laki sedang pesta sabu di salah satu rumah di Komplek Perumahan GMC, Desa Hutabaringin, Kecamatan Panyabungan, Madina, Selasa (31/12/2024) dini hari.

Empat tersangka yang tertangkap basah pesta haram menjelang pergantian tahun itu diketahui warga Kelurahan Pasar Hilir, warga Desa Darussalam, Warga Pidoli Lombang, dan warga Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan.

Peredaran narkoba pada momen pergantian tahun disinyalir meningkat. Ini terlihat dari keberhasilan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) menggagalkan pengiriman narkoba jenis sabu-sabu seberat 50 kilogram dan 100.350 butir pil ekstasi. Diduga, narkoba ini akan diedarkan maupun dikonsumsi saat pesta malam pergantian tahun baru.

Sebanyak dua tersangka dan barang bukti diamankan polisi di parkiran mobil area Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Sumut.

” Di Bandara Kualanamu, kita amankan barang bukti sabu-sabu seberat 50 kilogram dan 100 ribu lebih butir ekstasi bersama tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Yemi Mandagi, Senin (30/12/2024) kemarin. (Rls)

HUT ke-31, Atika Terima Kado Spesial dari Ketua Partai Pengusung SAHATA

Madinapos.com, Panyabungan – Para ketua partai pendukung dan pengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah-Atika (SAHATA) menyerahkan kado spesial kepada Atika Azmi Utammi Nasution di Posko Pemenangan SAHATA, Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Madina, Ahad (1/12/20204) malam.

Kado berupa amplop berisi laporan hasil perhitungan suara Pilkada Madina pada tingkat kecamatan itu diserahkan bertepatan pada acara perayaan milad ke-31 Atika Azmi Utammi Nasution. Momen tersebut dirangkai dengan syukuran atas perolehan suara SAHATA yang mencapai 50,24 persen atau unggul 941 suaran dari Paslon ONMA pada Pilkada Madina 2024.

Ketua Tim Pemenangan SAHATA Khoiruddin Faslah Siregar mengatakan, raihan suara itu menjadi kado tersendiri bagi Atika yang menapaki usia ke-31. Dia berharap wakil bupati terpilih itu makin bijaksana dalam mengemban amanah.

Di sisi lain, ketua DPC PKB Madina ini mengungkapkan capaian suara tersebut tidak diperoleh dengan mudah. “Banyak dinamika yang terjadi sepanjang perhelatan, tapi itu semua menjadikan tim lebih solid,” lanjutnya.

Sementara Khoiruddin Nasution, ayah kandung Atika Azmi Utammi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen pemenangan yang bekerja keras, sehingga kemenangan ini bisa dicapai.

Senada dengan itu, Calon Bupati Madina nomor urut 2 Saipullah Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang bekerja memenangkan SAHATA. Dia pun meminta para saksi terus mengawal perhitungan suara sampai KPU Madina secara resmi mengumumkan hasil rekapitulasi.

” Terima kasih juga kepada media yang begitu penting perannya menyampaikan setiap kegiatan Saipullah-Atika kepada masyarakat. Menyampaikan berita-berita yang sejuk dan santun, sehingga terlihat Saipullah-Atika adalah pilihan yang tepat untuk memimpin Madina,” ujarnya.

Sementara Atika Azmi Utammi menceritakan ihwal pertemuannya dengan Saipullah hingga kemudian sepakat untuk maju bersama. “Awalnya saya maju sebagai bakal calon bupati. Tapi, setelah berjumpa sampai empat kali dan berdiskusi panjang dengan Pak Saipullah, kami sepakat untuk maju sebagai pasangan calon,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Saipullah-Atika menyerahkan santunan kepada seratusan anak yatim sebagai bentuk rasa syukur atas hasil yang diperoleh. ” Saya selalu percaya, kemudahan-kemudahan yang diperoleh tak lepas dari doa-doa anak yatim yang kami santuni,” sebut Atika.

Malam syukuran yang berlangsung sederhana dengan atmosfir kekeluargaan itu dihadiri Ketua DPD PKS Wahiddin Arjun, Ketua DPC Demokrat Harminsyah Batubara, Ketua DPD NasDem Sainal Abidin Nasution, Ketua DPC PPP Muhammad Irwansyah Lubis, Sekretsris Tim Pemenangan Dodi Martua, anggota DPRD dari partai pengusung dan pendukung, para pengurus partai, koordinator simpul relawan, tim media SAHATA, Tim Madina SAHATA dan ratusan simpatisan. (SAHATA Media Center).

Wakil Bupati Hadiri Wisuda Sarjana ke VI STAIN Madina

Madinapos.com, Panyabungan – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri Wisuda Sarjana ke VI Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) tahun 2024 dengan tema “Mewujudkan generasi muda yang berattitude unggul dan berdaya saing menuju Indonesia emas tahun 2045” Sabtu (30/11/2024).

Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna H.Amru Daulay desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan tersebut mewisuda sebanyak 431 mahasiswa/mahasiswi dari berbagai program studi (Prodi).

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Nasution dalam sambutannya menyampaikan, selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa STAIN Madina yang telah di wisuda pada hari ini, semoga ilmu yang telah diraih selama ini dapat berguna bagi nusa dan bangsa.

“Ini merupakan akhir kita belajar di kampus STAIN Madina dan awal menapakkan kaki di dunia nyata,” kata Atika.

Atika juga berpesan jadilah insan berdampak baik pada masyarakat setidaknya orang di sekeliling kita, bukalah lapangan pekerjaan terutama apa potensi yang ada di depan mata kita.

Pemerintah Kabupaten Madina akan berkoordinasi dengan STAIN dalam meningkatkan status STAIN Madina menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) nanti insaallah IAIN di upayakan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

“Dan langkah konkret yang sudah kita lakukan menyediakan lahan 4,2 hektar sebagai cikal bakal pembangunan gedung baru. Keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi tantangan bagi kita untuk mewujudkan IAIN/UIN tentu harus bersinergi antara Pemerintah daerah dan STAIN Madina untuk mengejar status tersebut,” sebut Atika.

Wakil Bupati juga mengingatkan kepada mahasiswa yang baru diwisuda dan orang tua untuk selalu melakukan cek aplikasi handphone/smartphone anak.

“Perkembangan teknologi hari ini memiliki dampak positif dan negatif, kami berharap dampak negatifnya dapat kita tangkal bersama, terutama teknologi yang memudahkan judi online, transaksi narkoba, dan menyebarkan informasi yang belum sesuai dengan umur,” ungkap Atika.

Atika berpesan untuk sama-sama memagari akhlak diri kita dan akhlak anak-anak kita dengan cara melakukan cek aplikasi di handphone/smartphone anak-anak dengan siapa dia berkomunikasi. (Diskominfo).

Atika Kembali Santuni Anak Yatim di Panyabungan Selatan

Madinapos.com, Panyabungan – Calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution kembali memberikan santunan kepada 59 anak yatim dan piatu di Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina.

Kali ini anak yatim dan piatu yang menerima santunan dari Wakil Bupati Madina yang sedang cuti ini berada di empat desa, yakni 14 anak yatim di Desa Aek Ngali, 18 anak yatim di Desa Lumban Dolok, 15 anak yatim di Hayuraja dan 12 anak yatim di Desa Hutaraja.

Dalam kegiatan sosial itu, calon wakil bupati yang berpasangan dengan Saipullah Nasution ini turut didampingi oleh tim pemenangan.

Atika menyampaikan, selain rutinitas, kegiatan sosial ini juga merupakan hal yang dianjurkan oleh agama.

Dia mengaku menyantuni anak yatim bukan hanya menjelang Pilkada, melainkan sudah dia lakukan sejak tiga tahun yang lalu.

Pemberian santunan kepada anak yatim dan orang jompo ini, kata Atika, merupakan bahagian dari komitmennya bersama Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution saat mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati Madina pada tahun 2019.

“Dulu, kami berkomitmen jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati, kami menginfakkan gaji pokok kami kepada anak-anak yatim piatu dan orang tua jompo. Jadi, kegiatan santunan seperti ini sudah saya lakukan selama tiga tahun, bukan karena saat ini maju di Pilkada saja,” jelas dia.

Di hadapan para anak yatim, Atika juga menyampaikan komitmen pasangan calon Saipullah-Atika (SAHATA) jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Madina akan melanjutkan ibadah sedekah gajinya kepada fakir miskin dan anak yatim.

” Terima kasih kami ucapkan kepada masyarakat yang telah menerima kami. Ini adalah rezeki anak yatim yang dititipkan Allah melalui kami. Semoga dibukakan pintu rezeki bagi para tuan rumah yang memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara anak-anak yatim dan piatu yang menerima santunan berdoa untuk kesuksesan calon wakil bupati itu, baik dalam kehidupan pribadi maupun hajatnya pada Pilkada tahun ini.

“Saat ini saya mencalonkan diri sebagai calon Bupati Mandailing Natal. Mohon didoakan semoga diberikan kesehatan dan kesuksesan apa yang dihajatkan pasangan Saipullah – Atika dapat dikabulkan Allah SWT,” pintanya.(SRN).

Atika Ajak PDP Muhammadiyah Bersama Pemerintah Membangun Madina

Madinapos.com, Panyabungan – Tokoh milenial Mandailing Natal (Madina) Atik Azmi Utammi Nasution mengajak Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) bersama bergandengan tangan dengan pemerintah membangun Kabupaten Madina.

Hal itu ia ungkapkan dalam pidatonya saat menghadiri pelantikan PDPM periode amaliyah 2023-2027 di Aula Ladangsari, Gunungtua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Selasa (15/10/2024).” Mari bergerak bersama membangun melihat potensi yang ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ajak Atika.

Di depan para pengurus, Atika Azmi mengucapkan selamat atas pelantikan PDPM Madina Periode 2023-2027. Atika mengatakan pelantikan ini jangan hanya sebatas seremonial, tetapi sebagai pemuda harus punya andil yang jelas.” Jadilah pemuda yang bermanfaat untuk orang di sekitar. Bagaimana pemuda Muhammadiyah bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Atika.

Organisasi Muhammadiyah, kata Atika, kekuatannya begitu solid. Hal itu terlihat dari aset yang dimiliki seperti sekolah dari tingkatan PAUD hingga universitas. ” Ini sebuah kekuatan yang layak dicontoh dan begitu solid,” pungkasnya.

Cawabup SAHATA nomor urut 02 ini begitu akrab dengan pengurus PDPM Madina, sesekali terlihat ia tidak segan – segan berdiskusi dan bertukar pikiran dengan semua. (SRN).

Dunia Datang, Indonesia Siap Tunjukkan Diri Dan Maju

Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali dan sekitarnya pada tanggal 8-14 Oktober mendatang merupakan suatu kehormatan dan kesempatan bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Terpilihnya Indonesia sebagai negara penyelenggara pertemuan dua lembaga keuangan terbesar tersebut merupakan bentuk kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

Pertama, dunia percaya bahwa Indonesia mampu menawarkan fasilitas bertaraf internasional untuk menunjang kesuksesan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini. Sehubungan dengan persiapan pertemuan ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia telah menyiapkan dana sekitar Rp 810 miliar. Perbaikan infrastruktur seperti tambahan underpass, perpanjangan dan penambahan landasan pacu bandara Ngurah Rai  Bali menjadi salah satu fokus Pemerintah menyambut para partisipan yang akan hadir.

Kedua, dari segi keamanan, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan nasional. Indonesia dikenal baik oleh dunia mampu meredam konflik internal, seperti penanganan teroris dan mampu beraksi cepat dalam penanggulangan bencana. Oleh karena itu, Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini tepat dijadikan sebagai momentum pembuktian bahwa Indonesia layak menjadi destinasi global untuk acara konferensi dan pertemuan internasional lainnya.

Dengan anggaran dana yang cukup besar serta persiapan yang sangat matang, ini akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara pertemuan lembaga keuangan terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia. Tujuan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini membahas berbagai isu seperti keadaan ekonomi dan stabilitas keuangan global serta penurunan angka kemiskinan. Dihadiri sekitar 15.000 delegasi, diantaranya Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara anggota IMF dan Bank Dunia, para investor dan pelaku bisnis, instansi parlemen, komunitas perbankan, organisasi kemasyarakatan, akademisi, media dan partisipan lain. Oleh karena itu, akan ada manfaat ekonomi dan manfaat persepsi yang dapat dioptimalkan, baik manfaat jangka pendek maupun jangka panjang.

Manfaat jangka pendek pertama yaitu meningkatnya cadangan devisa. Sesuai dengan data Bank Indonesia, per Juni 2018, cadangan devisa Indonesia adalah pada sekitar US$113 juta. Melalui pertemuan tahunan ini, partisipan akan menukarkan mata uang asing ke Rupiah. Ketika permintaan Rupiah meningkat, maka nilai tukar Rupiah juga akan menguat, terutama terhadap US dolar. Dengan menguatnya nilai tukar Rupiah, diharapkan mampu menstabilkan harga dalam negeri, khususnya harga barang-barang impor serta merespons positif kenaikan suku bunga The Federal Reserve US.

Peningkatan cadangan devisa juga berdampak positif pada pembayaran hutang luar negeri sehingga tidak terlalu bergantung dan menyerap pendapatan dari sektor ekonomi lainnya. Dengan teraturnya pembayaran hutang luar negeri, ‘credit rating’ Indonesia akan dapat dieskalasikan, dari BBB-/Baa2 ke level selanjutnya, sehingga dengan rating yang lebih bagus, Indonesia dapat mengakses hutang luar negeri dengan suku bunga dan ketentuan yang lebih ringan. Dengan demikian, peningkatan cadangan devisa dan penguatan nilai tukar rupiah akan memberi efek positif terhadap perekonomian Indonesia.

Manfaat ekonomi jangka pendek kedua adalah meningkatnya jumlah transaksi dan sebagai ‘media iklan’ pariwisata bagi daerah penyelenggara.  Jumlah transaksi dan perputaran uang sepanjang pertemuan tersebut diproyeksikan akan meningkat secara signifikan. Menurut data Bappenas, transaksi itu dapat berupa biaya akomodasi (Rp 569,9 miliar), konsumsi (Rp 190,5 miliar), rekreasi (Rp 57 miliar) dan cendramata (Rp 90,2 miliar). Jika proyeksi ini akurat, maka transaksi selama pertemuan saja sudah melampaui anggaran pertemuan tahunan ini, dan hal ini merupakan dampak ekonomi langsung. Transaksi ini sejatinya akan meningkatkan ekonomi dan industri lokal.

Selain itu, penyedia barang dan jasa di daerah Bali dan sekitarnya juga berkesempatan menjadikan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini sebagai upaya untuk menunjukkan kepada dunia nilai tambah apa saja yang ditawarkan agar semakin menarik wisatawan asing. Jika para partisipan pertemuan ini merasa puas dengan pariwisata yang ditawarkan, maka bukan tidak mungkin mereka akan kembali lagi dengan kerabat atau keluarga. Rekomendasi atau ‘word of mouth’ dari partisipan pertemuan ini sangat efektif sebagai media marketing pariwisata nasional. Hal seperti inilah yang perlu dimaksimalkan dan dipublikasikan sehingga semua pihak mampu mengoptimalkan manfaat dari pertemuan ini serta mengubah persepsi negatif masyarakat mengenai pembiayaan pertemuan yang terlalu besar. Sebagai kesimpulan, efek jangka pendek ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas industri lokal, optimalisasi perekonomian dan sebagai media iklan pariwisata kepada dunia.

Selain manfaat jangka pendek, Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini juga membawa manfaat ekonomi jangka panjang seperti sebagai sarana pertemuan Pemerintah, pelaku ekonomi dan investor. Pemerintah dan pelaku ekonomi dalam kesempatan ini harus mengekspos bahwa iklim investasi di Indonesia sudah mulai direformasi, transparan dan sistematik. Membaiknya infrastruktur juga menjadi bahan pertimbangan para investor dalam membuat keputusan. Fokus pemerintah untuk terus mengembangkan infrastruktur di Indonesia juga harus benar-benar dikomunikasikan. Dengan sinergi iklim investasi dan infrastruktur, para investor diharapkan mulai ‘melirik’ dan berinvestasi di pasar modal Indonesia. Apabila pasar modal nasional menguat, maka ini akan menarik perhatian dunia keuangan, bahwa Indonesia, sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, adalah destinasi baru untuk investasi.

Pada hakikatnya bertumbuhnya pasar modal nasional akan mendorong perusahaan-perusahaan di bursa efek untuk lebih kompetitif dan transparan (karena semakin diawasi oleh otoritas jasa keuangan ‘OJK’ dan investor) sehingga menghasilkan efisiensi baik SDA maupun SDM-nya ataupun keduanya. Perusahaan yang efisien umumnya mampu meningkatkan pembayaran keuntungan saham (dividen), yang artinya akan menguntungkan investor.

Secara garis besar, jika modal perusahaan bertambah, maka produksi juga akan bertambah atau bahkan adanya kemungkinan ekspansi. Maka ekonomi akan tumbuh lebih cepat, melalui terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya volume pertukaran mata uang asing lewat ekspor impor, dan juga berpotensi mengubah neraca perdagangan dari defisit menjadi surplus, dll. Oleh sebab itu, Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini harus dijadikan momentum untuk menumbuh kembangkan perekonomian Indonesia.

Pertemuan ini juga menjadi momen yang sangat tepat untuk menunjukkan kepada dunia mengenai perkembangan reformasi dan kemajuan Indonesia. Indonesia tak jarang dipandang sebelah mata oleh negara lain. Melalui pertemuan ini, saatnya dunia tahu sejauh mana negara ini telah direformasi. Kemajuan Indonesia dapat dilihat melalui pencapaian apa saja yang berhasil diraih, seperti turunnya angka kemiskinan, meningkatnya produk domestik bruto, masuknya Indonesia ke Trillion Dollar Club, perbaikan infrastruktur yang signifikan, tuan rumah Asian Games 2018 dan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan layak investasi yang sekarang terdaftar di Bursa Efek. Di momen inilah manfaat persepsi dapat dimaksimalkan. Dalam konteks ini, pemublikasian pencapaian ini akan mengubah persepsi dunia terhadap Indonesia. Bahkan, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6% per tahun, maka di 2045, Indonesia berpotensi menjadi 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia. Saat ini saja, Indonesia sudah menjadi ekonomi terkuat di Asia Tenggara dan terkuat ke lima di Asia.

Seperti mata uang, selalu ada dua sisi dalam setiap cerita. Dengan anggaran yang cukup besar, timbul pro dan kontra mengenai Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini. Untuk menyikapi pihak yang kontra, pemerintah serta otoritas terkait mungkin harus lebih giat mengampanyekan bahwa manfaat ekonomi yang akan didapat akan seimbang atau bahkan lebih besar dari yang diharapkan, terutama manfaat ekonomi jangka panjang.

Selain itu, Menko Kemaritiman, Luhut B Pandjaitan telah menyatakan fasilitas seperti komputer akan dihibahkan ke sekolah-sekolah. Hal seperti ini perlu dipublikasikan agar publik tidak menilai bahwa pembelian peralatan penunjang seperti komputer semata-mata hanya untuk keperluan pertemuan tahunan ini saja. Berkaitan dengan pemaknaan pertemuan ini, pelaku sosial media mungkin perlu dirangkul untuk lebih giat menyosialisasikan efek positif apa saja yang dapat diambil, sehingga semua pihak mampu dan bersatu mengoptimalkan manfaat seperti yang dipaparkan di atas. **

Penulis : Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin**S2 Di University of New South Wales, Australia.

Indonesia Adalah Destinasi Investasi Baru, Ayo Lirik !

Indonesia Adalah Destinasi Investasi Baru, Ayo Lirik !

Oleh: Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin.

Pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia merupakan pertemuan berkelanjutan yang umumnya membahas stabilitas moneter, sistem keuangan dan ekonomi global, penurunan angka kemiskinan serta isu global terkini seperti ekonomi digital dan mata uang digital. Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 agendanya akan diselenggarakan di Bali dan sekitarnya pada tanggal 8-14 Oktober. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah mengindikasikan bahwa Indonesia mampu memfasilitasi pertemuan lembaga keuangan terbesar dunia yang akan dihadiri oleh sekitar 15.000 delegasi dari berbagai latar belakang, seperti Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara anggota IMF dan Bank Dunia. Selain itu, para investor, pelaku bisnis, komunitas perbankan, akademisi dan media juga akan bergabung dalam event keuangan terbesar dunia tersebut. Melalui pertemuan ini, Indonesia berkesempatan ‘berjualan’ secara maksimal karena akan diliput media internasional dan momen ini sangat strategis untuk kampanye pariwisata dan investasi. Apabila pertemuan ini sukses, maka ini juga akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi global untuk acara pertemuan lembaga internasional lainnya.

Sebagai tuan rumah, Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini harus dioptimalkan oleh Pemerintah dan pelaku bisnis untuk meningkatkan investasi. Oleh sebab itu, Indonesia berkesempatan memperlihatkan potensi apa saja yang dimiliki, sejauh mana perkembangan reformasi pajak, memaparkan proyek infrastruktur serta mengelaborasikan rencana pembangunan Sumber Daya Manusia agar semakin kompetitif untuk mendorong percepatan perekonomian nasional.

Sebagai negara dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara dan didukung dengan populasi yang mewakili 40% dari total populasi Asia Tenggara, potensi Indonesia sangat besar untuk menghasilkan produk inovatif nan terjangkau seperti unicorn start-up, Gojek dan Traveloka. Saat ini, banyak perusahaan start-up yang berpotensi namun terkendala modal usaha. Apabila perusahaan start-up yang didanai investor berhasil, maka investor hanya akan berurusan dengan regulasi satu negara saja, dengan potensi feedback yang didapat sampai dengan 40% pangsa pasar. Ini merupakan potensi luar biasa yang perlu dipresentasikan kepada para investor dan venture capitalists untuk meningkatkan arus investasi di Indonesia.

Selain potensi, reformasi regulasi dan reformasi pajak juga krusial terhadap investasi. Penyederhanaan persyaratan investasi dapat meningkatkan antusias investor untuk melirik Indonesia sebagai destinasi investasi baru. Salah satu penyederhanaan persyaratan ini adalah Online Single Submission (OSS) atau sistem perizinan online terpadu. OSS ini sebetulnya telah diresmikan oleh Bapak Dr. Darmin Nasution, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bulan Juli lalu, namun belum begitu terekspos. Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini merupakan momen yang sangat tepat untuk mempresentasikan OSS sehingga dunia tahu bahwa izin investasi di Indonesia kini semakin mudah, transparan dan tidak berlarut-larut.

Bukan hanya persyaratan investasi, pemberian insentif pajak juga merupakan pertimbangan mendasar bagi para investor sebelum membuat keputusan. Insentif yang ditawarkan di Indonesia berupa tax allowance atau pengurangan pajak dalam bidang usaha tertentu. Saat ini, kebijakan tax allowance sedang direvisi, namun ada baiknya pada pertemuan ini, pemerintah memberi sinyal bahwa akan ada perluasan insentif pajak diberikan kepada investor.

Indonesia juga berkesempatan memaparkan keberhasilan reformasi pajak melalui amnesti pajak yang menembus Rp.3.855 triliun, dimana keberhasilan ini berkontribusi banyak dalam peningkatan “investment grade” atau tingkat kelayakan investasi. Membaiknya investment grade ke level BBB- (outlook stabil dan layak investasi ) merupakan salah satu poin penunjang mengapa harus berinvestasi di Indonesia.

Hal-hal di atas diharapkan mampu menarik minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Pemerintah dan pelaku usaha memiliki peran yang sangat fundamental terhadap perkembangan perekonomian nasional. Melalui pengembangan start-up, salah satu efek positifnya adalah terserapnya tenaga kerja secara masif. Sebagai contoh, penyerapan tenaga kerja Gojek menembus angka 1 juta, pengaruhnya terhadap industri penyedia makanan juga sangat signifikan sehingga bukan hanya start-upnya yang berkembang, tetapi industri lain juga, yang pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Tidak hanya berorientasi pada industri start-up, investasi lain yang harus difokuskan adalah investasi di perusahaan-perusahaan lokal untuk meningkatkan produktivitasnya. Peningkatan produksi biasanya dibarengi dengan peningkatan aktivitas di industri lain seperti industri pemasok bahan mentah dan industri logistik. Dengan demikian, angka pengangguran dapat ditekan dan produksi domestik akan meningkat sehingga mampu menurunkan jumlah impor. Penurunan impor dan pertumbuhan produksi domestik akan bermuara pada stabilitas perdagangan dan ekonomi. Stabilitas ekonomi sangat rentan pada masa sekarang ini akibat berbagai gejolak global seperti ‘trade war’ dan peningkatan suku bunga oleh The Federal Reserve US, sehingga kesempatan seperti ini harus benar-benar dioptimalkan.

Hal lain yang sangat penting dalam menunjang investasi adalah pembangunan infrastruktur. Tahun 2018 saja, 18,5% APBN dialokasikan untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional, seperti pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, dll. Salah satu contohnya adalah pengembangan infrastruktur di Tanjung Priok untuk mengakomodir bongkar muat yang lebih besar sehingga tidak perlu ke Singapura lagi, dimana efisiensi biaya dapat dimaksimalkan. Contoh infrastruktur yang langsung dapat dilihat delegasi Pertemuan Tahunan ini adalah underpass Bandara Ngurah Rai Denpasar, yang disegerakan selesai sebelum event keuangan terbesar ini berlangsung.

Selain infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) juga sangat vital. Pembangunan SDM ditujukan untuk memasok tenaga kerja yang berpendidikan, terlatih dan berpengalaman. Infrastruktur yang memadai dan SDM yang berkualitas, akan menunjang efektivitas perindustrian nasional melalui peningkatan produktivitas, penekanan biaya produksi serta penghematan waktu dan biaya logistik, sehingga profit dan dividen dapat dimaksimalkan. Efisiensi yang tinggi menjadi karisma tersendiri untuk menarik investasi.

Oleh sebab itu, ketika dunia datang ke Indonesia melalui Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini, Pemerintah perlu mengekspos bahwa investasi di Indonesia telah direformasi, dan pelaku usaha perlu menawarkan produk dan jasa layak investasi.

Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ini menggunakan ‘share cost’ APBN dan dana dari Bank Indonesia sekitar Rp. 810 miliar sehingga menimbulkan berbagai isu di berbagai kalangan. Contoh isu yang berkembang yaitu pembiayaan yang terlalu membebani keuangan negara. Klarifikasi dari Kementerian Keuangan yang menyatakan bahwa efek positif dari pertemuan ini akan berimbas pada perekonomian nasional daripada langsung ke masyarakat sepertinya tidak cukup efektif untuk meredam isu ini. Oleh karena itu, untuk meredam isu yang sedang berkembang serta mengoptimalkan manfaat dari pertemuan ini, kepentingan politis harus dikesampingkan dahulu. Publikasi yang menjangkau masyarakat luas mengenai efek positif jangak pendek dan jangka panjang dari pertemuan ini terhadap ekonomi nasional juga sangat perlu dikampanyekan sehingga persepsi negatif publik yang terlanjur bergulir dapat diminimalisir.**

Penulis : Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin. S2 Di University of New South Wales, Australia.