Madinapos.com, Jakarta – Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Prof. Dr. K.H.Sutan Nasomal S.Pd.I S.E.,S.H., M.H., LLB. LLM., PPhD menyoroti dampak kebijakan ekonomi terhadap jutaan pedagang dengan modal kecil di Indonesia. Ia menilai daya beli masyarakat saat ini menurun drastis hingga mengancam kelangsungan usaha rakyat kecil.
“Yang kami terima di lapangan, banyak pedagang kecil mengalami krisis. Omzet turun tajam, bahkan sebagian bangkrut. Ini sinyal bahaya yang harus segera disikapi pemerintah,” ujar Prof. Sutan Nasomal kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (30/8/2026).
Prof. Sutan mencontohkan kisah “Mas No”, pedagang bakso di Kabupaten Bogor yang sudah berjualan sejak 1994.
“Sejak program MBG dilaksanakan, omzet Mas No turun sampai 80%. Padahal selama 30 tahun berjualan, baru kali ini merasakan penurunan sedalam ini,” jelasnya.
Menurutnya, tidak hanya pedagang bakso. Ribuan warung makanan dan pedagang di sekitar sekolah juga merasakan hal serupa.
“Sumber pendapatan orang kecil padam. Ruang terbuka bagi jutaan orang menjadi penganggur dan semakin miskin,” tegasnya.
Ia juga menyoroti syarat kemitraan program MBG melalui dapur SPPG yang membutuhkan modal di atas Rp2 miliar. “Akibatnya yang bisa masuk hanya pengusaha bermodal besar. Sementara pedagang kecil semakin tergerus,” katanya.
Mas No sendiri saat ini berjualan bakso dengan mengontrak kios 5×10 meter di Pasar Cikreteg, Caringin, Bogor senilai Rp35 juta per tahun. Usaha yang sudah 24 tahun ditekuninya kini berada di ujung tanduk karena sepi pembeli.
Prof. Sutan Nasomal menyebut kondisi serupa juga dialami pedagang gorengan, tahu, dan tempe di berbagai daerah.
“Mencari penghasilan Rp.4 juta per bulan saja sudah sulit. Banyak keluarga kurang mampu hanya bisa makan sekali sehari. Yang penting bisa masak nasi dari 2 liter beras,” ungkapnya.
Ia menilai laporan yang sampai ke meja Presiden tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Presiden harus segera mengevaluasi menteri-menteri di bidang ekonomi. Jangan sampai rakyat kelaparan dan kebangkrutan terjadi di mana-mana. Kepercayaan masyarakat bisa hilang,” ujarnya.
3 Rekomendasi Prof. Sutan:
1. Lindungi Ekonomi Rakyat Kecil.
Negara maju dilihat dari sehatnya pedagang kecil. Jika semakin banyak yang bangkrut, berarti ada yang salah dalam sistem.
2. Evaluasi Kebijakan.
Pastikan setiap program pemerintah tidak mematikan usaha mikro. Harus ada keberpihakan nyata.
3. Turun Langsung ke Lapangan.
Presiden perlu data langsung dari pedagang pasar, bukan hanya laporan formal.
“Ini sudah darurat. Jangan sampai lapar meluas karena kita terlambat bertindak,” pungkas Prof. Sutan Nasomal.
Narasumber:
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal Prof. Dr. K.H.Sutan Nasomal S.Pd.I S.E.,S.H., M.H., LLB. LLM., PPhD, pakar Hukum Internasional, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Rektor Univ. STIA STIH Pronas, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Ass Saqwa Plus di Bogor.

