Dokter RSUD Panyabungan Ikut Baksos Onkologi THT Indonesia Peringati World Head and Neck Cancer Day 2026 di RS Ummi Bogor

Madinapos.com, Bogor – Dokter Spesialis THT-BKL Konsultan Onkologi dari RSUD Panyabungan, dr. M. Rusli Pulungan, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Onk (K), menjadi salah satu jajaran tim ahli medis yang diterjunkan dalam kegiatan Bakti Kesehatan Kasus Onkologi Bedah Kepala Leher di Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor.

Kegiatan sosial pelayanan kesehatan masyarakat ini digelar dalam rangka memperingati World Head and Neck Cancer Day 2026 dan berlangsung selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu (31/07 – 01/08/2026).

Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Tugas resmi KODI Onkologi THT Bedah Kepala dan Leher (PERHATI-KL Indonesia) yang ditandatangani langsung oleh Ketua KODI Onkologi, Prof. Dr. dr. Hamsu Kadariyan, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. Onk (K), FICS.

Saat dikonfirmasi mengenai keterlibatannya, dr. M. Rusli Pulungan menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dari para dokter THT Onkologi untuk mempermudah akses layanan spesialistik bagi masyarakat luas.
“Kegiatan bakti kesehatan ini bukan sekadar agenda tahunan memperingati World Head and Neck Cancer Day, tetapi bentuk kepedulian nyata kami untuk memberikan pelayanan langsung dan edukasi kepada masyarakat.

Penanganan kasus onkologi di area kepala dan leher membutuhkan deteksi dini serta tindakan yang tepat,” ujar dr. Rusli.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi puluhan dokter spesialis dalam agenda ini diharapkan dapat membantu penanganan kasus-kasus medis yang kompleks secara optimal.

“Kami berharap melalui aksi sosial ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya memeriksakan gejala awal benjolan atau kelainan di area leher dan tenggorokan. Semakin awal terdeteksi, tingkat keberhasilan penanganannya tentu akan jauh lebih tinggi,” pungkasnya.
Dalam agenda sosial berskala besar ini, sebanyak 36 dokter spesialis dan konsultan THT-BKL dari berbagai wilayah di Indonesia dikerahkan untuk memberikan penanganan medis menyeluruh, mulai dari pemeriksaan, konsultasi, hingga tindakan bedah.

Terdata sebanyak 13 pasien dengan berbagai kasus onkologi—seperti kanker tiroid, kanker hidung dan sinus, serta kanker kelenjar air liur (parotis)—telah menjalani tindakan operasi secara intensif selama dua hari kegiatan berlangsung. (Hamzah).