Dedikasi Pelestari Budaya, Mhd. Bakhsan Parinduri Raih Penghargaan Nasional 2026

Madinapos.com, Jakarta – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, memberikan apresiasi tinggi kepada budayawan Mandailing, Mhd. Bakhsan Parinduri, sebagai penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) Bidang Kebahasaan dan Kesastraan kategori Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah tahun 2026.

Penghargaan tersebut secara resmi tertuang dalam piagam yang disahkan di Jakarta pada 5 Juni 2026 oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin.

Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan negara atas dedikasi serta konsistensi luar biasa yang ditunjukkan oleh Mhd. Bakhsan Parinduri atau yang akrab disapa Jasinaloan selama lebih dari dua dekade dalam menjaga, mendokumentasikan, dan melestarikan bahasa serta sastra Mandailing.

Program apresiasi ini sendiri diselenggarakan sebagai bentuk dukungan bagi para pegiat yang memiliki rekam jejak kiprah minimal lima tahun dalam bidang perlindungan dan pengembangan bahasa daerah.

Selama lebih dari 20 tahun berkiprah, Mhd. Bakhsan Parinduri telah menorehkan berbagai kontribusi nyata, di antaranya :
_ Ia telah menulis 13 buku, meliputi Kamus Bahasa Mandailing Indonesia, Tata Bahasa Mandailing, Panduan Aksara Mandailing, serta karya mengenai tradisi lisan, filosofi, dan seni Mandailing.

Sebagian besar karya tulis tersebut dihibahkan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Mandailing Natal sebagai langkah konkret untuk mempertahankan budaya di kalangan generasi muda.

Sejak tahun 2000, Bakhsan telah mendirikan Yayasan Bina Budaya Mandailing RAPTAMA yang secara konsisten membina mahasiswa serta generasi muda dalam bidang seni musik, tari, dan berbagai tradisi Mandailing lainnya.

Ia juga aktif sebagai penutur tradisi lisan, seperti panjeir, paralok-alok, paronang-onang, parkobar, dan datu pangupa. Selain itu, beliau kerap menjadi narasumber ahli dalam seminar serta berbagai platform media terkait seni dan budaya Mandailing.

Penganugerahan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat luas untuk terus memelihara dan menjunjung tinggi kekayaan budaya daerah sebagai identitas bangsa. Dedikasi yang ditunjukkan oleh Mhd. Bakhsan Parinduri dinilai telah memberikan dampak signifikan dalam penguatan serta pelestarian bahasa dan sastra Mandailing di Indonesia. (Suaib Rizal).