Satu Unit Rumah Sekaligus Bengkel Terbakar di Tanjung Morawa. Kadis DAMKAR pimpin langsung pemadaman

Madinapos.com, ‎Deli Serdang – Satu unit rumah semi permanen yang juga difungsikan sebagai usaha bengkel dilaporkan ludes terbakar di Jalan Limau Mungkur Gang Seni, Dusun VI, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Senin (29/12/2025) malam.

‎Dalam Peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
‎Informasi kebakaran pertama kali diterima Call Center Pemadam Kebakaran Kabupaten Deli Serdang dari Pos Lubuk Pakam sekitar pukul 18.55 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit 09 Damkar Pos Lubuk Pakam langsung meluncur ke tempat kejadian kebakaran (TKK).

‎Berdasarkan keterangan saksi dan korban, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 18.40 WIB di rumah milik Tugiah (65), seorang janda yang berdomisili di Gang Seni Dusun VI Desa Bangun Rejo. Saat kejadian, korban tidak berada di rumah.

‎Saksi Santi (40), anak korban, menuturkan bahwa api pertama kali muncul dari sebuah kamar kosong di dalam rumah. Saat itu ia sedang menonton televisi sambil makan, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah kamar kosong, disusul kobaran api besar yang dengan cepat membesar.

‎Tidak diketahui secara pasti sumber api maupun penyebab ledakan tersebut.
‎Menyadari api semakin membesar, ia segera menyelamatkan diri ke luar rumah.

‎Saksi lainnya, Surianto (55), yang merupakan tetangga korban, mengaku melihat kobaran api dari samping rumah korban saat hendak menghadiri acara kenduri.

‎Ia kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga pun berdatangan dan berupaya memadamkan api secara manual

‎Api dengan cepat melalap seluruh bagian rumah berikut isi di dalamnya, termasuk perabotan rumah tangga, pakaian, surat-surat penting, serta satu unit sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

‎Sekira pukul 19.35 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan proses pemadaman serta pendinginan. Petugas juga mengantisipasi agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya yang berada di sekitar lokasi.

‎Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai sekitar pukul 20.10 WIB dalam kondisi aman dan terkendali.
‎Kadis DAMKARMAT Deli Serdang Drs. Khairul Azman, M.AP. Terlihat hadir langsung di lokasi untuk memastikan semua proses berjalan dengan baik.

‎“Kami dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Deli Serdang segera merespons laporan kebakaran di Jalan Limau Mungkur Gang Seni ini begitu menerima informasi dari pos kami. Dua unit mobil damkar dan seluruh personel bekerja cepat untuk menjinakkan api dan melakukan pendinginan, sehingga kebakaran tidak merembet ke rumah warga lainnya. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun kami turut prihatin atas kerugian materil yang dialami keluarga korban,”ujar Khairul Azwar, di lokasi kejadian, Selasa (29/12/2025).

‎Sejumlah unsur turut terlibat dan memonitor langsung penanganan kejadian tersebut, di antaranya Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonny Harianto Damanik, SH, MH, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Iptu Hotman Barus, personel Intelkam dan Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Morawa, BPBD Kabupaten Deli Serdang, Kasie Trantibum Kecamatan Tanjung Morawa, Kepala Desa Bangun Rejo, BABINSA serta warga setempat.

‎Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara, kebakaran bermula dari kamar kosong di dalam rumah korban, namun sumber api belum dapat dipastikan.(RHy)

Hadiri Perayaan Oikumene, Wabup Madina: Kemanusiaan Harus Dikedepankan

Madinapos.com, Bukit Malintang – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan meskipun ada perbedaan keyakinan, kemanusiaan harus tetap dikedepankan.

Hal itu dikatakan Wabup Atika saat menghadiri undangan perayaan Oikumene di halaman HKI Desa Janji Matogu, Kecamatan Bukit Malintang, pada Senin malam, 29 Desember 2025.

Dia menyampaikan hal tersebut berkenaan dengan bencana banjir dan longsor yang menimpa masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kepercayaan kita boleh berbeda, tetapi kemanusiaan harus selalu kita kedepankan. Di perayaan Natal ini, bapak-ibu sempatkan menyelipkan doa bagaimana saudara-saudara kita diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi musibah bencana banjir dan longsor,” kata dia.

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, lanjut Atika, berpengaruh pada perantau yang hendak pulang untuk merayakan Natal bersama keluarga sehingga Oikumene tahun ini tidak seramai tahun lalu.

“Sedikit kurang ramai karena memang cuaca juga tidak menentu, saudara-saudara di perantauan juga ada yang berpikir untuk pulang karena masih terancam longsor atau bagaimana,” sebut dia.

Meski demikian, Wabup Atika melihat perayaan Natal tetap berjalan khidmat dan damai. Dia mengungkapkan Bupati H. Saipullah Nasution dan dirinya memantau pelaksanaan ibadah umat Kristen melalui para camat.

Di sisi lain, Atika menerangkan saat ini banyak yang mencoba merongrong persatuan warga negara, termasuk di media sosial. Untuk itu, dia berpesan agar umat Kristen menjadikan Natal ini sebagai momentum mempererat tali persaudaraan.

“Kami harapkan kerukunan bapak-ibu bisa dijaga, terutama momentumnya pada hari besar keagamaan ini,” pesan Wabup Atika.

Tokoh masyarakat dan penatua gereja mengapresiasi kehadiran Pemkab Madina dalam hari besar agama Kristen itu.

“Kehadiran Ibu Wakil dan rombongan di sini sebagai bukti nyata bahwa kita saling mengasihi di dalam keberagaman. Walaupun kita berbeda keyakinan, tetapi bapak-ibu sudah meluangkan waktu untuk hadir di tempat ini. Kami sangat bersyukur,” kata Penatua Gereja Resi Purba.

Dalam kesempatan ini, Wabup Atika didampingi Asisten Administrasi Umum Lismulyadi Nasution, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Irsal Pariadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Faisal Situmorang, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Bahruddin Juliadi. (Suaib Rizal).

Tegaskan Komitmen Kawal Ranperda tentang Pencegahan Pemberantasan Narkotika di Madina

Madinapos.com, Panyabungan – Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Mandailing Natal, Teguh W. Hasahatan Nasution, S.H, M.H., menegaskan keseriusannya dalam mengawal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika yang direncanakan akan dibahas DPRD Madina pada tahun 2026.

Teguh yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Amanah Perjuangan DPRD Madina menyampaikan bahwa Ranperda tersebut merupakan langkah strategis dan mendesak dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman bahaya narkoba.

” Narkoba adalah ancaman serius yang merusak moral, masa depan, dan tatanan sosial masyarakat. Peredarannya hanya menguntungkan mafia dan jaringan kejahatan, sementara rakyat menjadi korban,” tegas Teguh.

Ketua PDIP Madina ini menekankan, bahwa kehadiran Perda ini nantinya harus benar-benar implementatif, memiliki kekuatan hukum yang jelas, serta mampu menjadi dasar dalam upaya pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi secara terpadu di Kabupaten Mandailing Natal.

” Ranperda ini tidak boleh sekadar menjadi aturan di atas kertas. Harus segera disahkan, diberlakukan, dan diterapkan secara tegas demi kemaslahatan rakyat Mandailing Natal, sebelumnya Ranperda tentang pemberantasan narkotika ini sudah dijadikan sebagai salah satu dari 34 Ranperda yang akan dibahas oleh DPRD Madina di tahun 2026 nanti,” ujarnya.

Teguh juga mengajak seluruh pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga elemen pemuda untuk bersama-sama mendukung lahirnya Perda ini sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memerangi narkoba di Bumi Gordang Sambilan.

Oplus_16908288

” Kami di DPRD memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan daerah ini tidak menjadi ladang subur bagi peredaran narkoba. Ini adalah perjuangan bersama,” pungkasnya. (Suaib Rizal).

Diduga asal Jadi, Rehabilitasi Toilet Sekolah SD di Paluh Kemiri Cederai Program Unggulan Bupati

‎Madinapos.com, Deli Serdang — Program rehabilitasi toilet sekolah yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menjadi sorotan. Kali ini, pekerjaan rehabilitasi toilet di salah satu sekolah dasar yang berada di Kelurahan Paluh Kemiri diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis dan kualitas bangunan.

‎Hasil investigasi di lapangan pada Jumat (26/12) menunjukkan sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan pekerjaan dilakukan secara asal-asalan. Salah satu temuan mencolok adalah instalasi pipa saluran wastafel yang terlihat berada di atas permukaan keramik lantai dan melintas tepat di depan pintu toilet. Padahal, secara teknis pipa saluran seharusnya ditanam di bawah lantai agar lebih aman, rapi, dan tidak mengganggu fungsi serta estetika bangunan.

‎Selain itu, pekerjaan pengecatan juga menuai sorotan. Cat lama pada dinding terlihat tidak dikerok (scrap) terlebih dahulu, melainkan langsung ditimpa dengan cat baru. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan cat mudah mengelupas dan mengurangi daya tahan bangunan dalam jangka waktu singkat.

‎Temuan lainnya, handle pintu toilet hanya terpasang di bagian dalam, sehingga menyulitkan pengguna dari luar dan dinilai tidak memenuhi aspek keamanan maupun kenyamanan pengguna, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar.

‎Pihak sekolah yang ditemui di lokasi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut.
‎“Kalau keramiknya sudah kering, kelihatannya seperti kotor. Pekerjaannya tidak rapi, janjinya mau di kasi bak penampungan air tapi gak ada juga sampai sekarang ” ujarnya.

‎Tak hanya soal teknis bangunan, aspek transparansi proyek juga dipertanyakan. Di lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek (plank proyek), padahal papan tersebut merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan yang bersumber dari anggaran pemerintah sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

‎Lebih lanjut, saat dilakukan penelusuran melalui sistem pengadaan SPSE/Inaproc Kabupaten Deli Serdang, nama penyedia atau perusahaan pemenang dan tanggal kontrak pekerjaan tidak tercantum secara jelas dalam kolom paket pemilihan. Padahal, setiap perusahaan yang mengikuti dan memenangkan tender pemerintah wajib terdaftar dan tampil secara transparan di sistem SPSE.

‎Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait proses pengadaan dan pengawasan proyek, terlebih rehabilitasi toilet sekolah merupakan program prioritas Bupati Deli Serdang yang seharusnya mengedepankan kualitas, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik.

‎Atas temuan tersebut, masyarakat meminta Dinas terkait untuk turun tangan dan melakukan koreksi serta evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan rehabilitasi toilet sekolah di Kelurahan Paluh Kemiri, termasuk memerintahkan pengawas pekerjaan terkait untuk melakukan pemeriksaan teknis agar anggaran negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya karena dugaan karena minimnya Pengawasan yang dilakukan menyebabkan Hal tersebut. (RHy).

Bupati Deli Serdang Tekankan Pelayanan Berkualitas untuk Wujudkan Kemandirian Fiskal Daerah

‎Madinapos.com, Deli Serdang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang terus memperkuat langkah menuju kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan pendapatan yang transparan serta inovatif. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Deli Serdang, Senin (29/12/2025), di Kantor Bapenda Deli Serdang.

‎Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa pendapatan daerah merupakan tulang punggung pembangunan daerah. Tanpa pengelolaan pendapatan yang baik, berbagai program strategis pemerintah daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, akan sulit berjalan secara optimal.

‎“Pendapatan daerah menjadi salah satu penopang utama dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat, kerja sama yang solid, transparansi, serta inovasi berkelanjutan dalam pengelolaannya,” tegas Bupati di hadapan jajaran Bapenda.

‎Bupati menjelaskan, kemandirian fiskal bukan semata-mata soal meningkatkan angka pendapatan, melainkan juga menciptakan sistem yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan kemandirian fiskal, daerah tidak terlalu bergantung pada transfer dari pemerintah pusat, sehingga memiliki ruang fiskal yang lebih luas dalam menentukan arah pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat lokal.

‎Dalam rapat koordinasi tersebut juga membahas secara mendalam berbagai strategi peningkatan pendapatan daerah, termasuk optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah. Bupati meminta agar seluruh potensi pendapatan yang ada dapat dipetakan secara cermat dan dikelola secara profesional, tanpa membebani masyarakat secara berlebihan.

‎Menurutnya, masih terdapat sejumlah sektor yang memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan langkah-langkah inovatif dan terukur agar potensi tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

‎Menurutnya Pengelolaan pajak dan retribusi harus dilakukan secara adil dan transparan. Masyarakat akan patuh jika mereka merasakan manfaat langsung dari pajak yang dibayarkan.

‎Selain optimalisasi potensi pendapatan, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan serta pemutakhiran data wajib pajak. Data yang akurat dan mutakhir, menurutnya, menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan pendapatan daerah yang efektif.

‎Ia meminta jajaran Bapenda untuk secara rutin melakukan pembaruan data, termasuk pendataan objek dan subjek pajak, serta memastikan tidak ada potensi kebocoran yang dapat merugikan daerah.

‎“Pengawasan harus diperkuat. Jangan sampai ada potensi pendapatan yang hilang hanya karena lemahnya sistem atau kurangnya pengawasan,” kata bupati .

‎Digitalisasi Pelayanan Pendapatan
‎Dalam era transformasi digital, Bupati Deli Serdang juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pelayanan pendapatan daerah. Digitalisasi dinilai tidak hanya mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan pendapatan.
‎Ia menilai, sistem pelayanan berbasis digital dapat meminimalisasi praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan penyimpangan, sekaligus mempercepat proses pelayanan.

‎Bupatu berharap Teknologi digital harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Sistem yang mudah, cepat, dan transparan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

‎Rapat koordinasi tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi capaian kinerja Bapenda sepanjang tahun 2025. Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi capaian positif sekaligus kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan pendapatan daerah.
‎Bupati mengapresiasi kerja keras jajaran Bapenda yang telah berupaya menjalankan tugasnya di tengah berbagai tantangan ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa evaluasi harus menjadi dasar untuk perbaikan dan peningkatan kinerja di masa mendatang.

‎Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa upaya peningkatan pendapatan daerah harus sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pendapatan yang meningkat, menurutnya, harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
‎Ia berharap seluruh jajaran Bapenda dapat terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya, sehingga pengelolaan pendapatan daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Deli Serdang.

‎Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Deli Serdang, H Edwin Nasution, SH, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah.

‎Dengan berbagai langkah strategis yang disampaikan dalam rapat tersebut, Pemkab Deli Serdang optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat fondasi fiskal daerah.
‎Bupati pun berharap, kemandirian fiskal yang dibangun melalui pengelolaan pendapatan yang baik akan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. (RHy).

Polsek Batahan Ringkus 3 Orang Membawa Ganja 16 Kg di Sinunukan

Madinapos.com, Sinunukan – Personil Kepolisian Sektor (Polsek) Batahan, Polres Mandailing Natal, meringkus 3 (tiga) orang menguasai Ganja Kering di Desa Wonosari, Kecamatan Sinunukan, Mandailing Natal (Madina) pada Senin (29/12/2025) dini hari.

Informasi diperoleh dari laporan masyarakat yang menyampaikan adanya transaksi narkotika.

Kapolsek Batahan, AKP. Sahat Hasudungan Pangaribuan melalui Kapolsubsektor Sinunukan, Aipda J. Pulungan membenarkan peristiwa penangkapan tersebut.

“Benar, ada semalam pak penangkapan di wilayah hukum Polsek Batahan” ucap Aipda J Pulungan via telepon.

Dalam proses peringkusan tersebut, diamankan 3 orang berinisial AYN (50), AJ alias Idi (33) dan MH alias Muning (36).

Turut diamankan sejumlah Barang bukti :

– 1 (satu) Buah karung plastik yang di lapisi Plastik warna biru yang berisikan Daun Ganja kering dengan berat Bruto diperkirakan 1.400 (seribu empat ratus) gram;
– 2 (dua) bungkus Plastik yang dibalut dengan Lakban yang berisikan Daun Ganja kering dengan berat Bruto diperkirakan 2000 gram;
– 1 (satu) unit HP android merk Vivo warna biru langit;
– 1 (satu) Unit HP Android merk OPPO warna Biru, 1 (satu) unit Hp android Merk Oppo warna hitam;
– 1 (satu) unit mobil Toyota Calya warna putih dengan Nomor Polisi B 9602 KIZ, 1 (Satu) buah dompet warna hitam dan;
– 1 (satu) buah dompet warna coklat, uang tunai sebanyak Rp. 78.000.- (tujuh puluh delapan ribu rupiah).

Dari informasi yang dihimpun wartawan, untuk kepentingan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, para terduga dibawa ke Polres Mandailing Natal di Panyabungan. (Redaksi).

Hingga akhir tahun, Penambahan Lahan TPA Rp700 juta Belum Terealisasi, DLH Madina Bungkam

Madinapos.com, Panyabungan – Rencana Penambahan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) senilai Rp700 juta yang tertuang dalam dokumen keuangan negara hingga akhir tahun 2025 belum terealisasi.

Terlihat dilokasi TPA, tidak ada yang berubah, masih tetap seperti sebelumnya, kumuh dan berbau busuk menyengat kemana-mana, padahal masyarakat setempat sangat mengharapkan penambahan lokasi ini sehingga mengurai tumpukan sampah.

Seperti sebelumnya diungkapkan oleh Kepala Desa Batang Gadis, yang wilayahnya menjadi lokasi perluasan TPA, mengaku belum pernah diminta menandatangani surat atau dokumen apa pun terkait pembebasan lahan tersebut.

” Sampai sekarang saya belum pernah menandatangani atau menerima surat apa pun soal pembebasan lahan TPA,” ujarnya.

Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kepala DLH Madina pada hari Rabu (24/12) lalu juga belum membuahkan hasil. Ia terkesan bungkam dan enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait rencana penambahan lahan TPA tersebut. (Suaib Rizal).

Momen Haru Bupati Madina Rayakan HUT ke 100 tahun Ibundanya

Madinapos.com, Panyabungan – Di sela-sela padatnya agenda sebagai kepala daerah, Bupati Mandailing Natal (Madina) H Saipullah Nasution menyempatkan diri untuk merayakan hari jadi ibunda tercintanya Hj Syahrul Khamalia yang menginjak usia ke 100 tahun, Minggu (28/12).

Dengan penuh kasih, Bupati Saipullah meyiapkan acara yang begitu sederhana penuh khidmat di HUT ibundanya ini, momen haru penuh kekeluargaan pun terlihat begitu kental dalam acara sederhana tersebut.

Meski kini telah menjadi bupati, bg Ipul tetap menaruh hormat yang mendalam kepada sosok yang membesarkannya dengan penuh cinta dan kesabaran. Di balik segala tugas dan tanggung jawab besar seorang pemimpin, kasih seorang anak kepada ibunya adalah anugerah paling tulus dan tak tergantikan.

Karena kata Bupati, semua pencapaiannya hari ini tak lepas dari doa dan didikan seorang ibu.

Ia juga mengucapkan ribuan terima kasih atas segala jasa Ibundanya, dengan menyiapkan pantun istimewa.
” Ke Kota Medan membeli songket,
Indah sekali sulamannya.
Selamat ulang tahun Ibunda tercantik,
Semoga bahagia sepanjang usia,”

” Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan umur yang panjang, yang barokah untuk beribadah kepada-Nya. Sehat selalu dan senantiasa tawakal kepada Allah,” ucapnya.

” Dan ananda berharap kebahagiaan senantiasa bersama Ibunda tercinta dengan satu pantun lagi.” Pagi hari menanam padi, sore hari menanam jagung, terima kasih telah melahirkan dan membesarkan kami,
Doa kami sepanjang hidup menyertai Ibunda yang agung,” tambahnya.

Diakhir Bupati mengatakan doa yang tidak pernah henti ia sampaikan kepada Ibundanya. Semoga kebahagiaan dunia dan akhirat menyertai dan membawa kebahagiaan sepanjang masa. (Suaib Rizal).

Pemkab Madina Terima Bantuan dari IKANAS Dohot Anak Boruna Deli Serdang

Madinapos.com, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) terima bantuan kepada masyarakat korban terdampak bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu dari Ikatan Marga Nasution (IKANAS) dohot anak boruna.

Bantuan dari DPC Ikanas Dohot Anak Boruna Kab. Deli Serdang di Serahkan Ketua DPC Ikanas Dohot Anak Boruna Kab. Deli Serdang H. Nasaruddin Nst, S.sos, MM, dlm hal ini diwakili Oleh Sekretaris Sdr. DR. Toni NST, M.Pd dan diterima oleh Wabup Atika Azmi Utammi Nasution bersama Asisten II Afrizal dan Kaban BPBD Mukhsin Nasution di Pandopo rumah dinas bupati, Jum’at (26/12).

Bantuan yang diberikan meliputi berbagai kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, gula, mie instan, pakaian layak pakai, serta bantuan tunai

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Nasution, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Ikatan Keluarga Nasution Dohot Anak Boruna Kabupaten Deli Serdang atas kepedulian yang telah ditunjukkan.

Ia mengapresiasi seluruh donatur dan relawan yang telah menyalurkan bantuan bagi para korban bencana.

” Terima kasih kepada seluruh warga IKANAS Deli Serdang dan para penyantun yang telah berdonasi. Semoga menjadi amal jariyah dan Allah SWT melipatgandakan rezekinya. Aamiin,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPC IKANAS Deli Serdang, H. Nasaruddin SOS, M.M menyampaikan bahwa kegiatan kemanusiaan ini merupakan pengejawantahan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa kemanusiaan yang menjadi fondasi organisasi.

Aksi solidaritas ini merupakan wujud nyata komitmen IKANAS dalam membantu sesama, khususnya keluarga besar Nasution dan masyarakat Mandailing Natal yang tengah menghadapi masa sulit.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban sekaligus mempererat tali silaturahmi antara IKANAS Deli Serdang dan masyarakat Mandailing Natal.

” IKANAS Deli Serdang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian dan saling membantu dalam menghadapi berbagai musibah,”ujarnya melalui Dr. Toni Nasution.

Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi dan masyarakat luas untuk terus menumbuhkan empati serta memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai ujian. (Suaib Rizal).

Bupati dan Ketua TP-PKK Palas tanam perdana Kopi Sigarar utang di Desa Sianggunan Sosopan

Madinapos.com, Padang Lawas – Bupati Padang Lawas (Palas) Putra Mahkota Alam Hasibuan SE akrap disapa bersama Ny. Mahzalena Putra Mahkota Alam Hasibuan  melakukan penanaman kopi Arabika Sigarar Utang secara simbolis di Desa Sianggunan Dan Hulim Kecamatan Sosopan. Sabtu 27/12/2025).

Pada kesempatan tersebut Bupati Palas menyampaikan bahwa pelaksanaan tanam perdana kopi arabika sigarar utang ini merupakan langkah strategis dan komitmen nyata pemerintah Kabupaten dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan unggulan, meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat, serta membuka peluang berkelanjutan kesejahteraan bagi para masyarakat petani.

Tanaman kopi arabika sigarar utang dikenal sebagai komoditas unggulan nasional dengan cita rasa khas dan nilai ekonomi tinggi. dengan kondisi agroklimat yang mendukung di wilayah kita, khususnya di desa sianggunan dan desa Hulim,’ ungkap PMA.

Kopi arabika ini dapat tumbuh dengan baik dan menjadi ikon baru perkebunan di masa yang akan datang di daerah ini,’ ucapnya.

Melalui kegiatan ini, kepada para petani tidak hanya fokus pada proses tanam, juga memperhatikan pemeliharaan, pendampingan teknis, serta pengelolaan pasca panen agar kualitas kopi yang dihasilkan mampu bersaing di pasar regional maupun nasional,’ harapnya.

Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan pemerintah, penyuluh, kelompok tani, serta pihak swasta untuk terus bersinergi dalam mendukung pengembangan kopi arabika ini, mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan, hingga akses pemasaran.

Semoga kegiatan tanam perdana ini menjadi awal yang baik, membawa keberkahan, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan masyarakat dan pembangunan ekonomi kabupaten padang lawas demi mewujudkan visi padang lawas Maju,’ tutupnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Padang Lawas, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas, Kapolsek Sosopan AKP Irmanto serta jajaran serta para pimpinan OPD terkait dan para undangan terhormat lainnya.

Penulis: A Salam Siregar.