Buah Manis Perjuangan 18 Tahun: Warga Singkuang I Kini Nikmati Hasil Kebun Plasma

Madinapos.com, Panyabungan –Penantian panjang selama 18 tahun masyarakat Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, akhirnya membuahkan hasil, Selasa (7/7/2026), sebanyak 276 Kepala Keluarga (KK) yang tergabung dalam Koperasi Produsen Siriom Permata Indah (KP-SPI) telah beberapa kali menerima pembagian Hasil Sisa Usaha (HSU) dari program kemitraan perkebunan kelapa sawit pola plasma.

Proses penyaluran HSU dilakukan secara langsung oleh Ketua Koperasi, Wahyudi, di lapangan badminton Desa Singkuang I. ini merupakan untuk kesejahteraan ekonomi warga dari hasil kemitraan bersama PT Rendi Permata Raya (PT RPR).

Kerja sama yang merujuk pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) 2 Agustus 2023 ini menargetkan pembangunan kebun plasma seluas 600 hektare. Hingga saat ini, progres di lapangan telah mencapai 200 hektare Tanaman Menghasilkan (TM), 102 hektare Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), dan 69 hektare lahan yang telah melalui proses ganti rugi. Sementara itu, pihak koperasi, perusahaan, dan Pemkab Madina terus mengawal sisa kekurangan lahan plasma yang ditargetkan mencapai 600 hektare sesuai MoU.

Di sisi lain, PT Rendi Permata Raya menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen penuh untuk menjalankan kewajiban pembangunan kebun plasma bagi masyarakat Desa Singkuang I. Dalam audiensi bersama Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (29/6/2026)lalu, perwakilan PT RPR, Andi, menjelaskan bahwa perusahaan terus berupaya mencari jalan keluar atas tantangan teknis dan dinamika sosial yang ada.

Andi memaparkan, sejak manajemen baru mengambil alih operasional pada akhir 2016, ditemukan kendala riil di lapangan terkait ketersediaan lahan. Dari total perizinan yang ada, lahan efektif yang dapat dikelola hanya mencapai sekitar 3.000 hektare akibat adanya kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang wajib dilindungi secara hukum.

” Kami tetap berkomitmen penuh untuk merealisasikan kewajiban kepada masyarakat. Namun, kondisi riil lahan yang menyusut dan kendala operasional menjadi tantangan tersendiri yang perlu dipahami bersama. Kami mengedepankan dialog terbuka agar solusi terbaik dapat tercapai bagi seluruh pihak,” ujar Andi.

Meskipun terdapat tantangan teknis, langkah penyaluran HSU kepada masyarakat menjadi bukti adanya niat baik dan progres nyata dari kemitraan ini. Ketua KP-SPI, Wahyudi, menyambut baik komitmen perusahaan dan dukungan pemerintah daerah.

” Alhamdulillah, perjuangan 18 tahun telah membuahkan hasil. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut hingga seluruh target 600 hektare terpenuhi. Bersama kita kuat, bersama kita maju, bersama kita sejahtera,” ungkap Wahyudi optimis.

Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan korporasi kini diharapkan menjadi model kemitraan yang berkelanjutan. Keseimbangan antara kewajiban perusahaan, perlindungan lingkungan di area DAS, dan pemenuhan hak ekonomi masyarakat Desa Singkuang I menjadi fokus utama dalam penyelesaian program plasma ke depannya. (Suaib Rizal).