Madinapos.com, Panyabungan – Sebanyak 1.370 anak tingkat SD dan SMP di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tercatat mengalami putus sekolah. Kondisi ini menjadikan Madina sebagai daerah dengan kejadian anak putus sekolah tertinggi di Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Dinas Pendidikan Madina, dr. Faisal Situmorang, mengungkapkan hal tersebut usai mengunjungi anak putus sekolah di Pidoli pada Selasa, 1 September 2026. Menurutnya, persoalan ini tidak dapat dilihat hanya dari satu faktor tunggal.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan telah menugaskan tim khusus yang terdiri dari pengawas dan unsur terkait untuk turun langsung ke seluruh wilayah Madina sejak sebulan terakhir.
” Pemetaan ini dilakukan untuk mencari tahu akar permasalahan setiap anak, mulai dari kendala administrasi, dokumen orang tua, perpindahan tempat tinggal, hingga faktor ekonomi,” katanya.
Faisal menargetkan hasil pendataan tersebut sudah dapat diterima dalam waktu dua pekan agar pemerintah bisa menentukan langkah penanganan yang tepat bagi masing-masing anak. Ia juga menegaskan bahwa pendidikan adalah hak serta kebutuhan dasar setiap anak, sehingga pemerintah memiliki kewajiban untuk menekan angka putus sekolah di Madina. (Suaib Rizal.).


