Madinapos.com, Panyabungan Barat – Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution melakukan peninjauan lapangan untuk memantau kemajuan proyek percontohan pengembangan kebun pisang sitabar atau pisang kepok di Desa Huta Tonga Kecamatan Panyabungan Barat, Selasa (1/9).
Kunjungan ini turut didampingi oleh Asisten I dan III, Kadis Pertanian bersama sejumlah jajarannya, Kadis PUPR, Kadis Perikanan, Camat Panyabungan Barat, Kepada desa dan Babinsa setempat.
Kedatangan bupati dan rombongan ini guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah disepakati sebelumnyam
Berdasarkan hasil peninjauan, proyek percontohan seluas total 5 hektar ini menunjukkan sejumlah perkembangan signifikan. Pada areal tahap awal seluas 1 hektar, telah ditanami kacang tanah sebagai bagian dari metode tumpang sari untuk menggemburkan dan memulihkan kualitas tanah yang telah lama tidak ditanami. Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung seperti parit besar atau sungai buatan, kolam, dan bunker penampungan air juga tengah dikerjakan.
Area perairan ini nantinya akan diisi dengan ikan serta dipercantik menggunakan elemen arsitektur bambu di sekelilingnya guna mendukung fungsi estetika.
Dalam hal penyediaan bibit, bupati mengatakan Distan Madina dan pihak universitas memastikan bahwa bibit yang akan digunakan merupakan varietas unggul yang sehat dan sesuai dengan rekomendasi universitas.
Pemilihan bibit juga difokuskan untuk mencari dan melestarikan ciri khas pisang lokal Madina dan sejenisnya yang sebelumnya akan melalui proses kurasi serta pengobatan terlebih dahulu jika diperlukan.
” Pelaksanaan penanaman pisang ini dilakukan secara bertahap. Penanaman tahap pertama seluas 1 hektar dijadwalkan mulai berlangsung pada Oktober, disusul penanaman 1 hektar berikutnya pada Desember,” katanya.
Dengan skema bertahap ini, luas lahan yang ditanami ditargetkan mencapai 2 hektar pada tahun 2026 dan akan terus diperluas hingga mencapai 5 hektar pada tahun 2027, dengan harapan panen perdana dapat segera direalisasikan pada tahun depan.
Selain berfokus pada sektor pertanian dan produksi, bupati menyebutkan, kawasan ini juga diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata terpadu.

” Lokasi tersebut tidak hanya difungsikan sebagai pusat budidaya dan agroindustri di masa mendatang, tetapi juga dirancang sebagai destinasi rekreasi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat luas mengenai berbagai komoditas tanaman yang dikembangkan,” pungkasnya. (Suaib Rizal).

