Madinapos.com, Paluta – Kelompok Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Padang Garugur, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengembangkan Balakka menjadi produk olahan pangan menjadi kripik. Pengembangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) oleh tim Institut Teknologi dan Sains Padang Lawas Utara (ITS Paluta) bersama kelompok PKK Desa Padang Garugur, Jum’at (28/08/2026).
Kegiatan tersebut mengusung Tema “Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Padang Garugur Melalui Inovasi Pengolahan Keripik Balakka Menuju Kemandirian Ekonomi Unggulan”.
Tim pelaksana terdiri atas, Saimarlina Harahap, Ulina Hutasuhut, Zulfahmi dan Afelia Anggaraini Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi ITS Paluta.
Pengembangan Kripik Balakka dilakukan sebagai upaya diversifikasi produk berbasis potensi lokal.
Selama ini, masyarakat Desa Padang Garugur telah memanfaatkan Balakka sebagai bahan baku produk pangan, salah satunya Sirup Balakka.
Produk tersebut sebelumnya telah diperkenalkan dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) sebagai salah satu produk yang mewakili Kabupaten Padang Lawas Utara.
Namun pemanfaatan Balakka masih menghadapi sejumlah kendala. Diversifikasi produk masih terbatas. Disisi lain, kemampuan masyarakat dalam pengolahan, standarisasi produksi, pengemasan, branding, pencatatan keuangan dan pemasaran masih perlu diperkuat. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan program PkM.
Tim ITS Paluta tidak hanya memberikan pelatihan teknis produksi, tetapi juga melakukan pendampingan dalam pengolahan usaha dan pemasaran produk.
Pelaksana kegiatan mengunakan pendekatan partisipatif. Kelompok PKK terlibat langsung dalam proses pelatihan dan praktik pengolahan Keripik Balakka, dimana tahapan pelatihan meliputi, Persiapan bahan, pengolahan adonan, pencampuran bumbu, pembentukan, pengukusan, pengirisan, penjemuran, penggorengan hingga pengemasan.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam pengolahan Balakka menjadi produk keripik. Pendampingan juga diarahkan untuk menghasilkan proses produksi yang lebih teratur sehingga kualitas produk dapat dipertahankan. Peserta juga mendapat pendampingan tentang pengemasan.
Aspek tersebut menjadi perhatiaan, karena tidak hanya melindungi produk, tetapi menjadi bagian dari identitas serta daya tarik produk ketika dipasarkan.
Program PkM juga memberikan materi Manajemen Usaha. Salah satu materi yang diperkenalkan kepada kelompok PKK adalah pencatatan keuangan sederhana menggunakan Microsoft Excel. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pencatatan biaya bahan baku, biaya produksi, hasil penjualan dan keuntungan.
Pengguna Excel diperkenalkan untuk membantu kelompok melakukan penghitungan secara sistematis.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengetahui biaya produksi dan keuntungan secara teratur. Pencatatan keuangan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan usaha.
Selain itu, tim PkM juga memberikan pendampingan dalam pengembangan identitas produk.
Kelompok PKK mengembangkan nama usaha “Rumah Balakka” sebagai identitas produk olahan Balakka. Pengembangan identitas tersebut dilakukan melalui pembuatan logo, desain kemasan, dan label produk.
Branding diharapkan dapat membantu konsumen mengenai produk sekaligus membangun identitas kripik balakka sebagai produk olahan khas Desa Padang Garugur.
Tim juga memperkenalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Tim PkM ITS Paluta berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitas kelompok PKK dalam mengembangkan usaha berasis potensi lokal.
Melalui program ini, pemanfaatan balakka diperluas menjadi produk olahan dengan nilai tambah ekonomi.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, PKK diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengolah bahan lokal, tetapi juga mampu mengembangkan dan mengolah produk secara lebih mandiri.
Program ini dilaksanakan melalui kemitraan antara ITS Paluta dan Masyarakat Desa Padang Garugur dan mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Dirjen Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi.
Untuk itu pengembangan Keripik Balakka diharapkan dapat berlanjut setelah pendampingan selesai, dan produk tersebut mampu berkembang sebagai salah satu produk olahan berbasis potensi lokaldan membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok PKK serta Masyarakat setempat.(Rasyid).

