Pemkab Madina Gandeng Yakopi Untuk Konservasi Pesisir dan Pemberdayaan Nelayan

Madinapos.com, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal resmi menjalin kerjasama dengan Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia – YAKOPI. Penandatanganan Memorandum of Understanding dilakukan di Aula Kantor Bupati, Panyabungan, Jum’at 14 Agustus 2026.

Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution mengatakan, MOU ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian wilayah pesisir Madina yang memiliki garis pantai sepanjang 170 KM.

“Laut dan pesisir bagi kami bukan hanya sumber ekonomi, tapi juga warisan untuk anak cucu kita. Karena itu konservasi harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan 3 fokus utama kerjasama dengan YAKOPI:
*1. Konservasi dan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir*
Meliputi penanaman mangrove, perlindungan terumbu karang, dan pemulihan ekosistem pesisir.
*2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir*
Melalui ekowisata, pengolahan hasil laut, dan pengembangan ekonomi biru berkelanjutan.
*3. Peningkatan Kapasitas dan Edukasi*
Berupa sekolah lapang, pelatihan, dan literasi lingkungan untuk pelajar, pemuda, dan kelompok sadar wisata di desa pesisir.

Bupati juga menugaskan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Bapperida sebagai leading sector untuk memastikan program MOU ini berjalan sampai ke tingkat desa.

“Kami percaya menjaga lingkungan adalah ibadah. Membangun tanpa merusak adalah prinsip pembangunan kita. Semoga kerjasama ini bukan hanya seremonial, tapi benar-benar memberi dampak nyata di pesisir Madina,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan YAKOPI Dr. Meilinda Suriani Harefa, M.Si selaku Direktur Eksekutif mengapresiasi komitmen Pemkab Madina. Ia menyebut Madina memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan konservasi pesisir berbasis masyarakat di Sumatera Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda, Staf Ahli, Asisten, dqn Kepala OPD terkait. (Suaib Rizal).