Bupati Madina Fasilitasi Sosialisasi PT SPMB: Siapkan 1.520 Ha Lahan Plasma untuk 5 Desa di MBG

Madinapos.com, Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menegaskan Pemkab Madina hadir sebagai fasilitator dalam proses sosialisasi PT Sukses Putra Mandiri Berkah (SPMB). Ia menjamin tidak ada intimidasi dan semua proses ganti untung berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Bupati usai membuka sosialisasi program kerja jangka pendek dan jangka panjang PT SPMB kepada aparatur desa dan masyarakat di Aula Kantor Bupati Madina, Rabu (24/06/2026).

Oplus_16908288

Bupati Saipullah menilai beroperasinya PT SPMB di Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Perusahaan ini nantinya bergerak di bidang kelapa dan kakao yang diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan perekonomian warga, serta mengurangi angka pengangguran.

“Dengan beroperasinya PT SPMB akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” sebutnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah akan kembali hadir dalam lanjutan sosialisasi yang akan digelar langsung di desa masing-masing. Langkah ini untuk memastikan seluruh informasi tersampaikan secara intensif kepada warga.

“Insyaallah pemerintah akan hadir kembali dalam lanjutan sosialisasi yang akan dilaksanakan di desa masing-masing,” katanya.

Sosialisasi yang digelar PT SPMB menyasar aparatur dan masyarakat di 5 desa Kecamatan MBG, yaitu Desa Manuncang, Desa Panunggulan, Desa Tagilang Julu, Desa Suka Makmur, dan Desa Sale Baru.

Direktur PT SPMB Abdul Halek SE, MH menyampaikan perusahaan telah mengantongi izin lokasi seluas 7.548 hektare. Dari luasan itu, perusahaan wajib mengalokasikan 1.520 hektare untuk Perkebunan Inti Rakyat (PIR) pola plasma bagi masyarakat.

“Setelah pemantapan sosialisasi dan pemantapan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, langsung dimulai pekerjaan,” jelasnya.

Abdul Halek menegaskan PT SPMB akan mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai kemampuan masyarakat dan kebutuhan perusahaan. Begitu juga program Corporate Social Responsibility (CSR) akan diarahkan untuk kepentingan warga sekitar. “Kita utamakan tenaga kerja lokal,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Madina yang telah memfasilitasi pertemuan ini. Terkait masukan masyarakat agar sosialisasi ulang dilakukan di desa, pihak perusahaan menyatakan siap melaksanakannya sebagai bahan perbaikan.

Oplus_16908288

“Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Namun setiap kegiatan pasti ada kekurangan dan pihak perusahaan akan melakukan perbaikan,” ujarnya. (Suaib Rizal).