Madinapos.com, Panyabungan – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan santunan kepada 36 anak yatim. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Istiqomah, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Senin (10/08/2026) sore.
Penyaluran santunan tersebut oleh Wabup Atika merupakan wujud nyata dari janji politik yang pernah disampaikan semasa kampanye Pilkada lalu bersama Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, yakni merealisasikan perhatian khusus kepada kaum dhuafa dan anak yatim setelah memperoleh amanah memimpin Madina.
Tokoh masyarakat setempat, Khoiruddin Faslah Siregar, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bupati dan Wabup Madina dalam merealisasikan janji-janji kampanye tersebut secara berkelanjutan.
” Ini merupakan komitmen dan janji yang dibuat saat Pilkada kemarin, yakni menyantuni anak yatim setelah menang. Alhamdulillah janji tersebut sudah berkali-kali dan sangat sering dilaksanakan di Madina, dan hari ini ditujukan kepada anak yatim di Banjar Istiqomah,” ujar Faslah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa mendoakan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Madina agar senantiasa amanah serta membawa kemajuan bagi kabupaten berjuluk Bumi Gordang Sambilan ini.
Tidak hanya itu, ia turut menyampaikan harapan agar bidang keagamaan ke depan semakin diperhatikan, termasuk kesejahteraan bagi para bilal mayit, nazir masjid, imam masjid, dan guru mengaji melalui penganggaran yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi menegaskan bahwa kegiatan menyantuni anak yatim ini murni niat dan bentuk kepedulian yang telah dirintis sejak masa kampanye, dan bukan kali pertama disalurkan di lokasi tersebut.
” Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak yatim dan niat semasa kampanye dulu. Alhamdulillah kita menyalurkan bantuan ke sini dan ini bukan kali pertama, mudah-mudahan bermanfaat,” ungkap Atika.
Atika juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi alokasi anggaran untuk anak yatim di tengah dinamika efisiensi anggaran. Menurutnya, kebutuhan anak yatim merupakan prioritas yang harus diutamakan dan dilindungi dari pergeseran anggaran.
” Pemkab tidak mengefisiensikan anggaran untuk anak yatim dan tidak boleh digeser walaupun di masa efisiensi. Sebelumnya, ada hampir 5.000 anak yatim di Madina yang kita santuni di bulan Ramadhan lalu, dan keperluan mereka harus diutamakan, jadi kita tidak memotong anggaran untuk anak yatim,” tegasnya.
Di sela-sela kegiatan tersebut, Wakil Bupati juga berpesan kepada para orang tua, khususnya kaum ibu, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, gawai (handphone) saat ini kerap menjadi tantangan tersendiri dalam pengasuhan anak.
” Kita dijajah oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat seperti HP. Anak-anak harus didengarkan dan diarahkan oleh orang tua, jangan terlalu asik main HP hingga terkadang abai. Tugas ibu-ibu sekarang jauh lebih besar karena penggunaan media sosial dan teknologi saat ini sering kali lebih banyak digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat jika tidak diawasi,” pesan Atika. (Suaib Rizal).


