Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Madina Hadirkan 304 Lowongan Kerja di Job Fair 2026

Madinapos.com, Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution meminta generasi muda tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi dan pembangunan di kabupaten ini.

Hal ini ia katakan saat membuka ajang Job Fair 2026 yang mempertemukan para pencari kerja dengan 15 perusahaan swasta di Gedung Serbaguna H. Amru Daulay, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Rabu (23/9/2026).

Pemerintah Kabupaten Madina melalui Dinas Tenaga Kerja menghadirkan 304 lowongan kerja dari sektor industri kelapa sawit dan pelayanan kesehatan. Kehadiran ratusan lowongan kerja ini menjadi momen penting untuk menekan angka pengangguran terbuka di daerah.

Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi kesiapan dan daya saing tenaga kerja lokal agar mampu diserap oleh pasar industri nasional.

Menurut Saipullah, melimpahnya peluang kerja yang hadir dari masuknya investasi tidak akan membawa dampak signifikan jika masyarakat lokal tidak membekali diri dengan keahlian serta etos kerja yang sesuai standar kebutuhan industri modern.

” Kita ingin masyarakat Madina tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga sebagai pemain dan berperan utama di dalam pembangunan,” ujarnya.

Bupati menyebutkan, era dunia kerja saat ini menuntut kualifikasi yang jauh melebihi lembar ijazah formal semata, sehingga penguatan kapasitas diri menjadi syarat mutlak bagi para pencari kerja.

” Dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi, kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, saya ingin kompetensi terus ditingkatkan. Semakin banyak investasi dan kegiatan usaha yang berkembang, tentu akan semakin besar peluang pekerjaan bagi anak-anak kita,” sebutnya.

Guna memastikan penyerapan tenaga kerja berjalan optimal dan berkesinambungan, ia juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor antara dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dan sektor usaha.

Dia berharap langkah tersebut mampu menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan riil industri, sembari memastikan seluruh proses seleksi lowongan kerja dalam Job Fair 2026 berlangsung secara transparan, profesional, serta adil bagi seluruh masyarakat Madina. (Suaib Rizal).