Madinapos.com, Panyabungan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal dalam beberapa hari terakhir memicu meluapnya pertemuan Sungai Batang Gadis dan Parlampungan. Akibatnya, Desa Hutarimbaru di Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) diterjang banjir dengan ketinggian mencapai kurang lebih 1,5 meter dan merendam puluhan rumah warga.
Camat MBG, Dedek Ispensah, membenarkan peristiwa bencana alam tersebut. Meskipun sempat terendam banjir yang cukup tinggi, ia melaporkan bahwa warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing.
“Pagi ini masyarakat sedang membersihkan sisa lumpur yang masuk ke rumah tadi malam, mudah-mudahan hujan cepat reda,” ujar Dedek, Kamis (6/8). Pagi.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal, Mukhsin Nasution. Menurut keterangannya, wilayah yang paling parah terdampak adalah kawasan permukiman lama di Desa Hutarimbaru yang dihuni oleh 98 kepala keluarga (KK).
“Ini merupakan musiman tiap musim hujan, untuk itulah wilayah ini masuk salah satu usulan Pemkab Mandailing Natal kemarin untuk direlokasi,” ungkap Mukhsin.
Mengingat lokasi tersebut merupakan langganan banjir setiap kali musim hujan tiba akibat luapan sungai, langkah relokasi dinilai menjadi solusi jangka panjang yang paling tepat, guna menjamin keselamatan warga setempat. Terkait hal ini, Mukhsin memaparkan bahwa proses penanganan telah berjalan.
“Lokasi tersebut sudah mulai pembebasan lahan, ditargetkan ke-98 warga itu akan direlokasi di tahun 2027 oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan juga warga yang ikut direlokasi sudah di-SK-kan oleh Bupati,” tambah Mukhsin.
Ia juga memastikan bahwa calon lahan relokasi tersebut telah melalui survei oleh pihak geologi dan dinyatakan layak serta aman untuk dihuni, sehingga dipastikan terbebas dari ancaman banjir
Diakhir, Muksin berharap kondisi cuaca dapat segera membaik agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal, sekaligus mengantisipasi potensi banjir susulan yang dikhawatirkan dapat meluas dan berdampak ke desa-desa sekitar. (Suaib Rizal).



