Madinapos.com, Panyabungan – Proses relokasi pedagang di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini telah memasuki babak baru. Seluruh pedagang dari lokasi lama dilaporkan telah menempati los baru yang telah disediakan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Mandailing Natal, Parlin Lubis, mengungkapkan bahwa seluruh fasilitas yang disediakan telah terisi penuh oleh para pedagang.
” Pasar basah yang berada di belakang tembok Pasar Baru Panyabungan dengan jumlah sekitar 700 los terbuka beserta gudang yang tersedia, semuanya sudah terisi. Saat ini sebagian pedagang masih melakukan renovasi, namun aktivitas jual beli sudah mulai berjalan dengan lancar di lokasi baru ini,” ujar Parlin, Senin (8/6) pagi.
Ia memastikan bahwa transisi pedagang dari lokasi lama ke lokasi baru berjalan kondusif, di mana seluruh pedagang yang terdata telah menempati tempat yang telah ditentukan.

Menanggapi teknis pembagian lokasi los, pengelola pasar, Faridah Nasution, menekankan bahwa pihaknya mengedepankan transparansi dan asas keadilan melalui mekanisme musyawarah bersama para pedagang.
Faridah menjelaskan, salah satu tantangan dalam relokasi adalah pengaturan posisi bagi pedagang yang memiliki lebih dari satu unit los. Untuk menjaga efisiensi usaha, pengelola melakukan pengundian khusus dan terbuka agar posisi los pedagang tetap menyatu.
” Kami gunakan sistem kupon yang disatukan bagi pedagang yang memiliki lebih dari satu los, misalnya empat unit. Tujuannya agar posisi mereka berjejer dan tidak terpisah-pisah, sehingga memudahkan operasional dagang mereka,” jelas Faridah.
Ia menambahkan, penentuan jumlah los yang didapatkan setiap pedagang tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan penilaian kapasitas dan kebutuhan nyata di lapangan.
” Penilaian kelayakan, apakah pedagang berhak atas dua, tiga, atau empat los, sudah kami pertimbangkan matang-matang melalui koordinasi intensif. Semua keputusan yang diambil adalah hasil kesepakatan bersama,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya area baru ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal optimistis sektor ekonomi kerakyatan akan semakin bergeliat, sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat dalam bertransaksi. (Suaib Rizal).
