Salurkan Bantuan Pangan, Wabup Atika Ajak Masyarakat Madina Mandiri Lewat Gerakan Menanam

Madinapos.com, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan serta meringankan beban ekonomi masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan pangan beras dari Badan Pangan Nasional yang menyasar ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah tersebut, salah satunya di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Jumat (5/6/2026).

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, hadir langsung meninjau penyaluran bantuan tersebut didampingi oleh Sekda Afrizal, Kadis Perindag Parlin Lubis, Camat Panyabungan, Martua Matondang, beserta Lurah Dalan Lidang.

Oplus_16908288

Dalam paparannya, Atika merinci bahwa penyaluran bantuan ini mencakup 370 Keluarga Penerima Manfaat (KK) di Kelurahan Dalan Lidang, 11.139 KK di seluruh Kecamatan Panyabungan, dan total mencapai 62.825 KK yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mandailing Natal.

Atika menegaskan bahwa bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah, baik pusat maupun daerah, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dampaknya dirasakan hingga ke tingkat daerah. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan sosial.

Selain menyalurkan bantuan, Atika mengajak masyarakat untuk proaktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam komoditas hortikultura, seperti bawang merah dan cabai. Langkah ini dinilai untuk menekan laju inflasi daerah dari kebutuhan dapur rumah tangga.

” Kami sangat mengharapkan masyarakat proaktif menanam cabai dan bawang merah di halaman atau pekarangan rumah. Terkait ketersediaan beras, kondisi stok kita relatif stabil karena Madina merupakan lumbung padi,” ujar Atika.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Ketahanan Pangan dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan bibit kepada masyarakat. Tidak hanya itu, saat ini pemerintah sedang mengonsep pemanfaatan Dana Desa (DD) yang difokuskan pada program ketahanan pangan guna menggerakkan ekonomi produktif di tingkat desa.

Atika juga berpesan agar bantuan yang diterima tidak menjadikan masyarakat konsumtif, melainkan menjadi pemicu semangat untuk lebih produktif dalam bekerja.

” Jangan sampai bantuan ini menjadikan masyarakat malas. Sebaliknya, bantuan ini harus menjadi pendorong agar masyarakat lebih giat berusaha, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah kita semakin baik dan masyarakat pun menjadi lebih mandiri,” tegasnya.

Di akhir, Atika optimistis bahwa melalui sinergi antara bantuan pemerintah dan kemandirian masyarakat dalam mengolah lahan pekarangan, ketahanan pangan di Kabupaten Mandailing Natal akan semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan. (Suaib Rizal).