Madinapos.com, Panyabungan – Upaya mengembalikan kejayaan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai sentra penghasil pisang kepok utama mulai memasuki babak baru. Tim ahli dari Universitas Medan Area (UMA), yang terdiri dari empat profesor dan satu doktor di bidang pertanian, melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Sipalangka, Desa Aek Marian, Senin (27/4/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina dengan pihak akademisi untuk menetapkan lokasi proyek budidaya pisang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Proyek ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen atau aspek agronomi semata. Prof. Zulkarnain, salah satu tim ahli, menegaskan bahwa pengembangan akan mencakup sektor agribisnis, agroindustri, hingga strategi pemasaran dan pasca panen.

” Target kami dalam waktu tiga tahun kawasan ini dapat bertransformasi menjadi area Agro-Eco-Eduwisata,” ujar Prof. Zulkarnain.
Dengan konsep ini, Sipalangka tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat edukasi tanaman pisang dan pelestarian lingkungan bagi masyarakat.
Meski memiliki potensi besar, tim ahli menemukan tantangan serius berupa serangan patogen yang selama ini menghambat produktivitas, di antaranya:
Penyakit Darah: Menyebabkan tanaman mengering sebelum panen.
Hama Penggerek Bonggol: Bertindak sebagai vektor pembawa penyakit.
Layu Fusarium: Patogen berbahaya yang mampu bertahan di tanah selama 20 hingga 40 tahun.
Sigatoka: Serangan jamur pada daun yang mengganggu pertumbuhan.
Untuk mengatasinya, tim telah mengambil sampel tanah, bonggol, dan batang untuk diuji di laboratorium UMA di Kota Medan. Langkah pemulihan akan dilakukan secara terukur melalui analisis nutrisi (NPK dan pH tanah), penggunaan biopestisida, serta rencana penanaman serai wangi sebagai tanaman penyela untuk memulihkan ekosistem tanah.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhadra Ritonga, menyatakan komitmen penuh Pemkab dalam mendukung proyek ini agar berjalan berkelanjutan.
Sebagai bentuk legalitas formal, Pemkab Madina dan UMA dijadwalkan akan melangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Aula Pemkab Madina pada Selasa (28/4/2026).

Kerjasama ini nantinya akan mencakup pengembangan pisang kepok di wilayah Sipalangka serta perluasan lahan di wilayah Panyabungan Barat. (Suaib Rizal).











