Madinapos.com, Panyabungan – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang sedang berlangsung merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektoral mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin keenam, membangun dari desa dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menanggapi TMMD yang berlangsung di Tapanuli Bagian Selatan dengan upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0212/TS di Lapangan Sarasi, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, pada Selasa, 10 Februari 2026.
“Dengan pelaksanaan TMMD ini terjalin kolaborasi lintas sektoral dalam mendukung Asta Cita Presiden, Pak Prabowo Subianto. Pemerintah, TNI, Polri, ormas, OKP, dan masyarakat terlibat dan berkontribusi aktif mendukung program ini,” kata dia pada Selasa, 24 Februari 2026.

Wabup Atika menambahkan, Pemkab Madina juga telah menampung anggaran untuk pelaksanaan TMMD di kabupaten ini. “Di Madina juga akan dilaksanakan program ini, anggarannya sudah ditampung,” sebut dia.
Sebelumnya, Wabup Atika turut hadir dalam upacara pembukaan yang dipimpin oleh Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu dan dihadiri unsur Forkopimda Tapanuli Selatan.
Gus Irawan dalam kesempatan itu mengapresiasi TNI, khusunya Kodim 0212/TS yang setiap tahun konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan.
Bupati Tapsel menilai TMMD bukan semata pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sosial yang mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. “TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar dia.
Sementara itu, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Dedi Harnoto melaporkan TMMD ke-127 ini berlangsung mulai 10 Februari 2026 sampai dengan 11 Maret 2026. Tema yang diusung tahun ini adalah TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.
Letkol Dedi memaparkan, ada tiga sasaran dalam TMMD tahun ini, yakni sasaran fisik berupa pengerasan badan jalan sepanjang 1,7 kilometer. Sasaran fisik tambahan dengan fokus pembuatan sumur bor, rehab RTLH, pembuatan MCK, pembersihan fasilitas umum, dan penanaman pohon.
“Untuk sasaran non-fisik berupa penyuluhan bela negara, penyuluhan hukum dan kamtibmas, penyuluhan narkoba, pelayanan kesehatan, pengadaan bazar dan pasar murah untuk warga, pembagian sembako kepada warga yang tidak mampu, serta pemberian paket makanan terhadap penderita stunting,” sebut dia. (Suaib Rizal).











