Madinapos.com, Yaman – Sebanyak sepuluh mahasiswa asal Sumatera Utara (Sumut) resmi menyandang gelar Licence (Lc.) setelah mengikuti prosesi wisuda ke-27 Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Al-Ahgaff, Yaman. Acara sakral tersebut berlangsung khidmat di Aula Mahsun, Tarim, Hadhramaut, pada Kamis (16/4/2026).
Kesepuluh putra terbaik Sumut ini merupakan bagian dari 208 wisudawan global yang berasal dari berbagai negara. Jumlah lulusan asal Sumatera Utara tahun ini tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Ikatan Pelajar Sumatera Utara (IPSU) Yaman, Rizki Siregar, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, tren kenaikan jumlah lulusan ini membuktikan bahwa minat generasi muda Sumatera Utara untuk mendalami ilmu agama di luar negeri, khususnya Yaman, terus tumbuh.

“Dari sini kita bisa tahu bahwa minat generasi muda masyarakat kita untuk menempuh pendidikan di Yaman semakin meningkat. Saya yakin ini semua tidak lepas dari peran abanganda-abanganda kita yang sudah alumni di tengah masyarakat,” ujar Rizki.
Daftar Wisudawan Asal Sumatera Utara
Para wisudawan tahun ini berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara, menunjukkan persebaran minat pendidikan yang merata di wilayah tersebut:
Muhammad Jano Hasibuan, Lc. (Padang Lawas)
Muhammad Fikri Almunawwir Rangkuti, Lc. (Deli Serdang)
Muhammad Syahputra, Lc. (Medan)
Muhammad Rais Akbar Rambe, Lc. (Medan)
Arif Maulana Daulay, Lc. (Deli Serdang)
Habiburrahman, Lc. (Medan)
Irfansyah Siregar, Lc. (Labuhan Batu)
Amar Ma’ruf, Lc. (Padangsidimpuan)
Muhammad Arif, Lc. (Medan)
H. Ahmad Yusuf Nasution, Lc. (Mandailing Natal)
Perjuangan 10 Semester yang Ketat
Gelar Lc. tersebut diraih setelah para mahasiswa menyelesaikan program akademik wajib selama 10 semester atau lima tahun. Sistem pendidikan di Universitas Al-Ahgaff dikenal sangat kompetitif dengan jadwal perkuliahan yang padat serta standar ujian yang ketat.
Salah satu wisudawan, Muhammad Jano Hasibuan, yang juga meraih penghargaan sebagai Hafiz Qur’an 30 juz, menceritakan beratnya perjuangan yang ia lalui.
“Perjuangan dan pengorbanan yang dilalui tidaklah mudah. Jam masuk yang padat, mata kuliah yang berat, hingga sistem ujian yang sering. Selain itu, menahan rindu kampung halaman selama lima tahun adalah tantangan tersendiri,” ungkap Jano.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Al-Ahgaff, Prof. Dr. Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun, memberikan pesan kepada seluruh wisudawan agar ilmu yang didapat menjadi berkah bagi umat.
Kini, para wisudawan bersiap kembali ke tanah air. Mereka diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam memajukan daerah masing-masing di Sumatera Utara, khususnya dalam pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. (Suaib Rizal).











